Ducati Bermasalah, Hayden Tak Mau Salahkan Preziosi
Editor Bolanet | 30 Januari 2013 09:00
- Nicky Hayden mengaku turut prihatin karena pakar teknis Ducati, Filippo Preziosi tak akan lagi bergabung dalam proyek MotoGP pabrikan asal Italia tersebut.
Preziosi telah menjadi Direktur Teknis Ducati sejak berpartisipasi di MotoGP pada tahun 2003 silam. Namun setelah meraih gelar dunia bersama Casey Stoner pada tahun 2007, tren prestasi Ducati makin melorot. Mereka bahkan tak pernah meraih kemenangan sejak Stoner hengkang ke Honda pada akhir 2010.
Hayden pun mengaku memiliki hubungan baik dengan Preziosi dan merasa akar permasalahan Ducati tidak terletak pada pria berusia 44 tahun tersebut.
Kami memiliki hubungan yang baik, sayangnya kami tak mampu meraih hasil yang sesuai harapan. Namun jika orang-orang berharap saya menyalahkannya, itu tak akan terjadi, ujar Hayden. Saya tak ingin pihak luar menyangka Filippo adalah akar permasalahan kami. Ia bahkan punya andil besar dalam tim kami.
Sejak musim 2013, jabatan Preziosi diambil alih oleh mantan pimpinan tim BMW World Superbike, Bernhard Gobmeier. Hayden yang merupakan juara dunia 2006 mengaku tak sabar menanti ide-ide baru pria asal Jerman tersebut.
Saya ingin melihat ide-ide baru Mr. Gobmeier. Filippo sangat baik dalam menangani motor kami, sayangnya kami tak melangkah maju. Seperti yang dikatakan Mr. Gobmeier, Filippo tidak akan lepas tangan begitu saja. Ia masih ada di Ducati dan tetap akan memberi saran, pungkas The Kentucky Kid.
Setelah tak menjabat sebagai Direktur Teknis Ducati MotoGP, kini Preziosi lebih fokus mengerjakan proyek mesin produksi massal pabrikan yang terkenal dengan warna merah tersebut. (mcn/kny)
Preziosi telah menjadi Direktur Teknis Ducati sejak berpartisipasi di MotoGP pada tahun 2003 silam. Namun setelah meraih gelar dunia bersama Casey Stoner pada tahun 2007, tren prestasi Ducati makin melorot. Mereka bahkan tak pernah meraih kemenangan sejak Stoner hengkang ke Honda pada akhir 2010.
Hayden pun mengaku memiliki hubungan baik dengan Preziosi dan merasa akar permasalahan Ducati tidak terletak pada pria berusia 44 tahun tersebut.
Kami memiliki hubungan yang baik, sayangnya kami tak mampu meraih hasil yang sesuai harapan. Namun jika orang-orang berharap saya menyalahkannya, itu tak akan terjadi, ujar Hayden. Saya tak ingin pihak luar menyangka Filippo adalah akar permasalahan kami. Ia bahkan punya andil besar dalam tim kami.
Sejak musim 2013, jabatan Preziosi diambil alih oleh mantan pimpinan tim BMW World Superbike, Bernhard Gobmeier. Hayden yang merupakan juara dunia 2006 mengaku tak sabar menanti ide-ide baru pria asal Jerman tersebut.
Saya ingin melihat ide-ide baru Mr. Gobmeier. Filippo sangat baik dalam menangani motor kami, sayangnya kami tak melangkah maju. Seperti yang dikatakan Mr. Gobmeier, Filippo tidak akan lepas tangan begitu saja. Ia masih ada di Ducati dan tetap akan memberi saran, pungkas The Kentucky Kid.
Setelah tak menjabat sebagai Direktur Teknis Ducati MotoGP, kini Preziosi lebih fokus mengerjakan proyek mesin produksi massal pabrikan yang terkenal dengan warna merah tersebut. (mcn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sandro Cortese Bakal Gantikan Nicky Hayden?
Otomotif 26 Juli 2017, 11:30
-
Suzuka 8 Hours 2017, Miller Ikuti Jejak Stoner-Hayden
Otomotif 22 Juni 2017, 15:45
-
Rossi-Iannone Pamer Helm Tribute untuk Hayden di Mugello
Otomotif 3 Juni 2017, 17:00
-
Beragam Tribute untuk Nicky Hayden Warnai MotoGP Italia
Otomotif 2 Juni 2017, 11:00
-
Tunangan Mendiang Nicky Hayden Tulis Surat Mengharukan
Otomotif 31 Mei 2017, 15:45
LATEST UPDATE
-
Saingi Arsenal, MU Juga Kejar Bruno Guimaraes
Liga Inggris 28 Juni 2026, 14:30
-
Siapa Lawan Timnas Inggris di 32 Besar Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 14:00
-
MU Putuskan Lepas Striker Muda Berbakat Mereka di Musim Panas 2026?
Liga Inggris 28 Juni 2026, 13:30
-
32 Besar Piala Dunia 2026: Siapa Lawan yang Menanti Timnas Portugal?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 13:00
-
Siapa Lawan Timnas Argentina di 32 Besar Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 12:00
-
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, 29 Juni - 4 Juli 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:50
-
Man of the Match Aljazair vs Austria: Riyad Mahrez
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:19
-
Man of the Match Yordania vs Argentina: Giovani Lo Celso
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:09
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41








