Terbiasa Dianggap 'Habis', Rossi Masih Ambisius Kejar Gelar Ke-10
Anindhya Danartikanya | 17 Februari 2019 12:30
Bola.net - - Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi yakin andai tak melakukan kesalahan di Valencia 2006 dan tak terlibat dalam polemik dengan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo pada 2015, maka kini ia bisa mengoleksi 11 gelar dunia. Atas alasan ini, The Doctor mengaku masih sangat berambisi merebut gelar dunianya yang ke-10, meski usianya tak lagi muda.
Pada Sabtu (16/1), Rossi 'resmi' menginjak usia 40 tahun, dan dipastikan bakal tetap tampil di MotoGP setidaknya sampai akhir 2020. Ia sendiri tak menyangka masih bisa tampil kompetitif, meski sudah 10 tahun tak mengecap gelar. Di lain sisi, ia mengaku sudah terbiasa dianggap sudah 'habis' oleh banyak pihak sejak 2006 dan 2007, di mana ia kalah di tangan Nicky Hayden dan Casey Stoner.
"Pertama kali saya mendengar saya sudah 'habis' adalah pada 2007. Saat itu saya punya lima gelar MotoGP. Nyatanya saya memenangkan dua gelar lagi. Yang penting dari segalanya, usai lebih dari 10 tahun sejak kala itu, saya malah masih ada di sini. Ini lucu. Saya beberapa kali salah strategi dalam balapan, saya juga bukan yang tercepat saat uji coba. Ini tampaknya agak ekstrem!" ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport.
Kesalahan Paling Nyata
Tahun 2019 pun akan menjadi musim ke-20 Rossi di kelas tertinggi, dan hingga kini ia mengaku masih bertanya-tanya apakah berbagai keputusan penting ia ambil dalam kariernya merupakan ide bagus atau justru ide buruk, termasuk keputusannya pindah dari Honda ke Yamaha pada 2004 dan Yamaha ke Ducati pada 2011, begitu juga polemik 'Sepang Clash' dengan Marquez pada 2015.
"Kesalahan terbesar saya adalah pada 2006. Andai saya lebih tenang dan tak terjatuh di Valencia, saya pasti bisa merebut gelar. Kemudian ada beberapa hal yang tak saya pahami dengan baik, entah ini kesalahan atau bukan, yakni kepindahan saya ke Ducati, atau bahkan pindah ke Yamaha ketimbang terus menang bersama Honda. Begitu juga yang terjadi pada 2015. Tapi kesalahan nyata saya adalah pada 2006," ungkapnya.
Penyesalan Sekaligus Impian
Rider asal Tavullia, Italia ini pun mengaku masih sedih gagal merebut gelar dunia pada 2006 dan 2015, serta gagal menduduki peringkat runner up pada 2007, 2010, 2014, 2017 dan 2018. Di lain sisi, ia juga menegaskan bahwa ambisinya untuk meraih gelar dunia lagi sebelum pensiun masih sangat besar.
"Gelar ke-10 adalah penyesalan sekaligus impian. Gelar ini adalah impian yang masih sangat saya percayai, tapi juga penyesalan yang sangat besar. Harusnya saya layak mendapatkannya. Saya dua kali gagal merebutnya tepat di balapan terakhir. Saya juga seharusnya bisa jadi runner up berkali-kali. Jadi karier saya layak dapat gelar ke-10. Ini juga hal yang masih saya rasakan hingga kini," pungkasnya.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37

















