Karir di Ducati, Masa-Masa Terkelam Melandri
Editor Bolanet | 30 Desember 2014 16:15
- Pebalap baru Gresini Aprilia, Marco Melandri mengaku bahwa masa-masanya membela Ducati pada tahun 2008 merupakan momen terburuk dalam karirnya di dunia balap motor, demikian yang ia nyatakan kepada Speedweek.
Runner up MotoGP 2005 ini pernah membela Yamaha, Honda, Ducati dan Kawasaki sebelum hijrah ke World Superbike pada akhir 2010. Saat membela Ducati, ia hanya mampu mengakhiri musim di peringkat ke-17, prestasi terburuknya baik di MotoGP maupun World Superbike.
Momen-momen terburuk bukanlah soal kondisi fisik, melainkan mental. Masa-masa di Ducati adalah masa-masa tersulit. Segalanya tak beres, dan orang-orang di sekitar saya kehilangan kepercayaan, ujarnya.
Melandri sendiri tak pernah percaya diri mengendarai Desmosedici GP8. Saya sudah mengubah segalanya dari aspek teknis. Situasi seperti itu tak mudah bagi pebalap. Tapi saya sudah melewatinya. Saya belajar dari itu semua dan menatap masa depan, tutupnya. (sw/kny)
Runner up MotoGP 2005 ini pernah membela Yamaha, Honda, Ducati dan Kawasaki sebelum hijrah ke World Superbike pada akhir 2010. Saat membela Ducati, ia hanya mampu mengakhiri musim di peringkat ke-17, prestasi terburuknya baik di MotoGP maupun World Superbike.
Momen-momen terburuk bukanlah soal kondisi fisik, melainkan mental. Masa-masa di Ducati adalah masa-masa tersulit. Segalanya tak beres, dan orang-orang di sekitar saya kehilangan kepercayaan, ujarnya.
Melandri sendiri tak pernah percaya diri mengendarai Desmosedici GP8. Saya sudah mengubah segalanya dari aspek teknis. Situasi seperti itu tak mudah bagi pebalap. Tapi saya sudah melewatinya. Saya belajar dari itu semua dan menatap masa depan, tutupnya. (sw/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ducati Lenovo Kompak KO, Alex Marquez Sabet Kemenangan di MotoGP Spanyol 2026
Otomotif 26 April 2026, 19:51
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












