Datang dari Aprilia, Gigi Dall'Igna Akui Sempat Dijuteki Orang-Orang Ducati
Anindhya Danartikanya | 21 Desember 2021 13:45
Bola.net - Tak pelak lagi bahwa Gigi Dall'Igna merupakan salah satu insinyur terbaik di MotoGP saat ini. Tak hanya sukses membantu Ducati bangkit dari keterpurukan dan paceklik kemenangan, ia juga menghadirkan begitu banyak inovasi baru pada motornya, yang kini justru kerap ditiru oleh pabrikan-pabrikan lain.
Dall'Igna tadinya orang kepercayaan Piaggio Group, dijadikan Direktur Teknis Derbi dan kemudian Aprilia. Selama di Aprilia, ia merebut gelar dunia GP125 2006 bersama Alvaro Bautista, GP250 2006 dan 2007 dengan Jorge Lorenzo, WorldSBK 2010 dan 2012 bersama Max Biaggi, serta masih banyak gelar dunia lainnya.
Namun, pada akhir 2013, Dall'Igna secara menghebohkan meninggalkan Aprilia Racing demi menuju Ducati Corse. Ia menjabat sebagai General Manager, menggantikan Bernhard Gobmeier. Sejak itu lah Ducati kembali ke papan atas, sampai akhirnya mengakhiri enam tahun puasa kemenangan lewat Andrea Iannone di Austria 2016.
Meski belum berhasil membantu Ducati merebut gelar dunia pembalap pertama sejak 2007 lewat Casey Stoner, Dall'Igna telah panen sukses di MotoGP. Di bawah bimbingannya, Ducati meraih gelar dunia konstruktor pada 2020 dan 2021, serta empat kali jadi runner up di klasemen pembalap lewat Andrea Dovizioso dan Pecco Bagnaia.
Senang Bisa Sukses dengan Banyak Rider Berbeda

Berkat kepemimpinan Dall'Igna pula, Ducati kini tak hanya cocok untuk satu rider. Seluruh pembalapnya punya kans besar naik podium, bahkan tujuh di antaranya mampu menang. Tak hanya itu, Dall'Igna juga sosok yang memperkenalkan winglet, wing fairing, holeshot device, dan rear ride-height device, yang kini justru ditiru para rival.
Disebut-sebut sebagai jenius, Dall'Igna pun telah mengubah dinamika kompetisi MotoGP dan menggores sejarah baru dalam kejuaraan tersebut. Namun, pria berusia 55 tahun ini tak mau dielu-elukan. Baginya, melihat seluruh Ducati tampil kompetitif sudah menjadi prestasi yang cukup membanggakan.
"Saya tak tertarik dikenang jadi orang penting dalam sejarah. Tapi salah satu hal yang bikin saya bangga adalah bisa meraih hasil baik dengan orang-orang berbeda. Saya melakukannya di suatu pabrikan (Aprilia), kemudian di pabrikan lain (Ducati), yang kebetulan juga rival sengit," ujarnya kepada Tuttosport seperti yang dikutip MowMag, Jumat (17/12/2021).
Bagai Pelatih Sepak Bola yang Sukses di Banyak Tim

Menurut Dall'Igna, kesuksesan yang ia raih di Derbi, Aprilia, dan Ducati bersama rider yang berbeda-beda bagaikan seorang pelatih sepak bola yang sukses dengan banyak klub berbeda. Namun, pria Italia ini mengakui bahwa tahun-tahun pertamanya di Ducati tidaklah mudah, karena ia datang dari pabrikan kompetitor.
Menurut pengakuannya, para insinyur dan teknisi Ducati agak sulit beradaptasi dengan cara kerja dan gagasan yang ia miliki. Namun, Dall'Igna tak menyerah, dan terbukti kini tangan dinginnya membuat Ducati kembali diperhitungkan. Ia meyakini, ketelatenan dalam memimpin sebuah departemen balap memang sangat penting dalam menghadapi kompetisi seketat MotoGP.
"Saya bagaikan manajer tim sepak bola yang mampu menang dengan tim-tim berbeda. Uniknya, ketika saya bergabung dengan Ducati, saya mungkin lebih dipandang sebagai seorang musuh ketimbang seorang pimpinan. Tapi ini berarti saya bisa mengatur orang-orang dan perusahaan dengan baik. Hal ini sangat fundamental di MotoGP pada masa sekarang," pungkasnya.
Sumber: Tuttosport, MowMag
Baca Juga:
Nyaman di Ducati, Jorge Martin Lebih Cocok Kerja dengan Gaya Italia Ketimbang Jepang
Ducati Turun di MotoE, Gigi Dall'Igna: Moto3 Sejatinya Lebih Penting
Fabio Quartararo Minta Yamaha Naikkan Gaji Jadi 20 Juta Euro di MotoGP 2023?
Ducati Resmi Pamerkan Motor MotoE, Sudah Dijajal di Misano
Mengenal Red Bull KTM Ajo, Skuad Bertangan Dingin Pengorbit Nama-Nama Besar di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






