Valentino Rossi: Jorge Lorenzo Selalu Jadi Motivasi Saya
Anindhya Danartikanya | 15 November 2019 07:45
Bola.net - Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, mengaku turut prihatin atas keputusan Jorge Lorenzo untuk pensiun dari MotoGP dalam usia 32 tahun akhir musim ini. Keputusan tersebut diumumkan sang rider Repsol Honda di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, pada Kamis (14/11/2019).
Menurut Rossi, keputusan ini sungguh disayangkan, karena Lorenzo ia nilai sebagai salah satu rider terhebat dan paling bertalenta yang pernah ada di MotoGP. Rossi juga punya ikatan emosional tersendiri dengan Lorenzo, mengingat mereka bertandem di Yamaha pada 2008-2010 dan 2013-2016.
"Sungguh disayangkan karena MotoGP kehilangan salah satu bagian terpentingnya, salah satu pebalap tercepat yang pernah ada. Jelas ia merupakan salah satu rider paling bertalenta di era ini. Saya punya banyak memori dengan Jorge, karena kami bertandem di Yamaha begitu lama," ujar Rossi via MotoGP.com.
Harapkan yang Terbaik
Ketika masih bertandem di Yamaha, bukan rahasia lagi bahwa Rossi dan Lorenzo kerap bertarung sengit di lintasan dan cekcok di luar lintasan. Meski begitu, rivalitas ini justru membuat mereka saling dorong untuk tampil lebih baik. The Doctor sendiri mengakui bahwa Por Fuera selalu menjadi salah satu sumber motivasinya.
"Sebagai tandem, Jorge selalu jadi motivasi saya, karena ia sangat kuat dan konsentrasinya sangat tinggi, serta selalu mengerahkan segalanya. Tapi setiap orang memang punya perjalanan kariernya sendiri, punya perasaan sendiri. Jadi saya harapkan yang terbaik bagi masa depan Jorge," ungkapnya.
Kenangan Barcelona 2009
Rossi pun mengaku bahwa memori terbaiknya dengan Lorenzo adalah balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, pada 2009. Dalam balapan tersebut, keduanya bertarung sengit memperebutkan kemenangan. Rossi akhirnya keluar sebagai pemenang, usai menyalip Lorenzo di tikungan terakhir.
"Memori terbaik saya adalah Barcelona pada 2009, saat kami memperebutkan kemenangan, karena kami juga memperebutkan gelar. Pada akhirnya saya menang di tikungan terakhir, tapi pertarungan kami sungguh epik, salah satu balapan terbaik dalam karier saya. Tapi kemudian kami berpelukan di parc ferme, itu adalah momen yang baik," tutup Rossi.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bukan Sekedar Rumor, MU Mulai Bergerak untuk Amankan Jasa Manu Kone
Liga Inggris 17 Juli 2026, 21:00
-
Thomas Tuchel: Gak Ada yang Mau Main di Perebutan Juara 3 Piala Dunia!
Piala Dunia 17 Juli 2026, 20:00
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Inggris 19 Juli 2026
Piala Dunia 17 Juli 2026, 18:15
-
Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
Bola Indonesia 17 Juli 2026, 18:02
-
Joan Laporta: Jika Wasit Adil, Spanyol akan Juara Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 17 Juli 2026, 16:00
-
Igor Tolic Sebut Frans Putros Ingin Cari Tantangan Baru di Luar Persib
Bola Indonesia 17 Juli 2026, 14:47
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














