Jadi Pengganti Rossi, Quartararo Sebut Tanggung Jawabnya Kian Besar
Anindhya Danartikanya | 9 Juli 2021 10:51
Bola.net - Fabio Quartararo mengaku dirinya kini sudah cukup paham cara mengendalikan tekanan demi merebut gelar dunia MotoGP sejak bergabung dengan Monster Energy Yamaha. Namun, di lain sisi ia menyadari tanggung jawabnya tetap besar karena ia jadi pengganti Valentino Rossi di tim pabrikan. Hal ini ia katakan via Autosport, Kamis (8/7/2021).
Saat menjalani debut MotoGP pada 2019 bareng Petronas Yamaha SRT, El Diablo memang sempat diragukan banyak orang. Namun, ia menggebrak dengan tujuh podium dan mampu memberi tekanan kepada Marc Marquez. Tekanan yang ia dapat pada 2020 pun semakin besar karena ia jadi dijagokan menjadi juara dunia.
Ia memang sempat meraih tiga kemenangan dan ada di puncak klasemen selama sembilan seri pertama, tapi performa motor yang angin-anginan membuatnya tertekan hingga terjun bebas ke peringkat 8 pada akhir musim. Melihat ini, rider Prancis itu pun memetik banyak pelajaran berharga dan kini lebih lihai dalam menghadapi tekanan.
Tekanan Normal, Tanggung Jawab Besar

"Saya merasa tekanan jadi hal yang normal. Saya dapat tekanan sepanjang hidup saya, tapi kini saya merasa itu jadi hal normal. Bisa dibilang saya telah terbiasa. Jelas akan ada momen di mana tekanan bakal lebih besar, saat harus bertarung habis-habisan dalam satu balapan demi merebut gelar. Namun, saat ini saya merasa tekanannya normal," ujarnya.
Di lain sisi, Quartararo juga mengaku, pada awal musim, ia tertekan karena semua mata tertuju padanya. Sebagai pengganti Rossi di tim pabrikan, tentu orang menanti hasil mentereng darinya. "Tanggung jawab saya besar. Dengan saya mengambil alih tempat Vale, semua orang menunggu saya untuk meraih hasil baik dan sebagainya," kisahnya.
"Namun, kini saya sudah ada di depan. Saya merasa bekerja sangat baik dan saya rasa tim saya bahagia. Tapi saya rasa mereka tak hanya senang soal saya, tapi juga soal cara kami bekerja, begitu juga atmosfer yang sangat baik. Seluruh tim kami bekerja dengan baik dan saya rasa ini sangat membantu," lanjut rider 22 tahun ini.
Usaha untuk Tetap Tenang
Quartararo juga menyatakan, perubahan mentalitasnya ini terbantu keputusannya bekerja dengan psikolog. Meski pertemuannya tak intensif, ia mengaku telah mendapatkan metode latihan psikis yang jitu. Ia juga mengaku berusaha keras untuk tetap tenang dalam segala situasi, mengingat musim lalu ia dikenal sebagai rider yang sangat emosional.
"Jujur saja, saya baru dua kali ke psikolog sejak November 2020, namun bagi saya itu cukup. Target saya, psikolog membantu saya tetap tenang. Ia memberi saya beberapa latihan untuk dilakukan sebelum sesi latihan, atau saat saya butuh. Jadi, saat ini saya harus coba ingat untuk latihan ketika marah atau tak senang," tuturnya.
"Latihan tak butuh lebih dari lima detik, dan saya juga bisa melakukannya kapan pun, termasuk di atas motor. Latihan ini cukup mudah dan saya merasa terbantu untuk tetap tenang. Ini juga soal jalan menuju kedewasaan dan pengalaman. Saya belajar dari tahun lalu dan saya sadar saya harus memperbaikinya," tutup Quartararo.
Sumber: Autosport
Video: Angka Covid-19 Meningkat, Australia Batalkan MotoGP dan Formula 1
Baca Juga:
Franco Morbidelli Tak Ingin Hidup Seperti Valentino Rossi-Marc Marquez
Kevin Schwantz: Tak Cuma Loyo, Valentino Rossi Kini Sering Jatuh
Petronas Yamaha SRT Pertimbangkan Jonathan Rea untuk MotoGP 2022
Kebanggaan Prancis: Johann Zarco Tekad Tantang Fabio Quartararo Sampai Akhir
Musim Panas Para Rider MotoGP: Ada yang Liburan, Ada yang Tetap Latihan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST UPDATE
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



