'Quartararo Bisa Samai Marquez-Lorenzo Asal Mampu Kendalikan Tekanan'
Anindhya Danartikanya | 21 Juli 2019 15:25
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, mengakui bahwa menggaet pebalap muda seperti Fabio Quartararo memang langkah yang sangat berisiko di MotoGP. Meski begitu, Jarvis menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tak ragu mengambil keputusan tersebut, dan percaya pada talenta rider 20 tahun itu.
Jarvis menyebut Petronas Yamaha SRT lah yang setahun lalu mengajukan proposal untuk menggaet Quartararo. Meski tim baru, SRT diyakini Jarvis sebagai tim yang baik, karena dimanajeri Wilco Zeelenberg, mengambil alih banyak teknisi dari Marc VDS Racing, serta digawangi oleh Sepang International Circuit (SIC) Team.
Atas alasan ini, Jarvis menaruh kepercayaan pada mereka untuk menaungi Quartararo. "Memang jelas berisiko, tapi kenapa tidak? Tim mereka baru, dan kami tak punya ekspektasi tinggi. Kami rasa, secara teori, tim ini bakal sangat bagus, tapi butuh waktu untuk belajar," ujarnya seperti yang dilansir Speedweek.
Nyatanya, SRT justru bekerja seolah sudah lama turun di MotoGP. Di bawah naungan mereka, Quartararo dan tandemnya, Franco Morbidelli langsung tampil kompetitif. Quarararo bahkan sukses meraih tiga pole dan dua podium dalam sembilan seri pertama musim ini.
"Menggaet Fabio keputusan yang sangat baik. Jelas Anda bisa saja ambil rider Spanyol atau Italia, tapi rider muda asal Prancis juga bagus untuk kejuaraan ini. Ia masih sangat muda, dan ia tidak 'mahal'. Ini juga memberi pengaruh besar pada tim baru," lanjut Jarvis.
Tak Masalahkan Awal Karier Berliku

Quartararo sukses menjuarai CEV Moto3 2013 dan 2014 dalam usia 14 dan 15 tahun, dan dapat keringanan menjalani debut Moto3 2015 saat usianya belum genap 16 tahun. Ia langsung meraih dua pole dan dua podium, tapi permasalahan dengan manajemen membuatnya hilang fokus dan arah karier, hingga terpuruk di tahun-tahun berikutnya.
"Fabio menunjukkan performa menjanjikan di kelas-kelas ringan. Lima tahun lalu, ia sensasional di Moto3, tapi lalu Anda dengar manajemennya buruk. Kita dengar cerita-cerita aneh, orang bilang ia kombinasi antara Ayrton Senna dan Valentino Rossi. Kata-kata macam ini, yang berasal dari lingkungannya, bakal sangat merugikan kariernya," ungkap Jarvis.
Meski begitu, Jarvis tak mempermasalahkan jalan Quartararo yang bergeronjal, dan tetap yakin ia anak yang penuh talenta. "Setahun lalu, kami tak tahu apa yang bisa kami harapkan darinya. Apa ia bisa mengendarai M1? Kami jawab pertanyaan ini dengan 'ya'. Itulah alasan kami setuju saat SIC mengajukan proposal ini," tuturnya.
Quartararo Punya Karakter Positif
Saking percayanya pada potensi Quartararo, Yamaha memberinya kontrak dua tahun. Jarvis bahkan yakin El Diablo bisa mengikuti jejak rider yang telah memberi tiga gelar dunia kepada Yamaha, Jorge Lorenzo, dan bahkan mengikuti jejak gemilang Marc Marquez. Meski begitu, Jarvis tetap penasaran performa Quartararo di musim-musim berikutnya.
"Bisa jadi. Tapi sejauh ini ia belum dapat beban yang signifikan. Meski begitu, saya tak cemas, karena Fabio anak baik. Ia normal, apa adanya, tidak rumit, sangat sopan, menyenangkan, dan sangat cepat. Beban akan membesar karena ekspektasi makin tinggi. Tekanan bisa mengubah seseorang dan lingkungannya. Tapi sejauh ini Fabio sangat rendah hati. Ia punya karakter yang baik," tutup Jarvis.
Menjelang MotoGP Ceko di Sirkuit Brno pada 2-4 Agustus nanti, Quartararo masih dalam tahap pemulihan cedera arm pump pada lengan kanan dan dislokasi bahu kiri. Ia tengah berada di peringkat kedelapan pada klasemen pebalap dengan 67 poin, hanya tertinggal 13 poin dari Rossi di peringkat keenam.
Baca Juga:
'Fabio Quartararo Takkan Garang Jika Pakai Motor Selain Yamaha'
Lempar Pujian, Marquez Sebut Quartararo Belum Lewati 'Ujian' Nyata
Jarvis: Valentino Rossi Bukan Lagi Masa Depan Yamaha di MotoGP
Brno-Austria Cocok untuk Ducati, Petrucci Antisipasi Serangan Marquez
Marc VDS Tekad Pertahankan Alex Marquez di Moto2 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Minggu 9 Agustus 2026
Otomotif 9 Agustus 2026, 07:50
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
LATEST UPDATE
-
Gabriel Martinelli Pergi, Mikel Arteta Tetap Puas dengan Opsi Serangan Arsenal
Liga Inggris 5 September 2026, 00:20
-
Link Live Streaming Betis vs Madrid, 5 September 2026
Liga Spanyol 4 September 2026, 23:45
-
Link Live Streaming Ipswich vs Liverpool, 5 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 23:10
-
Xabi Alonso Minta Chelsea Move On dari Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 22:35
-
Michael Carrick Yakin Joshua Zirkzee Masih Penting untuk Manchester United
Liga Inggris 4 September 2026, 22:00
-
Jude Bellingham Makin Bersinar di Sistem Jose Mourinho: Lebih Bebas dan Lebih Berbahaya
Liga Spanyol 4 September 2026, 21:25
-
Hasil BRI Super League: Bali United Bungkam PSS Sleman, Dua Gol Dianulir
Bola Indonesia 4 September 2026, 21:19
-
Chelsea Siapkan 100 Juta Euro untuk Pengganti Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 20:50
-
Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
Liga Inggris 4 September 2026, 20:15
-
Barcelona Punya Alasan Khusus Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Datangkan Julian Alvarez
Liga Spanyol 4 September 2026, 19:40
-
Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
Liga Inggris 4 September 2026, 19:05
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51







