Ducati Bantah Anak Emaskan Pecco Bagnaia Ketimbang Jorge Martin: Kalau Kami Takut, Motor Mereka Takkan Sama
Anindhya Danartikanya | 4 Oktober 2023 15:41
Bola.net - Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti, tak ambil pusing soal siapa di antara Pecco Bagnaia dan Jorge Martin yang akan meraih gelar dunia di MotoGP 2023. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya tak takut jika Martin mengalahkan Bagnaia dalam perebutan mahkota juara.
Martin yang membela Prima Pramac Racing, merupakan rider tim satelit, dan kini hanya tertinggal tiga poin dari Bagnaia yang membela Ducati Lenovo Team alias tim pabrikan. Martin sendiri mengaku ingin jadi juara, tetapi ia yakin tak punya beban mental yang sama berat dengan Bagnaia.
Menurut Martin, Bagnaia punya kewajiban lebih besar darinya untuk mempersembahkan gelar dunia kepada Ducati. Lewat Diario AS, Senin (2/10/2023), Ciabatti pun menyatakan bahwa hal ini tak sepenuhnya benar. Ia yakin Ducati bakal sama puasnya jika Martin yang keluar jadi juara.
Lenovo dan Pramac Punya Kans yang Sama

"Mereka [Pramac] adalah tim dengan motor yang sama, para ridernya juga rider pabrikan, mereka dapat semua yang mereka mau. Jika Ducati tak ingin mereka punya kesempatan yang sama, maka kami akan memberikan motor lama dan kami takkan menggaet rider-ridernya," ungkap Ciabatti.
Ciabatti juga memberikan pembelaan kepada Davide Tardozzi yang tentunya lebih memberikan dukungan kepada Bagnaia. Menurutnya, hal ini wajar saja dan sudah selayaknya terjadi, karena Tardozzi merupakan Manajer Tim Ducati Lenovo Team, yang menaungi Bagnaia.
"Davide adalah Manajer Tim Lenovo dan ketertarikannya hanya pada tim Lenovo. Namun, jika Ducati tak suka formula ini, kami takkan meletakkan motor kompetitif di Pramac. Yang penting adalah kemenangan untuk Ducati, dan bagi Davide, memang lebih penting juaranya dari tim Lenovo," ujarnya.
Tidak Peduli Siapa yang Juara

Ciabatti sendiri memilih netral. Menurutnya, baik Bagnaia maupun Martin bakal sama baiknya untuk Ducati. Meski begitu, ia juga memaklumi jika Bagnaia lebih diunggulkan karena berstatus pembalap tim pabrikan, mengingat para sponsor berinvestasi jauh lebih besar untuk tim itu.
"Saya sendiri tak peduli, meski saya paham bahwa tim pabrikan punya tanggung jawab-tanggung jawabnya sendiri kepada para sponsornya. Itulah alasan mengapa saya ingin Pecco menang. Namun, jika Jorge menang juga bagus. Toh ia naik motor pabrikan dan punya kontrak pabrikan," tutupnya.
Jika Bagnaia atau Martin jadi juara, maka itu akan jadi gelar ketiga Ducati dalam sejarah MotoGP. Namun, jika Martin keluar sebagai juara, maka ia akan jadi pembalap tim satelit pertama yang menjuarai kelas para raja sejak Valentino Rossi dan Nastro Azzurro Honda menjuarai GP500 2001.
Sumber: Diario AS
Baca juga:
Pedro Acosta Ogah Bela Honda: Kalau Saya Jadi Marc Marquez, Mending Setia Saja
Ditawari Kontrak Baru dari Yamaha, Cal Crutchlow: Benahi Dulu Program Tes Kalian!
Para Rider MotoGP Mulai Tiba di Indonesia, Liburan Dulu Sebelum Gaspol di Mandalika
Kargo MotoGP dari Jepang Mulai Tiba di Mandalika, Siap Dipakai Balapan Pekan Depan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jude Bellingham ke Liverpool? Legenda The Reds Beri Isyarat Menarik
Liga Inggris 4 Juni 2026, 18:29
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47


















