Valentino Rossi Jelaskan Ritual Jongkok di Sebelah Motor Sebelum Start
Anindhya Danartikanya | 31 Maret 2020 17:30
Bola.net - Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, dikenal sebagai salah satu rider MotoGP yang memiliki begitu banyak ritual. Dalam buku otobiografi 'What If I Have Never Tried It' yang dirilis pada tahun 2005 lalu, Rossi sendiri mengaku dirinya percaya takhayul.
Ritual Rossi yang terkenal adalah berjongkok di sebelah kanan motor untuk memegang footpeg dan lalu menaiki motornya untuk keluar dari pitlane. Tapi ada satu lagi ritual 'jongkok' yang ia lakukan, yakni saat di grid sebelum balapan dimulai.
Bedanya, ritual berjongkok di grid ia lakukan bukan untuk memegang footpeg, melainkan untuk mengajak motornya 'bicara'. Rossi biasanya berjongkok sembari membawa botol minumnya, berbisik dan kadang membentur-benturkan pundak dengan ringan pada fairing motornya.
Momen 'Ngobrol' dengan Motor

Dalam wawancaranya dengan Sky Sport baru-baru ini, Rossi pun menjelaskan apa arti yang sebenarnya dari ritual di grid tersebut. "Ketika saya di dekat motor, itu adalah ritual. Biasanya saya jongkok di sebelahnya," ungkap sembilan kali juara dunia berusia 41 tahun ini.
"Saya coba bicara dengannya, menyemangatinya, bilang padanya bahwa pada saat start, hanya ada saya dan dia, dan kami harus coba naik podium. Saya bilang padanya bahwa ia harus membantu saya dalam momen sulit. Ia tak pernah menjawab, namun jika ia menjawab, saya takkan kaget," kisah The Doctor.
"Saat berjongkok di sebelah motor, itulah momen terakhir saya, ketika saya harus memotong semua 'jembatan' dengan semua hal selain balapan, bahkan 'jembatan' dengan semua orang yang ada di grid saya. Setelahnya, saya hanya boleh memikirkan balapan," lanjutnya.
Jelaskan Momen-Momen Terburuk

Rossi juga menjelaskan bahwa momen-momen paling tidak menyenangkan baginya menjelang balapan adalah ketika kelas Moto2 menjalani start. Ia mengaku saat itulah perutnya mulai dipenuhi kupu-kupu karena merasa cemas. Menurutnya, itulah tanda yang benar-benar nyata bahwa sebentar lagi ia akan balapan.
"Momen terburuk adalah saat balapan Moto2 dimulai. Pada momen itulah saya mulai cemas karena saya tahu setelah mereka, giliran saya balapan. Perasaan ini muncul di benak saya sampai lima menit sebelum balapan MotoGP dimulai. Setelahnya, saya akan memasuki fase konsentrasi yang berbeda dan hanya memikirkan balapan," ungkapnya.
Rider berusia 41 tahun ini pun mengakui bahwa ia merasa cinta dan benci terhadap momen-momen membingungkan tersebut. Atas alasan inilah ia menyatakan bahwa salah satu hal yang akan ia rindukan ketika pensiun nanti adalah justru momen-momen mendebarkan seperti itu.
Jadi Hal yang Bakal Sangat Dirindukan

"Apa yang saya rasakan sebelum balapan sangatlah indah, dan ketika saya pensiun nanti, momen inilah yang akan paling saya rindukan. Pada momen itulah saya merasa tak nyaman, merasa gelisah, tapi di dalam Anda merasakan adrenalin terpacu dan ada semangat untuk tampil baik," ungkap Rossi.
"Saya cemas hanya karena olahraga ini adalah olahraga berbahaya, dan karena takut melakukan kesalahan dan bisa-bisa menghancurkan balapan. Jadi, perasaan baik dan buruk inilah yang tak terlupakan. Menurut saya, banyak pebalap yang juga balapan hanya demi merasakan perasaan ini," pungkasnya.
MotoGP 2020 akan menjadi musim ke-25 Rossi di ajang Grand Prix. Ia pun mengaku bertekad menjadikan beberapa seri pertama sebagai masa evaluasi performa. Jika terbukti masih mampu tampil kompetitif, maka ia bersedia membela Petronas Yamaha SRT pada 2021.
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
- Marc Marquez Beber 5 Rival Tersengit di Sepanjang Kariernya
- Deretan WAGs Cantik MotoGP, Siapa yang Jadi Idola Kamu?
- Momen Kocak Para Rider Persiapkan Diri Jelang MotoGP Virtual Race
- Sembuh dari Covid-19, Nenek Usia 102 Tahun Ini Ingin Jumpa Valentino Rossi
- Pecco Bagnaia Pastikan Ikut Seri Kedua MotoGP Virtual Race
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Di Bawah Thom Haye, Seberapa Mahal Nilai Layvin Kurzawa Dibanding Skuad Persib?
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:55
LATEST UPDATE
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26












