Morbidelli Tegaskan Yamaha Masih Tertinggal di Akselerasi
Anindhya Danartikanya | 22 Maret 2019 16:15
Bola.net - - Pebalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli menegaskan kegundahan duet Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales dengan menyatakan bahwa YZR-M1 masih jauh tertinggal dari para rival di tiga area, yakni akselerasi, traksi dan top speed. Hal ini ia nyatakan kepada Crash.net.
Rider Italia berdarah Brasil ini start dari posisi 8 dalam MotoGP Qatar, namun sempat melorot ke posisi 15 pada lap pertama. Meski begitu, ia mampu naik ke posisi 9 dalam empat lap, sebelum terpaksa melancarkan strategi bertahan akibat ban belakang lunaknya aus lebih cepat. Morbidelli pun harus puas finis di posisi 11.
Uniknya, meski disulitkan degradasi ban, Morbidelli masih sempat melakukan perbandingan antara M1 dan Honda RC213V. "Saya menghabiskan banyak waktu dengan para rider Yamaha, tapi juga dapat kesempatan melihat beberapa Honda. Pada dasarnya kami masih kesulitan di area akselerasi dan traksi, begitu juga top speed. Area-area itulah di mana kami sangat tertinggal dibanding mereka," ujarnya.
Tetap Cepat Pakai Ban Lunak

Dalam balapan ini, Rossi berhasil menjadi pebalap Yamaha terbaik dengan finis di posisi 5 usai start dari posisi 14. Sementara itu, Vinales hanya mampu finis di posisi 7, sementara tandem Morbidelli, Fabio Quartararo finis di posisi 16 usai mesinnya mati sesaat sebelum start. Ketika Rossi dan Vinales memakai ban belakang medium, duet SRT justru memakai ban belakang lunak.
"Saya merasa sangat kuat pada awal balapan dan mencoba menghemat ban, saya tak ngotot. Saya rasa semua rider juga tak terlalu ngotot pada awal balapan, tapi saya bisa memperbaiki posisi dengan cepat, dan saat mereka mulai ngotot, mereka mencatat 1 menit 55 detik yang rendah, sementara saya mencatat 1 menit 55 detik rerata dengan mudah. Jadi saya senang soal ini," ungkap Morbidelli.
Fokus Tatap Argentina
Juara dunia Moto2 2017 ini pun menolak memandang hasil MotoGP Qatar sebagai hasil negatif, namun memilih untuk menjadikannya sebagai pelajaran untuk menghadapi balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina pada 29-31 Maret mendatang. Ia pun berharap tak lagi melakukan blunder dalam pemilihan ban.
"Saya senang bisa nyaman di atas motor. Kami hanya tak mengendalikan ban dengan baik. Saya harus melamban dan tampil dengan strategi bertahan demi membawa motor saya ke garis finis. Sungguh disayangkan, karena sejatinya saya cepat dengan ban medium. Tapi saya putuskan pakai ban lunak karena saya lebih cepat, namun ternyata tak terbayar. Kami akan pergi ke Argentina dan melihat level performa kami di sana," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Chelsea Janji Evaluasi Internal Usai Pecat Liam Rosenior
Liga Inggris 23 April 2026, 12:22
-
Legenda Chelsea Terkejut Liam Rosenior Dipecat
Liga Inggris 23 April 2026, 12:20
-
Utusan Donald Trump Ingin Timnas Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 April 2026, 12:03
-
Olivier Giroud Akui Rindu AC Milan, Soroti Masalah Lini Depan Rossoneri
Liga Italia 23 April 2026, 11:57
-
Lamine Yamal Menangis Usai Cetak Gol, Cedera Ancam Mimpi Piala Dunia 2026
Liga Spanyol 23 April 2026, 11:53
-
Mau Aurelien Tchouameni, MU Harus Setor Segini ke Real Madrid
Liga Inggris 23 April 2026, 11:52
-
AC Milan Terdepan Dapatkan Leon Goretzka
Liga Italia 23 April 2026, 11:42
-
Gercep, Chelsea Hubungi Pelatih Spanyol Ini untuk Gantikan Liam Rosenior
Liga Inggris 23 April 2026, 11:38
-
Dipecat Chelsea, Berapa Pesangon yang Diterima Liam Rosenior?
Liga Inggris 23 April 2026, 11:24
-
Berapa Poin yang Dibutuhkan Barcelona untuk Juara La Liga?
Liga Spanyol 23 April 2026, 11:20
-
Wow! Ruben Amorim Jadi Calon Pelatih Baru Chelsea?
Liga Inggris 23 April 2026, 11:12
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37









