Analisis Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko, Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Rep Ceko yang Sulit Ditebak!

Asad Arifin | 10 Juni 2026 17:03
Analisis Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko, Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Rep Ceko yang Sulit Ditebak!
Selebrasi Raul Jimenez dalam laga Meksiko vs Serbia, Jumat (5/6/2026). (c) AP Photo/Moises Castillo

Bola.net - Piala Dunia 2026 akan dibuka dengan pertandingan dari Grup A yang menghadirkan persaingan menarik sejak hari pertama. Meksiko sebagai tuan rumah akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi Afrika Selatan pada 11 Juni di Mexico City.

Grup A menjadi salah satu grup yang paling sulit diprediksi pada turnamen kali ini. Tidak ada tim yang benar-benar mendominasi sehingga peluang lolos masih terbuka bagi seluruh peserta.

Advertisement

Meksiko mendapat keuntungan karena memainkan mayoritas pertandingan di hadapan pendukung sendiri. Namun, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Republik Ceko memiliki modal yang cukup untuk memberikan kejutan.

Komposisi kekuatan yang relatif berimbang membuat setiap pertandingan di Grup A berpotensi menentukan nasib tim. Kesalahan kecil bisa menjadi pembeda dalam perebutan tiket ke babak gugur.

1 dari 5 halaman

Meksiko

Meksiko

Aksi Guillermo Ochoa saat membela Timnas Meksiko (c) AP Photo/Moises Castillo

Meksiko kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia setelah terakhir kali menggelarnya pada 1986. Dukungan publik di Stadion Azteca yang telah direnovasi menjadi senjata penting bagi El Tri.

Empat tahun lalu, Meksiko gagal lolos dari fase grup di Qatar. Hasil tersebut menjadi kemunduran setelah sebelumnya mereka selalu mencapai babak 16 besar pada tujuh edisi beruntun sejak 1994.

Harapan besar kini diarahkan kepada Gilberto Mora yang baru berusia 17 tahun. Talenta muda tersebut digadang-gadang menjadi wajah baru sepak bola Meksiko di level internasional.

Di bawah arahan Javier Aguirre yang menjalani periode ketiga bersama tim nasional, Meksiko bertekad memanfaatkan status tuan rumah untuk melangkah jauh. Mereka juga memiliki sejarah mencapai perempat final saat menjadi tuan rumah pada 1970 dan 1986.

2 dari 5 halaman

Afrika Selatan

Afrika Selatan

Selebrasi gol para pemain Timnas Afrika Selatan (c) Dok. SAFA

Afrika Selatan kembali tampil di Piala Dunia setelah absen sejak edisi 2010. Kehadiran mereka menjadi bukti perkembangan signifikan yang ditunjukkan dalam beberapa tahun terakhir.

Bafana Bafana memastikan tiket ke putaran final setelah mengungguli Nigeria pada fase kualifikasi. Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar mereka menuju Piala Dunia 2026.

Mayoritas pemain Afrika Selatan berasal dari kompetisi domestik. Meski minim pemain bintang yang bermain di Eropa, mereka dikenal memiliki organisasi permainan yang solid.

Pelatih asal Belgia, Hugo Broos, menjadi sosok penting di balik kebangkitan Afrika Selatan. Sejak mengambil alih tim pada 2021, ia berhasil membangun skuad yang kompetitif dan disiplin.

3 dari 5 halaman

Korea Selatan

Korea Selatan

Aksi Son Heung-min dalam laga Korea Selatan vs El Salvador, Kamis (4/6/2026). (c) AP Photo/Tyler Tate

Korea Selatan datang dengan pengalaman panjang sebagai salah satu kekuatan utama Asia. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-12 mereka di ajang sepak bola terbesar dunia.

Prestasi terbaik Korea Selatan terjadi pada 2002 ketika berhasil mencapai semifinal. Namun sejak saat itu mereka belum mampu melampaui babak 16 besar.

Son Heung-min tetap menjadi figur sentral dalam skuad Taegeuk Warriors. Selain Son, Korea Selatan juga memiliki pemain berkualitas seperti Lee Kang-in dan Kim Min-jae.

Meski lolos kualifikasi tanpa kekalahan, performa Korea Selatan menjelang turnamen belum sepenuhnya meyakinkan. Kekalahan dari Pantai Gading dan Austria menjadi catatan yang harus segera diperbaiki oleh Hong Myung-bo.

4 dari 5 halaman

Republik Ceko

Republik Ceko

Starting XI Republik Ceko dalam laga versus Guatemala, Jumat (5/6/2026). (c) Dok. FACR

Republik Ceko akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia setelah terakhir kali tampil pada 2006. Mereka memastikan tiket ke Amerika Utara melalui jalur play-off yang berlangsung ketat.

Keberhasilan menyingkirkan Denmark melalui adu penalti menjadi bukti mental kuat yang dimiliki tim ini. Pengalaman tersebut bisa menjadi modal penting saat menghadapi tekanan di fase grup.

Salah satu cerita menarik datang dari Vladimír Darida. Mantan kapten tim nasional itu memilih kembali dari pensiun internasional demi membantu negaranya lolos ke Piala Dunia.

Republik Ceko kini ditangani Miroslav Koubek yang berusia 74 tahun. Pengalaman sang pelatih diharapkan mampu membawa tim tampil lebih baik dibandingkan penampilan terakhir mereka pada Piala Dunia 2006.

Sumber: APNews

LATEST UPDATE