Kilas Balik: Penjelasan Valentino Rossi Soal 3 Julukan Populernya
Anindhya Danartikanya | 9 Mei 2020 13:15
Bola.net - Sepanjang kariernya di ajang balap motor, Valentino Rossi diketahui punya banyak julukan. Meski begitu, rider Monster Energy Yamaha MotoGP ini punya tiga julukan yang paling terkenal dan tak asing di telinga penggemar MotoGP, yakni Rossifumi, Valentinik, dan The Doctor.
Julukan-julukan ini pun merupakan bukti bahwa, selain andal di lintasan balap, Rossi juga merupakan sosok yang kreatif. Bersama kawan-kawan terdekatnya, rider asal Italia ini pun kerap menciptakan tren-tren baru di MotoGP, dan salah satunya adalah julukan.
Pada Jumat (8/5/2020), Motor Sport Magazine pun merilis ulang wawancara mereka bersama Rossi yang dilakoni Mat Oxley pada akhir tahun 2001, usai Rossi sukses merebut gelar dunia pertamanya di kelas tertinggi sekaligus menjadi juara dunia terakhir di era GP500.
Dalam wawancara ini, Oxley pun menanyakan latar belakang ketiga julukan tersebut, dan Rossi menjelaskannya secara detail. Simak ulasannya berikut ini tuk, Bolaneters!
Rossifumi (1996-1998)

Di Indonesia, Rossifumi lebih dikenal khalayak ramai sebagai julukan penggemar Rossi. Sebenarnya, Rossifumi justru merupakan julukan Rossi sendiri. Julukan ini ia akui terinspirasi oleh rider Jepang favoritnya yang juga menjadi rivalnya pada 2000-2004, Norifumi Abe, atau yang lebih dikenal dengan Norick Abe.
"Sebelum saya mulai balapan di kejuaraan dunia, saya adalah penggemar berat Grand Prix, itu adalah passion saya. Saya nonton semua balapan di TV, tahu semua nomor pebalap, desain helm mereka, dan semuanya. Rossifumi adalah untuk Norifumi Abe, karena saya sangat menyukainya dan semua rider Jepang," ujar Rossi.
Valentinik (1999-2000)

Valentinik adalah julukan yang dipakai Rossi dalam periode yang tersingkat, yakni hanya selama dua musim. Ia pun mengaku julukan ini terinspirasi karakter superhero Donald Duck di Italia yang dikenal dengan nama Paperinik. Menurutnya, Paperinik menggambarkan seorang superhero juga bisa melakukan kesalahan namun mampu bangkit dari keterpurukan.
"Kami berubah ke Valentinik pada 1999, karena kami butuh superhero yang bangkit dari keterpurukan pada 1998. Pada akhir 1998, saya mengubah gaya balap, lalu memenangi empat balapan terakhir dan jadi sangat kuat di atas motor 250cc. Setelahnya, saya siap menjuarai 1999, jadi kami pilih superhero berdasar komik Italia bernama 'Paperinik'," ujar Rossi yang kini mengoleksi sembilan gelar dunia.
"Paperino adalah Donald Duck di Italia, dan Walt Disney punya superhero bebek bernama Paperinik, yang pakai topeng dan jubah. Ia tak seperti Superman, ia agak kurang beruntung, melakukan beberapa kesalahan. Tapi di akhir setiap cerita ia selalu jadi superhero. Paperino menjadi superhero dan jadi Paperinik, jadi Valentino menjadi superhero dan jadi Valentinik!" jelasnya.
The Doctor (2001-sampai sekarang)

Tahun 2001 adalah tahun kedua Rossi turun di GP500 dan kala itu ia telah berusia 22 tahun. Ia pun mulai merasa harus lebih dewasa, fokus, dan tenang karena telah berkompetisi di kelas para raja. Ia pun mengambil filosofi dokter dalam menjalani kompetisi.
"Setelah Valentinik, kami mengubah julukan menjadi The Doctor untuk 2001, karena dengan 500cc, Anda tak butuh superhero. Anda hanya butuh diam, tenang, dan berpikir, seperti seorang dokter. Selain itu, di Italia juga banyak dokter yang bernama Rossi, saya pun menjadi dr. Rossi," tutupnya.
Sejak itu, Rossi pun belum pernah lagi mengubah julukannya. Logo The Doctor bahkan selalu tersemat di bagian belakang baju balapnya dan stiker di bagian fairing motornya. Tentunya, logo ini juga tertera di berbagai jenis merchandise yang dimiliki Popolo Giallo (Rakyat Kuning), para penggemar Rossi.
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
'Ducati dan Dovizioso Tak Boleh Lupakan Kisah Bersejarah Mereka'
Andrea Dovizioso Incar Kontrak 2 Tahun, Tak Pasti di Ducati
'Tak Ada Alasan Bagi Andrea Dovizioso untuk Pikirkan Pensiun'
MotoGP Tunggu Jadwal Baru Formula 1, Tekad Gelar Tes Tambahan
Marc Marquez Akui Punya 'Rivalitas' dengan Sang Adik Sejak Kecil
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




