Drama Aerodinamika: Ducati Menolak Diintimidasi Lawan
Anindhya Danartikanya | 13 Maret 2019 10:50
Bola.net - - Kontroversi perangkat aerodinamika pada swingarm Ducati Desmosedici GP19 semakin dramatis. General Manager Ducati Corse, sekaligus insinyur andalan mereka, Luigi 'Gigi' Dall'Igna akhirnya memberikan pernyataannya secara blak-blakan lewat GPOne. Eks Direktur Teknis Aprilia Racing ini menyebut para teknisi tim lain tak kompeten dan melayangkan protes yang tak masuk akal.
Ducati diketahui memasangkan sebuah winglet pada bagian depan ban belakang tiga motor GP19 di MotoGP Qatar akhir pekan lalu, yang mereka sebut berfungsi menghindari overheating pada ban belakang. Meski begitu, empat pabrikan pemrotes yakin bahwa winglet tersebut memiliki fungsi lebih, yakni menghasilkan downforce.
Winglet ini telah dijajal Ducati dalam uji coba pramusim Qatar pada akhir Februari, dan mendapat izin dari Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge untuk dipakai karena dinilai sesuai regulasi. FIM MotoGP Stewards berpendapat sama, dan menolak protes Aprilia, Honda, KTM, dan Suzuki usai sesi balap. Keempat pabrikan ini pun tak puas, dan membawa kasus tersebut ke Pengadilan Banding MotoGP.
"Banyak orang tak kompeten membicarakan hal ini. Bahkan dalam rapat diskusi soal ini, hanya teknisi kami, Fabiano Sterlacchini yang sigap. Yang lain tak terlalu teknis, sungguh buruk menyikapinya. Yang bikin saya bingung, ada yang bilang tak perlu mendinginkan ban belakang di Qatar, mengingat cuacanya dingin. Padahal Qatar salah satu trek paling menuntut ban belakang, dan banyak tim mengalami masalah ini. Jadi, yang menuduh kami cari-cari alasan, mungkin tak paham situasinya," ujar Dall'Igna.
Protes yang Tak Masuk Akal

Perwakilan Aprilia, Honda, KTM, dan Suzuki diketahui telah mendatangi Ducati sebelum balapan digelar, untuk menyatakan bahwa protes akan mereka layangkan jika winglet tersebut tetap dipakai dalam balapan. Dall'Igna dan timnya ternyata tak merasa gentar, dan tetap memakainya, karena yakin winglet mereka sesuai dengan regulasi yang ada.
"Mengapa saya harus menunggu klarifikasi? Saya sangat yakin punya solusi yang sah. Dan mengapa para rival harus bilang saya tak boleh memakainya? Sungguh tak masuk akal. Selain itu, kami dapat izin dari Direktur Teknis, satu-satunya orang yang bisa menilai sebuah perangkat sesuai regulasi atau tidak. Toh regulasi ini diciptakan bukan berdasar keinginan saya, melainkan para rival kami," ungkap Dall'Igna.
Tetap Pakai Winglet di Argentina

Pria asal Italia ini juga menyebut regulasi teknis MotoGP yang diedarkan kepada tim peserta pada 2 Maret lalu menyatakan setiap tim boleh memakai sayap yang tertempel pada swingarm, asal untuk mendinginkan ban belakang dan menghindari air atau kotoran, bukannya untuk menambah downforce. Atas alasan ini, Dall'Igna akan tetap memakaikan winglet tersebut pada motor Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci dan Jack Miller di Argentina pada 29-31 Maret nanti.
"Saya ulangi, fungsi perangkat ini adalah mendinginkan ban belakang. Saya tenang saja menunggu hasil banding mereka. Saya yakin solusi saya sesuai regulasi, karena jika tidak, mengingat saya tidak bodoh, saya takkan menggunakannya pada motor kami. Saya akan tetap memakai perangkat itu, karena saya yakin solusi ini sah. Dan saya takkan bisa diintimidasi oleh lawan saya," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




