Marc Marquez Santai Diteriaki Fans Italia, Apresiasi Gestur Sportif Pecco Bagnaia
Anindhya Danartikanya | 12 September 2024 15:40
Bola.net - Pembalap Gresini Racing, Marc Marquez, mengaku santai-santai saja mendapatkan teriakan dari fans Italia usai memenangi MotoGP San Marino di Sirkuit Misano pekan lalu. Ia juga mengaku mengapresiasi gestur sportif Pecco Bagnaia, yang meminta fans Italia tidak meneriaki Marquez di podium.
Sejak berselisih dengan Valentino Rossi di Sepang, Malaysia, pada 2015, Marquez memang menjelma menjadi musuh publik Italia. Ia tidak disambut hangat setiap kali berlaga di Sirkuit Mugello dan Misano, dan bahkan kerap diteriaki penonton ketika naik podium dan menang.
Marquez sendiri tak pernah mempedulikan teriakan-teriakan ini, dan bahkan kerap memberikan ciuman jauh setiap bertemu para pembencinya. Peristiwa ini terulang di Misano akhir pekan lalu. Ketika Marquez dipanggil untuk naik podium, tifosi segera meneriakinya dan Marquez memberi mereka ciuman jauh.
Sudah Belajar Terima Teriakan Penonton

Dalam program 'El Larguero' di radio Cadena SER, Marquez menyebut sejatinya teriakan fans Italia pekan lalu tidaklah separah dulu. "Saya mendengar teriakan-teriakan itu, tetapi tidak seperti pada 2016 dan 2017. Pada akhirnya, Anda harus belajar menerimanya," ujarnya seperti yang dikutip Todo Circuito, Kamis (11/9/2024).
Marquez juga menanggapi video yang viral di sosial media, di mana Bagnaia terlihat tak menyukai ulah penonton meneriaki Marquez. Bagnaia mengangkat tangan dan menggoyangkan jari telunjuk ke arah penonton di bawah podium, lalu menggoyangkan telapak tangan sebagai permintaan kepada penonton untuk menghentikan teriakan.
Marquez pun mengapresiasinya. "Gestur Bagnaia telah mengatakan banyak hal tentang dirinya. Ketika saya naik podium, saya mendedikasikan kemenangan itu untuk Fausto Gresini. Saat itulah Pecco meminta agar saya tidak diteriaki. Namun, pada akhirnya, apa saja memang bisa terjadi di sirkuit," lanjutnya.
Merasa Tak Perlu Memprovokasi Penonton
Marquez juga menyatakan alasannya tidak berjoget heboh di atas podium Misano usai menang, meski panitia telah menyediakan seorang DJ. Padahal, ia selalu berjoget heboh tiap kali naik podium, terutama usai memenangi MotoGP Aragon sepekan sebelumnya. Marquez pun menjelaskan alasannya.
"Anda harus tahu kapan momen Anda, kapan harus beraksi dan kapan Anda harus tidak melakukannya. Namun, saat itu, tak peduli betapa bahagianya saya, saya bukan protagonis di podium. Protagonisnya adalah Pecco dan (Enea) Bastianini. Penonton menyerukan nama mereka," ungkap Marquez.
"Ini normal saja, kami ada di Italia, mereka mendukung rider Italia. Itu adalah momen Pecco. Ia pun harus memberikan pertunjukan di podium. Tak perlu ada provokasi. Anda boleh merayakan kemenangan, tetapi tak perlu bersenang-senang di atas kegagalan orang lain," pungkas pembalap Spanyol berusia 31 tahun ini.
Sumber: El Larguero Cadena SER, Todo Circuito
Baca Juga:
- Liberty Media Akhirnya Konfirmasi Ketertarikan Lewis Hamilton Beli Tim MotoGP
- Perlengkapan Tim-Tim MotoGP Dijadwalkan Tiba di Mandalika pada 24 September 2024
- Demi Persiapan Matang MotoGP Indonesia 2024, Sirkuit Mandalika Ditutup Sementara
- 10 Rider MotoGP Bakal Parade di Mataram Jelang Seri Mandalika, Marc Marquez Ikut?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harapan Virgil van Dijk untuk Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool
Liga Inggris 15 Februari 2026, 22:24
-
Bukan Tottenham, Enzo Maresca Bakal Jadi Manajer Manchester City Berikutnya?
Liga Inggris 15 Februari 2026, 22:14
-
Kesalahan Mahal Dean Huijsen Tidak Mengurangi Kepercayaan Real Madrid
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 22:10
-
Ruang Ganti MU Satu Suara: Harry Maguire Harus Diberi Kontrak Baru!
Liga Inggris 15 Februari 2026, 21:58
-
Tempat Menonton Napoli vs Roma: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 15 Februari 2026, 21:44
LATEST UPDATE
-
Babat Habis Wigan, Mikel Arteta Acungi Jempol Penampilan Arsenal
Liga Inggris 16 Februari 2026, 02:32
-
Arsenal vs Wigan, Panggung Pembuktian Eberechi Eze
Liga Inggris 16 Februari 2026, 02:11
-
Arsenal Menang Besar dan Clean Sheet Lawan Wigan Athletic, Noni Madueke Full Senyum!
Liga Inggris 16 Februari 2026, 01:51
-
Man of the Match Arsenal vs Wigan: Eberechi Eze
Liga Inggris 16 Februari 2026, 01:28
-
Jadi Manajer Terbaik EPL Edisi Januari 2026, Michael Carrick Pilih Merendah
Liga Inggris 15 Februari 2026, 23:33
-
Cesc Fabregas Murka, Sarankan Alvaro Morata Ganti Karier Usai Dapat Kartu Merah di Como
Liga Italia 15 Februari 2026, 23:24
-
Trent Alexander-Arnold Tampil Tokcer Lawan Sociedad, Bos Real Madrid: Gak Kaget Tuh!
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 22:38
-
Liverpool Bisa Juara FA Cup 2025/2026, Kuncinya Ada di Pemain Ini
Liga Inggris 15 Februari 2026, 22:28
-
Harapan Virgil van Dijk untuk Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool
Liga Inggris 15 Februari 2026, 22:24
-
Bukan Tottenham, Enzo Maresca Bakal Jadi Manajer Manchester City Berikutnya?
Liga Inggris 15 Februari 2026, 22:14
-
Kesalahan Mahal Dean Huijsen Tidak Mengurangi Kepercayaan Real Madrid
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 22:10
-
Ruang Ganti MU Satu Suara: Harry Maguire Harus Diberi Kontrak Baru!
Liga Inggris 15 Februari 2026, 21:58
-
Tempat Menonton Napoli vs Roma: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 15 Februari 2026, 21:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00

