Hasil Tes Urin Kedua Andrea Iannone Keluar pada 7 Januari
Anindhya Danartikanya | 20 Desember 2019 12:20
Bola.net - Kasus dugaan doping Andrea Iannone terus berkembang. Sang pengacara, Antonio de Rensis, menyatakan bahwa rider MotoGP tersebut telah melakukan permintaan analisa 'sampel B' urinnya yang juga diambil di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 3 November lalu.
Pada Selasa (17/12/2019) lalu, Federasi Balap Motor Internasional (FIM) mengumumkan secara resmi bahwa Agen Anti-Doping Dunia (WADA) menyatakan 'sampel A' urinnya terbukti mengandung steroid androgenik anabolik setelah dianalisa di laboratorium Krischen bei Dresden, Jerman.
Padahal, steroid ini termasuk dalam daftar substansi non-spesifik terlarang dalam daftar WADA. Alhasil, FIM menjatuhkan skorsing kepada Iannone dari ajang balap apa pun terhitung sejak 17 Desember 2019 sampai waktu yang belum ditentukan.
Analisa di Laboratorium yang Sama
Iannone diperbolehkan mengajukan permintaan analisa pada 'sampel B', dan lewat La Gazzetta dello Sport, de Rensis menyatakan kliennya telah mengambil opsi itu. Menurut pernyataan yang dikutip Corsedimoto, de Rensis menyatakan hasilnya akan keluar pada 7 Januari 2020.
"Permintaan analisa (sampel B) sudah dilakukan, tapi kami masih harus menunggu waktunya. Perkiraan tanggal untuk pengumuman hasilnya adalah 7 Januari, di laboratorium yang juga menganalisa sampel pertama, yakni yang diakreditasi oleh WADA di Dresden," tuturnya.
De Rensis juga menyatakan ia akan didampingi Professor Alberto Salomone dari Universitas Turin sebagai konsultan. "Professor Salomone dan saya akan hadir. Setelahnya kami harus menunggu untuk tahu apakah substansi yang sama muncul, yang bakal fundamental untuk dinamika situasi," ujarnya.
Steroid Jenis Drostanolone
Menurut Corsedimoto, steroid androgenik anabolik yang terkandung pada urin Iannone adalah jenis drostanolone, yakni steroid yang biasanya dipakai untuk menyembuhkan kanker payudara, namun juga biasa dipakai dalam dunia body building karena mampu meningkatkan massa otot pada tubuh.
Iannone memang sangat memedulikan tubuhnya, namun uniknya ia justru diketahui menurunkan berat badan demi bergerak lebih lincah di atas motor. Sepanjang 2019, berat badannya turun 7 kg, hingga steroid itu diduga berasal dari makanan selama ia menjalani Tur Asia (Thailand, Jepang, Australia, dan Malaysia) pada November.
Meski begitu, jika 'sampel B' urin Iannone tetap menunjukkan adanya steroid androgenik anabolik yang sama dan ia terbukti sengaja mengonsumsinya, maka ia diskors dari ajang balap selama 4 tahun. Jika substansi itu terbukti dikonsumsi secara tak sengaja, maka ia dijatuhi hukuman skors 2 tahun.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Balapan Pertamina Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 20 April 2026, 10:55
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Seri Belanda di Assen
Otomotif 19 April 2026, 21:12
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 19 April 2026, 21:12
-
Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
Otomotif 19 April 2026, 19:38
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:55
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:43
-
Jadwal Live Streaming Seri 1 Mandalika Racing Series 2026, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:39
-
Jadwal Lengkap Balapan Pertamina Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 20 April 2026, 10:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00













