Stoner: Desmosedici Motor Terbaik di MotoGP 2009
Editor Bolanet | 10 Februari 2016 11:30
Sepanjang musim itu, Stoner meraih delapan podium, termasuk empat kemenangan. Ketika kami menggunakan sasis karbon pada tahun 2009, saya yakin kami punya motor terbaik di MotoGP. Sayang, saya tak bisa turun penuh musim itu. Tapi menurut saya, sejak MotoGP Catalunya, motor kami begitu menakjubkan, ujarnya kepada Crash.net.
Sejak turun di MotoGP pada tahun 2003, Ducati lahir dengan sasis baja hingga 2008, yakni sebelum mereka beralih ke sasis karbon pada 2009. Stoner yakin serat karbon merupakan senjata ampuh bagi Ducati, namun pabrikan Italia itu menggantinya dengan sasis aluminium sejak 2011 demi menghapus kesulitan yang dialami Valentino Rossi.
Motor kami begitu impresif, dan ini merupakan sasis karbon. Jadi potensi kami sangat tinggi, namun menemukan setup yang tepat sedikit lebih sulit. Segalanya berubah setelah saya pergi. Saya masih merasa serat karbon kami belum dimanfaatkan dengan baik, masih ada potensi besar yang harus digali, ujar Stoner yang pekan lalu mengendarai Desmosedici GP15 dengan sasis aluminium di Sepang, Malaysia.
Sulit membandingkannya, karena ada banyak perubahan. Saya rasa ada alasan bagus mengapa Ducati masih menggunakan swingarm karbon, karena karbon punya potensi besar. Kami menginginkan sasis yang bagus untuk menjalani musim secara penuh, dan aluminium akan memberi Anda sedikit lebih banyak feedback dan pondasi yang lebih baik sepanjang musim, tutup Stoner. [initial]
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


















