Dovizioso: Dua Kemenangan Lorenzo Bukan Akhir Masalah
Anindhya Danartikanya | 2 Agustus 2018 12:00
Bola.net - - Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizoso sama sekali tak mengubah pendapatnya soal kesulitan Jorge Lorenzo dalam mengendarai Desmosedici selama dua musim terakhir. Kepada Marca, Dovizioso mengaku tetap yakin Lorenzo memiliki metode yang kurang tepat dalam melakukan adaptasinya di pabrikan Italia tersebut.
Komentar tersebut pertama kali diucapkan Dovizioso pada awal musim ini, yakni sebelum Lorenzo merebut dua kemenangan beruntun di Mugello, Italia dan Catalunya, Spanyol pada Juni. Di sisi lain Dovizioso sendiri baru merebut satu kemenangan di Qatar, dan tambahan satu podium usai finis kedua di Mugello.
Saya tak menyesal berkomentar begitu. Jorge meraih dua kemenangan, dan dua kemenangan tak mengatasi masalah yang sudah ada selama 1,5 tahun. Siapa pun yang ingin melihatnya begitu, silakan saja, tak masalah. Tapi Jorge tak dikontrak hanya untuk menang dua balapan. Saya tak berubah pikiran soal ini, ungkap Dovizioso.
Ducati vs Honda

Usai merebut kemenangan di Mugello, Lorenzo secara menghebohkan mengumumkan kepindahannya ke Repsol Honda musim depan untuk menggantikan Dani Pedrosa. Kontrak antara Lorenzo ini jelas mengakhiri rencananya membela Ducati dalam jangka waktu yang panjang.
Meski begitu, Dovizioso tak yakin solusi apa yang lebih tepat untuk membuat Lorenzo kembali ke papan atas. Saya takkan pernah tahu apakah solusi tepatnya adalah lanjut di Ducati atau pindah ke Honda, atau ke mana pun, ujar rider Italia ini, yang juga eks rider Repsol Honda pada 2009-2011.
Tak Kelewat Percaya Diri

Dovizioso, yang musim lalu tampil gahar dengan merebut enam kemenangan dan duduk di peringkat runner up, musim ini justru mengalami performa yang naik turun, terhitung tiga kali gagal finis meski kompetitif sepanjang pekan balap. Meski begitu, Dovizioso menyangkal kecelakaan yang ia alami di Jerez, Le Mans dan Catalunya diakibatkan kepercayaan diri yang kelewat tinggi.
Tidak. Terlalu percaya diri terjadi di Le Mans, sementara di Barcelona tidak. Di Le Mans saya terlalu tenang, saya mengabaikan kesalahan kecil yang saya lakukan, dan kesalahan kecil bisa berakibat besar. Tapi saya kelewat tenang karena waktu itu Ducati sangat kuat, ungkap rider Berusia 32 tahun ini.
Di Barcelona, saya ingin mendapat ritme yang sejatinya tak bisa saya capai, karena kami tak 100%. Harusnya saya bisa lebih baik. Getol melakukan apa yang sejatinya tak bisa saya lakukan, itu adalah kesalahan. Kecelakaan di Le Mans dan Barcelona sungguh berbeda, sementara kecelakaan Jerez bukan salah saya, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton PSIM vs Persija Jakarta Hari Ini, 22 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 13:10
-
Marcus Thuram Optimistis Inter Milan Raih Dua Trofi
Liga Italia 22 April 2026, 13:03
-
MU Segera Umumkan Kontrak Baru Kobbie Mainoo, Begini Detailnya!
Liga Inggris 22 April 2026, 12:41
-
PSIM vs Persija Jakarta: Misi Macan Kemayoran Jaga Tren Menang di Gianyar
Bola Indonesia 22 April 2026, 12:18
-
Profil Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026: Sudah Saatnya Juara Lagi
Piala Dunia 22 April 2026, 12:11
-
Trofi Apa Saja yang Bisa Dimenangkan Inter Milan Musim Ini?
Liga Italia 22 April 2026, 12:00
-
Kalau Gak Main di MU, Bruno Fernandes Sudah Jadi Pemenang Ballon d'Or!
Liga Inggris 22 April 2026, 11:32
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59














