Merasa Anak Tiri Yamaha, Franco Morbidelli Syok Jadi Runner Up MotoGP 2020
Anindhya Danartikanya | 24 November 2020 16:23
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, mengaku 'syok' bisa meraih tiga kemenangan dan menjadi runner up MotoGP 2020, mengingat pada awal musim ini ia sangat marah karena merasa dianaktirikan oleh Yamaha. Hal ini ia sampaikan kepada GPOne pada Senin (23/11/2020) usai finis ketiga di Portimao, Portugal.
Awal musim ini, Morbidelli memang kurang bersinar. Usai finis kelima di Spanyol, ia gagal finis di Andalusia ketiga tiga rider Yamaha lain naik podium. Ia pun meraih podium perdananya di Ceko dengan finis kedua, namun ia sempat kehilangan percaya di Austria dan Styria usai bertabrakan keras dengan Johann Zarco.
Kepercayaan dirinya pun kembali saat tampil di San Marino, di mana ia menggebrak dengan kemenangan yang dominan. Sejak itu ia tampil lebih konsisten, dan akhirnya kembali menang di Teruel dan Valencia, dengan tambahan satu podium usai finis ketiga di Portimao. Hasil-hasil ini pun membantunya jadi runner up.
Prestasi Morbidelli ini jelas fantastis, apalagi jika mengingat ia gagal meraih satu podium tahun lalu, dan tahun ini ia sekadar mengendarai YZR-M1 versi 2019, alih-alih YZR-M1 versi 2020 seperti Maverick Vinales, Fabio Quartararo, dan Valentino Rossi, yang justru mengakhiri musim di peringkat 6, 8, dan 15.
Level Persaingan Internal di Yamaha Memang Tinggi

"Saya sangat puas atas musim ini. Musim ini tak dimulai dengan cara terbaik, karena saya frustrasi saat tahu bakal dapat motor yang berbeda dari tiga rider Yamaha lain. Tapi kami mampu mengatasi semua masalah dan menuju arah yang tepat. Kini saatnya rehat dan memikirkan tahun depan," ungkap juara dunia Moto2 2017 ini.
Sekadar dapat motor M1 versi 2019 tak bikin Morbidelli merasa talentanya diremehkan. Ia justru maklum karena tiga rider Yamaha lainnya juga sangat kuat. Namun, ia tetap sedih karena selalu jadi 'pilihan keempat' Yamaha. Kini ia berharap 2020 menjadi peringatan bagi mereka bahwa dirinya tak kalah berpotensi dibanding yang lain.
"Saya tak merasa diremehkan. Saya tahu tiga rider Yamaha lain sangat kuat. Tapi saya merasa ada di tempat terbuncit di Yamaha. Saya harap musim ini bikin saya jadi pertimbangan serius Yamaha. Level kompetisi di Yamaha memang tinggi. Vale punya pengalaman segudang, sementara Fabio dan Mack super cepat," ujarnya.
Sempat Merasa Tak 'Dicintai' Yamaha
Di lain sisi, Morbidelli juga mengaku dirinya sama sekali tak menduga bakal mengoleksi tiga kemenangan sepanjang musim ini, terutama menjadi runner up. Apalagi ia sempat merasa dianaktirikan dan tak 'dicintai' oleh Yamaha karena diberi paket motor lama.
"Jika Anda bilang bahwa saya bakal memenangi tiga balapan di MotoGP, saya mungkin bakal nangis! Ini sungguh bikin saya syok. Tapi tak dimungkiri musim ini memang hebat," kisah rider Italia berdarah Brasil ini, yang juga anggota VR46 Riders Academy.
"Pada awal musim, saya bagaikan rider Yamaha paling tertinggal. Fakta bahwa saya punya motor berbeda dari tiga rider lain bikin saya merasa tak dicintai. Tapi saya memusnahkan amarah ini dengan bekerja keras di rumah dan bekerja keras dengan tim. Semua terbayarkan dan kami telah membuat perbedaan," tutup Morbidelli.
Sumber: GPOne
Video: Miguel Oliveira Menangi MotoGP Portugal 2020
Baca Juga:
Tugas Berkurang: Valentino Rossi Jelaskan Keuntungan Bela Tim Satelit Yamaha
Terhormat Bela KTM, Pol Espargaro Tak Cemas Gagal Menang
Casey Stoner: Joan Mir Kejutan Manis, Tapi Sulit Samai Level Marc Marquez
Casey Stoner Sebal Rider MotoGP Masa Kini Terpengaruh Instagram
FIM Resmi Rilis Daftar Peserta MotoGP, Moto2, dan Moto3 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18










