60 Tahun Berlalu dan 14 Pelatih Berbeda, Inggris Belum Lagi Juara Piala Dunia
Richard Andreas | 15 Mei 2026 16:26
Bola.net - Timnas Inggris kembali memasuki era baru setelah Thomas Tuchel resmi mengambil alih kursi pelatih. Jabatan tersebut selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pekerjaan paling berat di dunia sepak bola, dengan tekanan publik dan media yang hampir tidak pernah surut.
Sejak Sir Alf Ramsey membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966, sudah 14 pelatih berbeda mencoba mengulang keberhasilan tersebut. Namun tidak ada satu pun yang mampu mendekati pencapaian itu secara konsisten di tengah ekspektasi besar dan sorotan tanpa henti.
Kegagalan demi kegagalan kemudian membentuk narasi panjang yang melekat pada sepak bola Inggris. Kini, muncul pertanyaan baru: apakah seorang pelatih asing seperti Tuchel justru lebih cocok menghadapi pekerjaan yang selama ini dianggap “mustahil” itu?
Kutukan Panjang Kursi Pelatih Inggris

Posisi pelatih Timnas Inggris memiliki sejarah panjang yang dipenuhi tekanan emosional. Hubungan Inggris dengan Piala Dunia terus dibayangi rasa frustrasi sejak kekalahan kontroversial akibat gol “Hand of God” Diego Maradona pada 1986 hingga kegagalan lewat adu penalti pada 1990, 1998, dan 2006.
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 1994 juga menjadi salah satu noda besar dalam sejarah sepak bola Inggris. Semua pengalaman tersebut menumpuk menjadi beban psikologis yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tekanan itu semakin besar karena peran media Inggris yang terkenal keras terhadap pemain maupun pelatih. Graham Taylor pernah digambarkan sebagai lobak di halaman depan media, sementara Sven-Goran Eriksson juga mendapat perlakuan serupa.
Bobby Robson bahkan pernah diminta mundur setelah hasil imbang melawan Arab Saudi. Glenn Hoddle dan Sam Allardyce juga sama-sama kehilangan pekerjaannya akibat kontroversi yang dipicu pemberitaan media dan wawancara tersembunyi.
Gareth Southgate Mengubah Atmosfer

Situasi mulai berubah ketika Gareth Southgate mengambil alih tim nasional Inggris. Southgate memilih pendekatan berbeda dengan membuka hubungan yang lebih dekat antara pemain, pelatih, dan media.
Pendekatan itu membantu meredakan ketegangan yang selama bertahun-tahun melekat pada tim nasional Inggris. Citra Southgate yang tenang dan terbuka ikut menciptakan suasana yang lebih positif di sekitar skuad.
Keberhasilan Southgate membawa Inggris tampil kompetitif juga membuat tekanan sedikit berkurang dibanding era-era sebelumnya. Namun situasi itu tidak bertahan selamanya.
Menjelang Euro 2024, kritik terhadap Southgate kembali meningkat dari suporter maupun media. Tekanan yang sempat mereda kembali muncul hingga akhirnya Southgate memutuskan mundur dari jabatannya.
Thomas Tuchel Datang dengan Cara Berbeda
Kini, Thomas Tuchel mencoba menghadapi tantangan yang sama dengan pendekatan berbeda. Pelatih asal Jerman itu dikenal memiliki gaya komunikasi yang lugas dan lebih bebas saat berhadapan dengan media.
Pendekatan tersebut sejauh ini dinilai membantu mengurangi tekanan dan sorotan negatif yang biasanya langsung mengiringi pelatih Inggris. Tuchel juga terlihat tidak terlalu terbebani oleh sejarah panjang kegagalan sepak bola Inggris.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan menarik mengenai apakah seorang pelatih asing justru lebih siap menghadapi tekanan pekerjaan tersebut. Tuchel tidak tumbuh bersama trauma kolektif sepak bola Inggris yang selama puluhan tahun terus membayangi tim nasional mereka.
Karena itu, jabatan yang selama ini dianggap sebagai “pekerjaan mustahil” mungkin justru terasa berbeda bagi seorang pelatih Jerman seperti Tuchel.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:21
-
Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:55
-
Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:45
-
Harry Kane Ukir Sejarah di Wembley, Sang Kapten Tak Mau Berhenti
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 07:15
-
Jude Bellingham Sebut Harry Kane Pemain Terbaik Inggris Sepanjang Masa
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 06:40
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

