Jelang MotoGP 2019, Maverick Vinales Cari Psikiater
Anindhya Danartikanya | 10 Januari 2019 10:25
Bola.net - - Pebalap Yamaha Factory Racing, Maverick Vinales menyatakan bahwa faktor psikis menjadi penentu dalam performanya di MotoGP. Kepada Motor Sport Magazine, Vinales mengaku bahwa mentalitasnya yang jatuh merupakan salah satu penyebab buruknya performa selama dua tahun terakhir, di mana ia sempat menjalani 29 seri tanpa kemenangan.
Vinales yang bergabung dengan Yamaha pada awal 2017, sempat mendominasi dengan tiga kemenangan pada lima seri pertama. Sayangnya, usai memenangi MotoGP Prancis, ia harus menunggu 1,5 tahun untuk kembali menang, yakni hasil yang baru ia raih di MotoGP Australia pada Oktober lalu.
Bukan rahasia lagi bahwa motor YZR-M1 mengalami berbagai masalah teknis, hingga mereka tak mampu lagi tampil garang melawan Honda dan Ducati. Meski begitu, Vinales menyebut bahwa permasalahannya lebih dari sekadar masalah teknis, melainkan juga termasuk permasalahan psikis.
Makin Ketat, Makin Putar Otak
Rider berusia 23 tahun ini juga menyatakan bahwa makin ketatnya persaingan di MotoGP membuat setiap detail menjadi berpengaruh, termasuk mentalitas pebalap. Menurutnya, jika salah salah satu detail tak berada dalam level optimal, maka hasil baik juga bakal sulit diraih.
"MotoGP sekarang sangat ketat. Sungguh menakjubkan: ban, motor dan level berkendara. Satu kesalahan kecil, Anda bakal finis ke-10! Saya pikir Moto2 sudah sulit, tapi kini MotoGP justru seperti Moto2: suatu hari Anda tak punya performa terbaik dan finis ke-10, jadi Anda harus menjadi yang terbaik di setiap sesi latihan," ungkap Top Gun.
Hal ini pun membuat pebalap harus berpikir keras melancarkan strategi terbaik. "Kini kami melakukan time attack di setiap latihan: FP1, FP2 dan FP3. Biasanya saya tak menjalani terlalu banyak lap, hanya 2-3 kali keluar garasi, karena jika terlalu banyak, Anda bakal lelah dan saat melakukan time attack Anda tidak bersemangat," lanjutnya.
Cari Psikiater Andal
Pencarian strategi terbaik ini pun diakui Vinales membuat para rider sulit menjaga kondisi psikis. Rider Spanyol ini juga mengakui masih memiliki emosi tak stabil dalam menghadapi situasi-situasi buruk. Hal inilah yang membuatnya bertekad mencari psikiater atau psikolog, yakni metode yang sudah dilakukan beberapa pebalap seperti Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci dan Tito Rabat.
"Secara psikis, selalu sulit menjadi 100%. Saya bekerja keras di area ini. Saya tengah mencoba mencari psikiater olahraga, tapi ini tak mudah karena saya harus menemukan yang bagus dan bisa memahami saya. Kadang saya tak benar-benar fokus, jadi jelas saya harus memperbaiki ini. Jika saya menemukan psikiater yang baik, saya bakal mengalami perbaikan yang besar, karena tahun lalu balapan saya buruk karena mental saya jatuh," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil FP1 Moto2 Hungaria 2026: Manuel Gonzalez dan David Alonso Memimpin
Otomotif 5 Juni 2026, 15:45
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47

















