Fabio Quartararo Sempat Tertekan Jadi Pengganti Valentino Rossi di MotoGP 2021
Anindhya Danartikanya | 2 Juli 2021 13:42
Bola.net - Fabio Quartararo mengaku sempat tertekan pada awal musim ini karena mengambil alih tempat Valentino Rossi di Monster Energy Yamaha, terlebih karena ia gagal merebut gelar dunia di MotoGP tahun lalu. Hal ini ia sampaikan kepada Crash.net, pada Kamis (1/7/2021), usai merebut kemenangannya yang keempat musim ini.
Musim lalu, saat masih membela Petronas Yamaha SRT, Quartararo sempat jadi kandidat juara dunia, memimpin klasemen pada sembilan seri pertama dan merebut tiga kemenangan. Namun, pada paruh kedua musim, performanya berubah drastis menjadi loyo hingga ia harus terjun bebas mengakhiri musim di peringkat kedelapan.
Kegagalannya ini diyakini banyak pihak sebagai tanda dirinya tak layak pindah ke tim pabrikan Yamaha pada 2021, terlebih menggantikan Rossi yang merupakan sembilan kali juara dunia. Alhasil, Quartararo pun memulai musim ini dengan tekanan. Namun, ia sangat lega bisa menang di Seri Doha, dilanjut dengan Seri Portimao.
Kemenangan Portimao Bukti Kekuatan Mental

Dua kemenangan itu ia raih dengan performa yang sangat solid, hingga ia membuktikan dirinya memang bukan rider ecek-ecek. "Pada awal tahun, saya dapat tekanan. Bukan tekanan dari tim, melainkan tekanan dari luar. Meski saya coba tak mendengar, saya menggantikan sang raja, Vale, dan tentu selalu ada tekanan kecil macam ini," ujarnya.
"Bahkan, ada komentar-komentar dari media massa, misalnya seperti 'Kau harus bekerja dengan baik, kau menempati tempat penting di tim itu'. Saya ingin mereka menghentikannya. Tapi saya senang bisa menang di Qatar, karena sejak momen itu, saya tak mendengar rumor-rumor lagi," lanjut rider berjuluk El Diablo ini.
Quartararo juga menyebut kemenangan Portimao sebagai kunci kekuatan mentalitasnya, karena tahun lalu ia hanya finis ke-14. "Pada 2020, balapan di sana sungguh bencana. Tahun ini, hasilnya menakjubkan. Itulah momen jelas bagi pikiran saya. Saya yakin bisa memulai musim ini dengan baik, namun tak menyangka bakal sebaik ini," ungkapnya.
Persaingan Ketat, Performa Semua Rider Setara
Rider berusia 22 tahun asal Prancis ini meyakini ia sedang menjalani masa-masa yang baik dalam perjalanan kariernya yang dulu naik turun, namun ia juga ogah jemawa. Meski ia tengah memimpin klasemen, ia merasa para rivalnya sangat tangguh dan sama kuat, hingga kesalahan sekecil apa pun bisa membuat mereka mengejar dalam sekejap.
"Saya berada dalam momen sangat baik bagi karier saya. Saya dapat kepercayaan diri ekstra, dan tiap kali naik motor, saya merasa makin baik. Ini berarti saya cepat dan saya ingin mempertahankan suasana hati yang baik ini sampai balapan terakhir. Namun, perebutan gelar masih terbuka lebar," ungkap Quartararo.
"Semua rider sangat cepat, jadi saya ogah bikin kesalahan. Saya tak lihat satu rival yang jelas. Joan Mir super cepat. Para rider Ducati juga super cepat. Tapi yang terpenting adalah fokus pada diri sendiri dan mengeluarkan potensi di tiap balapan. Tentu saya punya keunggulan, tapi kami harus memulai paruh kedua musim seperti pada awal musim," pungkasnya.
Sumber: Crashnet
Video: Fabio Quartararo Menangi MotoGP Belanda 2021
Baca Juga:
Garrett Gerloff Bantah Bakal Pindah ke MotoGP 2022 Bareng Yamaha
Toprak Razgatlioglu Tolak ke MotoGP, Tepatkah Terus Bertahan di WorldSBK?
Aprilia Merasa 'Dilarang Gagal' Gaet Maverick Vinales di MotoGP 2022
'Yamaha Tadinya Tolak Lepas Maverick Vinales di MotoGP 2022'
'Tanpa Kecelakaan Hebat, Marc Marquez Bisa Podium di Assen'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


