Quartararo: Sengit Lawan Marquez, Momen Terbaik dalam Hidup Saya
Anindhya Danartikanya | 16 September 2019 11:52
Bola.net - Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, harus rela melihat kemenangan yang sempat ada di depan matanya jatuh ke tangan Marc Marquez di MotoGP Misano, San Marino, Minggu (15/9/2019). Meski begitu, rider Prancis ini tetap menganggap balapan kali ini merupakan salah satu momen terbaik dalam hidupnya.
Sekali lagi, Quartararo mengancam pertarungan papan atas MotoGP dengan memimpin balapan dari Lap 3 sampai Lap 26. Meski tak mengendarai YZR-M1 spek pabrikan, El Diablo justru tampil sangat garang. Sayangnya, ia tak benar-benar lepas dari Marquez, yang ketat menempelnya sejak awal balapan.
"Ini balapan yang berat, dan saya tahu ia akan coba melakukan sesuatu di lap terakhir. Jika lihat pit board dan hanya unggul 0,2 detik di depan Marc selama 20 lap, tentu tak mudah. Pada akhirnya saya tak melakukan kesalahan, hanya kadang melewatkan ujung tikungan," ujarnya kepada Crash.net usai finis kedua.
Ingin Rematch di Kesempatan Lain
Quartararo yang andal di tikungan cepat, merasakan kekuatan Marquez di trek lurus pada awal lap terakhir, di mana rider Repsol Honda itu menyalipnya. Quartararo membalas di Tikungan 4, namun Marquez kembali menyalip di Tikungan 8. Quartararo menyerang di Tikungan 14, namun motornya goyah hingga Marquez melenggang.
"Bagusnya ia menyalip saya di tikungan pertama dan saya bisa menyalip lagi di Tikungan 4, dan kami memperebutkan kemenangan sampai momen terakhir. Hari ini adalah momen terbaik dalam hidup saya, bertarung dengannya, dan saya harap bisa mengalami momen lebih baik lagi seperti ini musim ini," kisah rider Prancis ini.
Memimpin balapan sejak awal di hadapan Marquez, berarti Quartararo terpaksa membeberkan kekuatan dan kelemahannya di Misano. Meski begitu, rider berstatus debutan ini sama sekali tak menyesali strateginya, dan bahkan mengaku akan melancarkan strategi serupa jika mendapat kesempatan lain di masa depan.
Dapat Banyak Pengalaman
"Saya rasa memimpin balapan sejak awal adalah keputusan terbaik, karena dengan motor ini kami tahu, jika seseorang ada di depan dan itu bukan Yamaha, maka bakal sulit berkendara dengan cara yang sama. Kami tahu setiap motor butuh gaya balap tertentu, dan bagi kami ini keputusan terbaik," ungkapnya.
Quartararo pun mengaku mendapat banyak pelajaran dari balapan ini. "Kami harus berpikir bahwa kami adalah debutan, dan saya rasa kami tampil sangat baik. Saya dapat banyak pengalaman, dan jika saya punya peluang lagi untuk memimpin sepanjang balapan, saya akan melakukannya lagi," pungkasnya.
Berkat hasil ini, Quartararo mengokohkan diri sebagai kandidat terkuat dalam perebutan gelar debutan terbaik dan gelar rider tim independen terbaik. Ia berada di peringkat ketujuh pada klasemen pebalap dengan 112 poin. Ia akan kembali turun lintasan di MotoGP Aragon, Spanyol, 20-22 September.
Sumber: Crash.net
Baca Juga:
- Highlights Pertarungan Sengit Marquez vs Quartararo di MotoGP Misano
- Tanggapi Marquez, Rossi: Saya Tak Perlu Cekcok demi Dapat Motivasi
- Jadwal Siaran Langsung: MotoGP Aragon, Spanyol 2019
- Insiden dengan Rossi Bikin Marquez Termotivasi Menangi Misano
- Quartararo Senang Sengit Lawan Marquez Meski Gagal Menang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








