Perjalanan Panjang Tetsuta Nagashima Menjadi Pemenang Moto2
Anindhya Danartikanya | 10 Maret 2020 09:13
Bola.net - Pebalap Red Bull KTM Ajo, Tetsuta Nagashima, berhasil membuat banyak orang menoleh padanya usai secara sensasional memenangi balapan Moto2 Qatar di Sirkuit Losail pada hari Minggu (8/3/2020) lalu.
Nagashima yang start dari posisi 14, tiba-tiba saja merangsek ke depan di pertengahan balap, bertarung sengit dengan Luca Marini, Lorenzo Baldassari, Enea Bastianini, Joe Roberts, dan Remy Gardner.
Rider asal Jepang ini akhirnya sukses meraih podium sekaligus kemenangan perdananya, serta memimpin klasemen pebalap untuk pertama kali. Ia pun mengulang sukses mendiang Shoya Tomizawa, yang meraih prestasi sama persis pada 2010 lalu.
Untuk menjadi rider papan atas seperti sekarang, Nagashima pun harus melalui perjuangan dan perjalanan panjang. Ia pun bekerja keras, sekaligus mendapat banyak bantuan dari banyak sosok penting.
Seperti apa sih perjalanan karier Nagashima, juga bapak tiga anak ini? Simak ulasannya berikut ini.
Dapat Bantuan dari Tomizawa
Bantuan perdana yang ia dapat berasal dari Shoya Tomizawa, rider Jepang yang menggebrak arena MotoGP dengan kemenangannya di Losail 10 tahun lalu. Tomizawa, yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Misano pada tahun yang sama, adalah sahabat Nagashima sejak belia.
"Shoya adalah pahlawan saya, karena saat saya mulai balapan, saya melakukannya dengan Shoya. Saya selalu mengikutinya, dari kejuaraan pocket bike, minibike, sampai All Japan Championship, di mana kami jadi rekan setim," kisah Nagashima via MotoGP.com.
Saran dan nasihat Tomizawa pula yang membantu Nagashima menjuarai GP-Mono All Japan Road Race 2011 dan jadi runner up J-GP3 Championship 2012. Prestasi inilah yang membuat Nagashima mendapat fasilitas wildcard di Moto2 Motegi, Jepang pada 2013.
Dibimbing Aki Ajo dan Kembali ke Kejuaraan Dunia

Nagashima pun mendapat kesempatan untuk menjalani debut penuh di Moto2 pada 2014, menjadi tandem Kohta Nozane yang kini jadi test rider Yamaha MotoGP. Sayangnya, performa yang tak gemilang membuatnya tak dapat kontrak baru, hingga ia memilih turun di FIM CEV Moto2 pada 2015.
Di kejuaraan Eropa itu, Nagashima konsisten finis di posisi 8 besar, termasuk meraih dua podium di tiga balapan terakhir. Performa ini membuatnya dilirik oleh Aki Ajo, sosok bertangan dingin dan yang juga bos Red Bull KTM Ajo. Ajo pun memasukkan Nagashima ke Ajo Motorsport Academy untuk FIM CEV Moto2 2016.
Di bawah bimbingan Ajo, Nagashima langsung meraih delapan podium, termasuk kemenangan di Valencia, membuatnya menjadi runner up di klasemen akhir. Alhasil, ia pun mendapatkan kontrak dari Teluru SAG Team untuk kembali turun secara penuh di Grand Prix Moto2 pada 2017.
Kembali ke SAG Team dan Unjuk Gigi

Bersama SAG Team, Nagashima memang tak langsung tampil mencolok, namun ia terus berprogres positif, dan mencuri perhatian dengan finis ke-10 di Malaysia. Setahun kemudian, ia pun pindah ke Idemitsu Honda Team Asia untuk menggantikan Takaaki Nakagami yang naik ke MotoGP.
Bersama tim tersebut, Nagashima hanya meraih dua poin pada paruh pertama musim 2018, namun bangkit pada paruh kedua musim dengan finis kedelapan di Thailand. Meski begitu, ia akhirnya memutuskan kembali membela Onexox TKKR SAG Team pada 2019, dan pada musim itulah ia mulai unjuk gigi.
2019 tak pelak lagi adalah musim terbaik Nagashima. Bertandem dengan rider yang kuat, Remy Gardner, Nagashima juga menjelma menjadi rider yang tak bisa diremehkan. Ia konsisten bertarung di posisi 10 besar, dengan hasil terbaik finis kelima di Belanda dan Inggris, serta merebut pole di Austria.
Kembali ke Ajo dan Menang usai Penantian 7 Tahun

Usai menuai prestasi gemilang pada 2019, Nagashima pun kembali didekati oleh Ajo, diminta untuk membela Red Bull KTM Ajo pada 2020, untuk menggantikan Brad Binder yang naik ke MotoGP. Keputusan Ajo dan KTM menggaet Nagashima ini sempat membuat banyak orang heran.
Nagashima sendiri tadinya cukup ragu meninggalkan SAG Team, namun pengalaman Ajo dalam mengorbitkan rider dengan nama-nama besar, ditambah struktur tim yang solid, akhirnya ia menerima tawaran tersebut. Kerja sama ini pun terbukti membuahkan hasil baik.
Meski harus menunggu selama tujuh tahun dan 70 start Grand Prix, Nagashima akhirnya benar-benar merasakan kemenangan perdana, yang ia raih di Moto2 Qatar akhir pekan lalu. Kini, rider berusia 27 tahun itu pun berharap bisa meraih lebih banyak hasil gemilang lagi di masa depan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:30
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




