Lorenzo Bisa Jadi Rider Utama, Marquez Ogah Tiru Tembok Rossi
Anindhya Danartikanya | 30 Juli 2018 10:50
Bola.net - - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku santai soal kedatangan Jorge Lorenzo sebagai tandemnya di MotoGP musim depan. Meski begitu, rider 25 tahun ini menyatakan dirinya akan tetap mengantisipasi peluang Por Fuera mengambil alih posisinya sebagai rider nomor satu di pabrikan Sayap Tunggal.
Marquez yang sejak 2013 bertandem dengan Dani Pedrosa, tahun depan untuk pertama kalinya akan berganti rekan setim. Ia akan bertandem dengan Lorenzo yang merupakan lima kali juara dunia, sekaligus satu-satunya rider yang pernah menjegalnya merebut gelar pada 2015 lalu. Marquez pun mengaku tak takut.
Saya tahu soal pilihannya ke Honda. Honda memberitahu saya dan bertanya apa itu akan jadi masalah buat saya. Saya sendiri tak ambil keputusan, tapi saya bilang tak masalah. Saya tak boleh takut pada siapa pun dan saya lebih memilih salah satu rival terberat sebagai senjata saya, jadi kami tak lagi punya alasan (tampil buruk), ujarnya kepada Mundo Deportivo.
Takkan Tiru Rossi

Kedatangan Lorenzo pun membuat Marquez berada di situasi yang mirip dengan Valentino Rossi pada 2008, yakni pertama kalinya Lorenzo membela Yamaha. Saat itu, Rossi yang merasa Lorenzo sebagai ancaman besar, meminta dinding pembatas di antara garasi mereka. Meski begitu, dinding ini 'hilang' saat The Doctor kembali dari Ducati ke Yamaha pada 2013 lalu.
Saya rasa dinding itu hanyalah masalah psikis. Saya sendiri takkan melakukannya, ungkap Marquez. Anda bisa menang sebanyak mungkin, tapi jika tahun depan Jorge juara, maka ia akan jadi rider utama. Hal ini terjadi saat pertama kali saya tiba di Honda, saat itu Dani Pedrosa yang mendikte pengembangan motor, dan secara bertahap saya jadi rider utamanya.
Gaya Balap Berbeda

Marquez pun mengaku kepada Marca, bahwa dirinya lebih mencemaskan hal teknis ketimbang psikis dalam bertandem dengan Lorenzo, mengingat keduanya punya gaya balap yang sangat berbeda, di mana Marquez sangat agresif sementara Lorenzo dikenal dengan gaya balapnya yang halus.
Dani rider yang hebat, dan Honda telah mencari rider kuat lain seperti Jorge. Dengan dua rider juara di tim yang sama, keduanya pasti sama-sama ingin menang, tapi hanya akan ada satu yang berhasil. Saya rasa kedatangan Jorge berarti akan ada dua gaya balap berbeda. Evolusi motor bakal berbeda, tapi hanya itu yang bisa saya katakan, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20














