Gagal Kalahkan Lorenzo, Dovizioso Kaget Strategi Marquez
Anindhya Danartikanya | 13 Agustus 2018 13:20
- Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso meyakini bahwa strateginya memakai ban depan dan belakang medium bukanlah keputusan terbaik dalam MotoGP Austria pada Minggu (12/8), di mana ia gagal mempertahankan kemenangan dan harus finis ketiga, di belakang sang tandem, Jorge Lorenzo dan rider Repsol Honda, Marc Marquez.
Dovizioso yang memulai balapan dari posisi kedua, menjalani start dengan baik, namun usaha Marquez menyalipnya di tikungan ketiga membuat keduanya melebar dan memberi jalan bagi Lorenzo untuk memimpin balapan. Sejak itu, Dovizioso bertahan di posisi ketiga.
Pada lap kedua, Marquez kembali menyalip Lorenzo dan membuat margin yang cukup jauh, meninggalkan kedua rider Ducati. Dovizioso pun sangat ketat membuntuti Lorenzo, sempat nyaris merebut posisi kedua pada Lap 19, namun melebar di tikungan pertama dan sejak itu tak lagi bisa mengejar.
Pilihan Ban Tak Tepat

Mungkin pilihan ban saya tak tepat, tapi saya juga tak bisa menyalip Jorge. Saya mungkin terlalu banyak memaksa ban belakang demi menyalip Jorge, dan nyatanya tak bisa. Saya lebih cepat pada tahap itu, namun saya tak bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menyalip, ujar Dovizioso kepada Motorsport.
Rider 32 tahun ini juga menyatakan bahwa saat melebar di Tikungan 1, bannya sudah mulai aus. Hal ini jelas merugikan saya karena saya harus melamban terlalu dini. Sepuluh lap tersisa, saya melakukan kesalahan tapi saya sudah mengalami masalah pada sisi kanan ban belakang, ungkapnya.
Sempat Cemaskan Marquez, Fokus Lorenzo

Dovizioso mengaku sempat kaget dan cemas melihat Marquez ngotot menjauh di paruh pertama balapan, strategi yang tak biasa dilakukan rider Repsol Honda tersebut. Atas alasan ini, Dovizioso pun fokus mengalahkan Lorenzo, namun sekali lagi, ban belakangnya bermasalah.
Pada awalnya saya agak cemas, karena saya tak mengiranya. Tapi usai 7-8 lap saya paham ia tak punya kecepatan yang lebih baik dari kami. Jadi saya fokus pada Jorge, bukan Marc. Saya rasa jika saya bisa menyalip Jorge, balapan saya bakal agak berbeda. Tapi kita takkan pernah tahu, ujarnya.
Sayangnya saya terlalu jauh tertinggal saat saya melebar keluar lintasan. Saya kehilangan terlalu banyak waktu, dan saya tak bisa berkendara dengan baik selama tiga lap, karena ban belakang saya drop, sangat sulit keluar tikungan di tiga tikungan pertama. Saya tertinggal jauh, pungkas DesmoDovi. (ms/dhy)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18










