Kecil Hati Selama di Yamaha, Maverick Vinales Masih Lapar Gelar MotoGP di Aprilia
Anindhya Danartikanya | 15 Desember 2022 12:30
Bola.net - Maverick Vinales belakangan ini buka-bukaan soal masa-masa kelamnya di Monster Energy Yamaha. Ia mengaku merasa kecil hati selama membela mereka. Pasalnya, meski terbukti mampu memperebutkan hasil-hasil mentereng, ia merasa tak mendapatkan bantuan teknis yang baik. Alhasil, performanya pun jadi inkonsisten.
Vinales secara mengejutkan memilih pindah ke Yamaha sebagai pengganti Jorge Lorenzo pada 2017, meski tampil kompetitif bersama Suzuki selama dua musim. Selama membela tim pabrikan Yamaha, ia pun sukses mengumpulkan 24 podium, termasuk 8 kemenangan. Namun, hubungan mereka terus memburuk tiap tahun.
Selama di Yamaha, Vinales sempat tiga kali ganti crew chief, yakni dari Ramon Forcada ke Esteban Garcia dan lalu Silvano Galbusera. Namun, kendala inkonsistensi tak kunjung reda. Ketegangan antara Vinales dan Yamaha makin kental pada pertengahan 2021, usai ia finis terbuncit di Jerman tetapi mampu finis kedua di Belanda.
Merasa Bisa Menang, Tetapi Hanya Bisa Finis di Posisi 10-12

Usai hasil janggal itu, kedua belah pihak memilih berpisah pada 2022 meski kontrak mereka masih menyisakan setahun. Namun, usai Vinales merasa frustrasi dan menggeber motornya keras-keras di Seri Styria, ia diskors satu balapan dan perpisahan pun dilakukan usai Seri Austria. Di sana, berakhirlah era Vinales-Yamaha.
"Saya kecil hati dan kecewa. Saya tak merasa seperti balapan. Saat melihat Anda mampu memperebutkan posisi terbaik dan gelar dunia, tetapi hanya bisa finis di posisi 10-12, Anda kehilangan rasa lapar. Setelahnya, ada titik di mana Anda selalu mengajukan pertanyaan yang sama," ujarnya via Motorbike Magazine, Senin (12/12/2022).
"Apa hal yang saya suka? Yang saya suka adalah balapan motor. Saya suka MotoGP dan saya suka menang. Lebih dari apa pun, saya paling suka menang. Itulah alasan saya memutuskan melanjutkan karier, lanjut bersama Aprilia, lanjut memperjuangkan mimpi saya, yakni jadi juara dunia," ujar rider yang juga juara dunia Moto3 2013 ini.
Pembalap Pasti Lahir dengan Ambisi Menang

Vinales juga menyatakan rasa lapar untuk menang tidak pernah sirna usai berpisah dari Yamaha. Menurutnya, seorang pembalap pasti terlahir dengan ambisi untuk menang. "Yang paling memotivasi saya adalah rasa lapar untuk menang. Saya rasa hal itu tidak hilang, karena Anda terlahir dengan ambisi itu," lanjutnya.
'Top Gun' pun merasa ambisinya ini didukung Aprilia Racing, yang ia bela tepat setelah hengkang dari Yamaha pada pertengahan 2021. Skuad asal Italia ini menurutnya memiliki suasana kerja yang lebih kondusif daripada Yamaha. "Atmosfer itu sudah ada sejak lama, dan Aprilia punya atmosfer yang sangat baik," tuturnya.
"Kami tahu masa kami akan datang, kami pun sedang membangunnya, dan kami bekerja keras. Saya harus sabar, ini adalah hal yang telah saya latih dan akan saya teruskan. Waktu kami akan datang, di mana kami menang. Namun, ini butuh usaha dan proses, dan di sanalah kami berada sekarang," pungkas Vinales.
Statistik Prestasi Maverick Vinales

Jumlah Grand Prix: 207
Jumlah pole: 24
Jumlah podium: 71
Jumlah kemenangan: 25
Jumlah gelar dunia: 1 (Moto3 2013)
2011:: GP125 Blusens by Paris Hilton Racing - Peringkat 3
2012:: Moto3 Blusens Avintia - Peringkat 3
2013:: Moto3 Team Calvo - Juara
2014:: Moto2 Paginas Amarillas HP 40 - Peringkat 3
2015:: MotoGP Team Suzuki Ecstar - Peringkat 12
2016:: MotoGP Team Suzuki Ecstar - Peringkat 4
2017:: MotoGP Movistar Yamaha - Peringkat 3
2018:: MotoGP Movistar Yamaha - Peringkat 4
2019:: MotoGP Monster Energy Yamaha - Peringkat 3
2020:: MotoGP Monster Energy Yamaha - Peringkat 6
2021:: MotoGP Monster Energy Yamaha dan Aprilia Racing - Peringkat 10
2022:: MotoGP Aprilia Racing - Peringkat 11
Sumber: Motorbike Magazine
Baca juga:
Marc Marquez: Dioperasi 4 Kali, Lengan Kanan Saya Jelas Takkan Normal Lagi
Alasan Marc Marquez Bikin Serial Dokumenter: Bukti Saya Bukan Superhero, Cuma Manusia Biasa
Jadwal Lengkap Formula 1 2023: 24 Seri, 6 Sprint Race
8 Pabrikan Motor Dunia Pernah Juarai MotoGP, Siapa yang Paling Sukses?
Kini Akur Terus, Jorge Lorenzo Ingin Balapan Mobil Lawan Valentino Rossi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

