Ingin Rutinitas Baru, Alasan Lorenzo Tinggalkan Yamaha
Anindhya Danartikanya | 28 Maret 2018 12:05
Bola.net - - Meski sudah setahun berselang, Jorge Lorenzo kembali blak-blakan soal keputusannya meninggalkan Movistar Yamaha MotoGP. Kepada Paddock GP, rider Spanyol ini mengaku butuh rutinitas baru usai membela pabrikan Garpu Tala selama sembilan musim. Tantangan berat di Ducati Corse bahkan tak menghalangi niatnya untuk pergi.
Lorenzo telah menarik perhatian Yamaha sejak masih berkompetisi di kelas balap yang lebih ringan. Ia pun memberikan tanda tangan kontrak kepada Yamaha pada 2006 silam, bahkan sebelum ia merebut gelar dunia GP250. Bersama-sama, mereka merebut segudang kemenangan dan sukses meraih tiga gelar dunia. Meski begitu, Lorenzo mulai jenuh pada 2016 lalu.
Saya merasa berkompetisi dengan Yamaha semakin mudah. Selama sembilan tahun membela tim yang sama, bertarung dengan motor yang sama dan bekerja dengan orang yang sama. Ini seperti rutinitas saja, dan sulit mencari motivasi. Inilah alasan saya memilih menghadapi tantangan yang sangat sulit, seperti sekarang ini bersama Ducati, ujarnya.
Meski sejak pindah ke Ducati dirinya mengalami paceklik kemenangan, hanya merebut tiga podium dan belum cocok benar dengan motor Desmosedici, Lorenzo mengaku belum kehilangan semangat untuk unjuk gigi.
Kini saya punya banyak motivasi untuk membuktikan saya juga bisa menang dengan motor lain. Inilah motivasi terbesar saya. Saya mulai menjadi pembalap pada usia 15, jadi separuh hidup saya habiskan untuk berkompetisi. Usai sembilan tahun bersama Yamaha, tentu saya butuh hal baru, ungkap lima kali juara dunia ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





