Pantang Minder, Andrea Dovizioso: Wajar Rider Muda MotoGP Punya Gaya Berbeda
Anindhya Danartikanya | 13 Oktober 2021 12:49
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Andrea Dovizioso, mengaku dirinya sama sekali tak cemas harus melawan begitu banyak pembalap muda yang bergaya balap agresif di MotoGP. Hal ini ia sampaikan kepada MotoGP.com, Selasa (12/10/2021), usai sepuluh bulan vakum dan kembali balapan di Seri San Marino dan Austin.
Tahun depan, mengingat Valentino Rossi akan pensiun akhir musim nanti, Dovizioso resmi akan jadi pembalap tertua di grid MotoGP. Pada Maret 2022, usianya akan menginjak 36 tahun. Meski begitu, tiga kali runner up ini tak merasa minder, dan justru bersemangat tampil kompetitif, bahkan bertekad merebut gelar pada 2022.
Beberapa musim terakhir, persaingan MotoGP sangat ketat. Musim ini juga banyak rider muda garang, seperti Fabio Quartararo, Pecco Bagnaia, Joan Mir, Jack Miller, Brad Binder, dan bahkan debutan seperti Jorge Martin dan Enea Bastianini. Para rider muda pun identik dengan agresi, namun Dovizioso merasa ini tren yang normal.
Makin Berdekatan, Sulit Masuk Papan Atas

Rider Italia ini yakin, perubahan gaya balap di MotoGP terjadi seiring berubahnya teknologi motornya pula. "Saya tahu kini banyak rider muda. Mereka berkendara dengan cara berbeda. Ini normal, karena ban dan motor MotoGP terus berubah. Bedanya, kini semua sangat berdekatan, hingga bertarung di papan atas tidaklah mudah," ujarnya.
Perubahan besar yang terjadi di MotoGP belakangan ini adalah elektronik dan aerodinamika. Seperti diketahui, MotoGP memberlakukan penyeragaman elektronik sejak 2016, dan Ducati mempelopori banyak jenis aerodinamika yang kini juga diterapkan pabrikan lain. Meski tak suka, Dovizioso maklum para rider harus beradaptasi.
"Menurut saya, MotoGP masa kini terlalu banyak aerodinamika dan elektronik, sementara para rider makin cepat. Jadi, sangatlah sulit menjalani pertarungan, terutama ketika Anda membuntuti seseorang. Tapi tanpa aerodinamika, mustahil menempel dan menyalip mereka. Ini sulit dan Anda harus cepat," ungkapnya.
Merasa Punya Pengalaman Cukup

Dovizioso pun yakin bahwa memang sudah jadi tugas pembalap untuk beradaptasi dengan segala teknologi motor MotoGP yang terus berubah dan berkembang. Ia juga merasa tak perlu terbebani karena tak ada yang mudah dalam mencari performa kompetitif di kejuaraan tersebut.
"Yang penting sekarang adalah seberapa cepatnya Anda dan cara Anda mengendalikan balapan. Saya tak perlu tertekan, karena berkompetisi di MotoGP memang sulit. Namun, saya rasa saya punya pengalaman untuk menghadapi semuanya dengan baik," pungkas juara dunia GP125 2004 ini.
Dovizioso akan kembali berlaga di Sirkuit Misano dalam pekan balap MotoGP Emilia Romagna pada 22-24 Oktober mendatang. Saat ini ia tengah berada di peringkat 25 pada klasemen pembalap dengan tiga poin, usai baru kembali balapan di Seri San Marino dan Austin.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
Masih Tekad Juarai MotoGP, Andrea Dovizioso: Orang Lain Boleh Bilang Saya Gila
Valentino Rossi Beber Alasan Jadikan Alberto Surra Anggota Baru VR46 Academy
Mentalitas Hancur: KTM Ungkap Penyebab Jebloknya Performa Miguel Oliveira
Sadar Bahaya: Aleix Espargaro Cegah Kedua Anaknya Ikuti Jejak Jadi Pembalap
Ayah Simoncelli Damai dengan Pedrosa, Berandai-andai Sang Anak Lawan Marquez
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




