Perjalanan Karier Pecco Bagnaia: Nyaris Berhenti Balapan di Moto3, Dibimbing Valentino Rossi sampai Jadi Juara MotoGP
Anindhya Danartikanya | 11 Agustus 2025 10:22
Bola.net - Ayah Pecco Bagnaia, Pietro Bagnaia, baru-baru ini membeberkan perjalanan berliku karier sang putra di MotoGP. Pietro menyatakan putranya itu nyaris berhenti balapan saat masih berlaga di Moto3, sebelum akhirnya menjelma menjadi pembalap papan atas dan merebut gelar dunia di kelas para raja.
Bagnaia menduduki peringkat ketiga CEV Moto3 (kini JuniorGP) pada 2011 dan 2012, sebelum berlaga di Grand Prix lewat kelas Moto3 pada 2012. Kala itu, ia membela San Carlo Team Italia di atas motor FTR Honda, tetapi gagal kompetitif. Ia mengakhiri musim tanpa kemenangan, podium, bahkan poin.
Kepada siniar PecinoGP, Pietro menyatakan Bagnaia merasa stres selama membela Team Italia. Alhasil, Pietro mengatur tes tertutup bagi putranya untuk menjajal motor Mahindra. Tes itu berjalan baik, tetapi Bagnaia terancam tak bisa balapan pada musim berikutnya akibat kendala kontrak dengan Team Italia. Namun, akhirnya semua berjalan lancar.
Ditawari Bergabung ke VR46 Riders Academy

"Mereka (Team Italia) tak mengajarkan apa pun dan selalu marah. Jadi, saya mendorong Pecco mengikuti tes Mahindra... Seorang manajer tim bilang kepada saya, jika Pecco mengikuti tes itu, ia takkan pernah balapan lagi. Saya menandatangani surat pelepasan dan menerima konsekuensi," ujar Pietro seperti yang dikutip GPOne, Minggu (10/8/2025).
Project Manager VR46 Riders Academy, Alessio 'Uccio' Salucci pun mengajak Bagnaia bergabung pada 2014. Ia bahkan diletakkan di tim Rossi yang baru terbentuk, Sky VR46 Racing Team. "Pecco sangat gembira jadi bagian tim itu. Ia yang semula depresi, kembali bersemangat balapan. Dari situlah perjalanan bersama tim Sky dimulai," lanjut Pietro.
Sayang, Bagnaia tetap sulit kompetitif bersama tim VR46. Tanpa keluar dari akademi, Bagnaia pindah ke Aspar Mahindra pada 2015. Ia bertandem dengan Jorge Martin, dan menjalin pertemanan yang erat. Tak disangka-sangka, keduanya malah sengit berebut gelar dunia MotoGP pada 2023 dan 2024. "Di sana, ia bertemu Jorge. Keduanya langsung akrab, sering makan bersama, dan berbagi kamar," kisah Pietro.
Anggota VR46 Pertama yang Tak Berasal dari Lingkup Valentino Rossi
Demi fokus pada kariernya, Bagnaia pun memilih pindah rumah dari Turin ke Pesaro dalam usia 17 tahun demi bisa rutin berlatih dengan Rossi dan anggota VR46 Riders Academy lainnya. Ia sempat tak mendapatkan restu dari sang ibu, Stefania Atzori. Namun, akhirnya Bagnaia mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya.
"Tekad Pecco akhirnya membuatnya (sang ibu) setuju. Ia adalah pembalap pertama di luar lingkar pertemanan Rossi. Justru karena itu, ia disambut dengan sangat baik,” ujar Pietro, yang bangga karena segala pengorbanan sang putra sejak belia berbuah manis berbentuk tiga gelar dunia Grand Prix.
"Yang membuat saya terkesan adalah rasa ingin tahunya untuk mengamati apa yang dilakukan orang lain dengan penuh antusiasme. Ia sangat menyukai detail teknis. Selain itu, ia olahragawan sejati. Ia tenang, fokus, dan tak tertarik membuat pertunjukan dengan berpura-pura jadi seseorang yang bukan dirinya," tutup Pietro.
Sumber: PecinoGP, GPOne
Baca Juga:
Manuel Gonzalez Sempat Hampir Naik ke MotoGP Bareng Gresini, Batal Gara-Gara Fermin Aldeguer?
Manuel Gonzalez Terancam Tak Naik ke MotoGP 2026, Bukti Pembalap Spanyol Bukan 'Anak Emas'
Puji Perkembangan Aprilia di Tangan Marco Bezzecchi, Jorge Martin: Saya Bodoh Jika Tak Pilih Bertahan
Alex Marquez Sebut Sudah Mustahil Kejar Marc Marquez di Perebutan Gelar Dunia MotoGP 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

