Seperti Keluarga Sendiri, Alasan Bautista Tetap di Aspar-Ducati
Anindhya Danartikanya | 19 Agustus 2017 10:00
Bola.net - - Alvaro Bautista akhirnya membeberkan alasan mengapa dirinya memutuskan untuk bertahan di Pull & Bear Aspar Team dan menunggangi Ducati Desmosedici di MotoGP tahun depan. Merasa bagian dari keluarga Aspar dan Ducati, ternyata merupakan faktor utama mengapa rider Spanyol ini keukeuh bertahan.
Bautista bukan orang asing bagi Aspar Team. Bersama-sama, mereka meraih gelar dunia GP125 pada tahun 2006, dan meraih kesuksesan di GP250 dengan prestasi terbaik Bautista duduk sebagai runner up pada tahun 2008, di mana ia harus mengakui keunggulan mendiang Marco Simoncelli.
Pada 2010, ia pun naik ke MotoGP, membela Rizla Suzuki selama dua tahun sebelum membela ke Honda Gresini selama 2012-2014. Pada 2015, Gresini bergabung dengan Aprilia, dan Bautista pun membela mereka selama dua musim, hingga akhirnya kembali ke Aspar Team dan mengendarai Desmosedici GP16 musim ini.
Bautista sempat ditawari untuk kembali ke Aprilia, namun menolak. Saya mendapat tawaran dari Aprilia dan juga Marc VDS. Pada akhirnya, saya sangat menikmati motor musim ini. Saya sangat merasakan dukungan dari Ducati, bahkan meski saya bukan pembalap pabrikan, ujarnya kepada Crash.net.
Ducati memang dikenal menghargai jasa pada rider tim satelitnya. Meski tak memberikan motor terbaru kepada mereka, pabrikan Italia ini tetap yakin bahwa feedback para rider tim satelit juga sama berharganya untuk pengembangan Desmosedici. Dukungan teknis yang didapat pun membuat Bautista merasa nyaman.
Saya merasa seperti bagian dari keluarga Ducati. Saya sangat menyukai tim ini, menyukai motornya, jadi saya memutuskan untuk bertahan di sini. Tentu opsi lain punya sisi positif dan negatif, namun soal keseimbangan, saya memilih bertahan di sini, pungkas rider berusia 32 tahun ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






