Marc Marquez Sadar Tak Lagi Muda, Ngaku Tak Lagi Balapan Pakai Insting
Anindhya Danartikanya | 17 Juli 2024 12:36
Bola.net - Pembalap Gresini Racing, Marc Marquez, menyatakan usianya yang tak lagi muda, ditambah berbagai kecelakaan yang menimpanya di MotoGP, membuatnya berkendara dengan cara yang berbeda dibanding saat masih muda dulu. Delapan kali juara dunia ini bahkan tak malu-malu mengakui ia tak lagi balapan memakai insting.
Marquez menjalani debut MotoGP pada 2013 dalam usia 20 tahun. Ia langsung meraih banyak podium dan kemenangan, bahkan merebut gelar dunia. Ia pun dikenal sebagai pembalap yang tak kenal takut, dan para rival menyebutnya cenderung berkendara menggunakan insting ketimbang melakukan perhitungan mendalam.
Namun, Marquez mengakui dirinya tak lagi begitu. Kini, ia telah berusia 31 tahun. Manis dan pahit dari kompetisi MotoGP yang sengit sudah ia rasakan. Ia juga telah mengalami banyak peristiwa-peristiwa krusial bagi kariernya, terutama saat ia mengalami cedera lengan berkepanjangan akibat kecelakaan hebat di Jerez pada 2020.
Rider Muda Tak Terlalu Kepikiran Performa Motor

Lewat Speedweek pada Minggu (14/7/2024), Marquez tak memungkiri bahwa ia melihat para pembalap muda yang ia hadapi sekarang mengingatkannya kepada dirinya yang dulu. Ia menyatakan bahwa pembalap muda, mengingat pengalamannya masih sedikit, lebih cenderung menggunakan insting seperti dirinya dulu.
"Tahun depan, Marc Marquez akan berusia 32 tahun. Ketika Anda tiba di sini sebagai pembalap berusia 20 tahun, Anda tahu soal MotoGP tetapi Anda tak tahu apa-apa soal apa yang sedang terjadi. Anda hanya bergantung pada insting alami Anda. Anda bertarung melawan nama-nama besar dan Anda tak punya beban," kisah Marquez.
"Kini, para rider muda datang dengan ritme berbeda, tanpa cedera, dan punya insting alami. Ketika saya membuntuti Acosta, Martin, atau Bahkan Bagnaia, yang 5 atau bahkan 10 tahun lebih muda dari saya, mereka berkendara dengan cara alami. Mereka tak terlalu memikirkan motor dan kadang itu bisa jadi hal positif," lanjutnya.
Sadar Performa Atlet Bakal Menurun

Marquez pun sadar roda kehidupan seorang atlet terus berputar, dan ia yakin cepat atau lambat ia akan berada di bawah. Ia pun berharap masih bisa tampil kompetitif setidaknya lima tahun lagi, sebelum benar-benar serius memikirkan keputusan gantung helm.
"Saya paham bahwa ini proses alami dalam kehidupan seorang atlet. Ini bukan 'Marquez dulu lebih baik dari Lorenzo dan Rossi ketika ia datang'. Tahun ini, saya lebih baik, tetapi setiap atlet punya momennya sendiri," ungkap kakak Alex Marquez ini.
"Ketika Anda di puncak, Anda harus bekerja lebih keras demi membuat segalanya lebih mulus. Jika berhasil, Anda bakal punya karier panjang. Entah apakah penurunan ini telah dimulai bagi saya, atau butuh 1, 2, atau 3 tahun lagi. Kita akan pahami itu lima tahun lagi," pungkas Marquez.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
- Sebut Jorge Martin Lebih Tangguh dari Pecco Bagnaia, Pramac: Rebutan Gelar Sengit sampai Akhir!
- Pedro Acosta Akhirnya Ngaku Hampir Bela Tim Valentino Rossi, Batal Gara-Gara Kurang Sponsor
- Pesan Marc Marquez untuk Lewis Hamilton: Kalau Mau Beli Gresini, Jadi Partner Saya Saja
- Marc Marquez Soal Pramac Tinggalkan Ducati: Rugi Buat Saya, Untung Buat Fans
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






