Yamaha Cemaskan 'Mood' Maverick Vinales yang Naik Turun
Anindhya Danartikanya | 22 Juli 2019 09:30
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, sama sekali tak meragukan talenta dan ambisi sang pebalap, Maverick Vinales. Meski begitu, Jarvis mengaku cukup mencemaskan suasana hati Vinales yang kerap naik turun ketika menghadapi situasi buruk, demikian yang dilansir oleh Speedweek baru-baru ini.
Usai menjalani dua musim perdananya di MotoGP bersama Suzuki Ecstar, Vinales memilih bergabung dengan Yamaha sejak awal 2017 dengan target merebut gelar dunia. Apesnya Vinales, motor YZR-M1 justru mengalami performa yang sangat drastis. Grip dan elektroniknya mengalami masalah berkepanjangan.
Sejak bergabung, Vinales baru meraih lima kemenangan di atas M1. Untuk meraih kemenangannya yang keempat, ia bahkan harus mengalami paceklik lebih dari setahun, atau 28 tanpa satu pun kemenangan. Belakangan ini, ia mampu mengalami kemajuan performa, lewat kemenangan di Assen. Meski begitu ia masih harus membuktikan bahwa M1 memang telah 'bangkit'.
"Anda akan selalu cemas jika melihat rider-rider Anda mengalami masa sulit. Soal Maverick, saya bisa ungkapkan kekuatan dan kelemahannya. Kekuatannya, meski frustrasi, ia bisa terus memotivasi dirinya dengan berlatih keras, tetap ngotot, tetap bertarung, dan akhirnya kembali ke puncak," ujar Jarvis.
Gampang Terpengaruh Situasi Negatif
Meski begitu, pria asal Inggris ini mengaku cemas saat sekalinya Vinales mengalami situasi buruk. Menurut Jarvis, mentalitas Top Gun mudah terjun bebas saat tak menemui ekspektasi performa, walau ia cukup cepat kembali ke mentalitas positif. Mood yang naik turun inilah yang membuat Jarvis khawatir.
"Kelemahannya, ia terlalu mudah terpengaruh situasi negatif, meski ia mampu mengendalikan diri dan akhirnya kembali ke situasi positif tanpa harus susah payah. Jika ia menjalani hari yang buruk, ia menunjukkan suasana hati yang cenderung naik turun," kisah Jarvis.
Vinales Harus Pertahankan Zona Nyaman
Jarvis pun berharap Vinales bisa memperbaiki kelemahannya yang satu ini. Ia ingin rider berusia 24 tahun itu mampu mengendalikan situasi hati dan mentalitasnya. Ia yakin, seorang pebalap yang memiliki konsentrasi tinggi akan bisa meraih sukses besar. Salah satu solusi yang dianjurkan Jarvis adalah menggaet psikolog.
"Rider harus bisa membuat situasi seimbang dan tetap fokus agar sukses. Jika Maverick ada di dalam zona nyaman, ia bisa dapat banyak keuntungan besar. Entah apa ia punya pelatih mental. Setiap rider pasti lihat persiapan mereka dari semua sudut pandang. Tapi jelas ia tak punya pelatih mental di lintasan balap," tutup Jarvis.
Menjelang MotoGP Ceko yang digelar di Sirkuit Brno pada 2-4 Agustus mendatang, Vinales tengah menduduki peringkat kelima pada klasemen pebalap dengan 85 poin, unggul lima poin atas tandemnya, Valentino Rossi di peringkat keenam.
Baca Juga:
'Takkan Ada Perubahan Personel di Tim Valentino Rossi'
'Quartararo Bisa Samai Marquez-Lorenzo Asal Mampu Kendalikan Tekanan'
'Fabio Quartararo Takkan Garang Jika Pakai Motor Selain Yamaha'
Lempar Pujian, Marquez Sebut Quartararo Belum Lewati 'Ujian' Nyata
Jarvis: Valentino Rossi Bukan Lagi Masa Depan Yamaha di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
-
Ducati Tak Gentar Aprilia Siapkan Team Order untuk Jorge Martin di MotoGP Australia 2026
Otomotif 23 Oktober 2026, 16:09
-
Pembalap Aprilia Bantah Ada Rapat Bahas Team Order untuk Jorge Martin: Hanya Minum Kopi
Otomotif 22 Oktober 2026, 23:46
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
-
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:37
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





