Apa yang Terjadi di Laga Bosnia vs Italia: Seberapa Menyakitkan Gagal Lolos Piala Dunia, Azzurri?
Afdholud Dzikry | 1 April 2026 09:11
Bola.net - Untuk ketiga kalinya secara beruntun, juara dunia empat kali, Italia, kembali gagal lolos ke Piala Dunia.
Setelah tersingkir oleh Swedia pada playoff 2017 dan dikalahkan Makedonia Utara pada 2022, kali ini Italia harus menerima kenyataan pahit usai takluk dari Bosnia dan Herzegovina. tim peringkat 71 dunia, melalui adu penalti.
Tim asuhan Gennaro Gattuso sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean. Namun, kartu merah Alessandro Bastoni menjelang akhir babak pertama mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Bosnia mendominasi peluang dengan 21 tembakan, tetapi baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-78 melalui pemain pengganti Haris Tabakovic, yang memanfaatkan bola rebound dari sundulan Edin Dzeko.
Setelah tidak ada gol tambahan di babak perpanjangan waktu, laga ditentukan lewat adu penalti. Italia gagal total: Pio Esposito menendang bola jauh di atas mistar, sementara Bryan Cristante membentur mistar gawang. Bosnia memastikan kemenangan lewat eksekusi Kerim Alajbegovic.
Bosnia pun lolos ke Piala Dunia 2026 dan akan menghuni Grup B bersama Kanada, Qatar, dan Swiss.
Seberapa Menyakitkan Kegagalan Ini bagi Italia?

Ini adalah malam penuh luka bagi Italia.
Sempat unggul dan tampil menjanjikan, harapan sempat muncul bahwa mereka bisa mengakhiri kutukan di dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Namun kartu merah Bastoni mengubah segalanya. Bermain dengan 10 orang, Italia tetap bertahan dengan gigih dan bahkan memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan.
Moise Kean gagal dalam situasi satu lawan satu, sementara Esposito juga menyia-nyiakan peluang. Saat Bosnia menyamakan kedudukan, Italia tidak runtuh. Mereka terus berjuang, dengan Gianluigi Donnarumma tampil solid di bawah mistar.
Namun, di babak adu penalti, keberuntungan tidak berpihak. Pio Esposito, yang berani mengambil penalti pertama, gagal total. Masa depan Italia mungkin ada di tangannya, tetapi masa kini mereka kembali tanpa Piala Dunia.
Kartu Merah Bastoni: Titik Balik Pertandingan

Setelah gol pembuka Moise Kean, Italia tampak mengendalikan pertandingan. Namun kesalahan fatal Bastoni mengubah arah laga.
Ia melakukan tekel ceroboh terhadap Amar Memic saat menjadi pemain terakhir. Wasit Clement Turpin tak punya pilihan selain mengeluarkan kartu merah.
Keputusan itu memaksa Gattuso mengubah strategi secara drastis. Italia menarik penyerang dan memperkuat lini belakang, fokus mempertahankan keunggulan. Mereka bermain lebih defensif, bahkan cenderung “parkir bus”.
Meski begitu, Italia masih sempat menciptakan peluang melalui serangan balik. Namun kegagalan memanfaatkannya membuat Bosnia terus menekan hingga akhirnya menyamakan skor.
Drama Adu Penalti

Dengan Donnarumma di bawah mistar, Italia sebenarnya lebih diunggulkan. Pasalnya kiper Manchester City tersebut dinilai lebih berpengalaman dalam situasi adu penalti. Apalagi Edin Dzeko tidak bisa ikut menendang karena cedera.
Namun Bosnia tampil tenang dan efektif.
Setelah Esposito gagal, tekanan langsung berpindah ke Italia. Cristante kemudian memperburuk situasi dengan tendangan yang membentur mistar.
Penentu kemenangan datang dari Esmir Bajraktarevic, pemain kelahiran Wisconsin, yang sukses mencetak gol meski bola sempat disentuh Donnarumma.
Apa yang Dilakukan Bosnia?

Bosnia menunjukkan ketahanan mental dan kesabaran luar biasa.
Momentum memang berpihak pada mereka setelah kartu merah Bastoni, tetapi mereka juga tampil disiplin dan konsisten menekan pertahanan Italia. Kekuatan fisik, terutama dari situasi bola udara, menjadi senjata utama.
Edin Dzeko, meski telah berusia 40 tahun, tetap menjadi pusat permainan dengan pengalaman dan kecerdasannya. Sementara itu, pemain muda seperti Kerim Alajbegovic memberikan energi baru dan kreativitas.
Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan. Bosnia layak lolos ke Piala Dunia setelah penampilan yang solid dan menunjukkan ketenangan yang dibutuhkan di babak tos-tosan.
Performa Kean yang Tak Cukup Menyelamatkan Italia

Moise Kean tampil tajam dengan mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun. Rekor yang mengingatkan pada Salvatore Schillaci sejak 1990.
Golnya ke gawang Bosnia menunjukkan insting striker murni: cepat, tegas, dan efisien. Ia juga berkembang menjadi penyerang kotak penalti yang klinis.
Namun, peluang emas yang ia buang untuk menggandakan keunggulan menjadi momen krusial. Tanpa gol kedua, tekanan terhadap Italia terus meningkat hingga akhirnya mereka kebobolan.
Dampak bagi Kanada di Grup B

Lolosnya Bosnia memberi dampak tersendiri bagi Kanada.
Jika Italia yang lolos, laga di Toronto berpotensi dipenuhi suporter Italia dalam jumlah besar. Kini, peluang Kanada bermain dengan dukungan mayoritas publik sendiri meningkat.
Namun, Bosnia bukan lawan yang mudah. Mereka telah membuktikan diri sebagai tim yang tangguh dan mampu memberi kejutan. Kanada tetap harus waspada, terutama di laga pembuka Piala Dunia.
Italia kembali gagal, kali ini dengan cara yang paling menyakitkan: kalah setelah sempat unggul dan melalui adu penalti.
Sebaliknya, Bosnia dan Herzegovina menandai kembalinya mereka ke Piala Dunia setelah absen sejak 2014.
Sepak bola sekali lagi menunjukkan bahwa reputasi besar tidak menjamin hasil.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gianluigi Donnarumma Puji Sikap Italia usai Tahan Prancis 1-1
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 07:04
-
Roberto Mancini Puji Italia usai Tahan Prancis: Kami Bermain sebagai Tim
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 06:29
-
Zinedine Zidane Puas dengan Performa Prancis meski Ditahan Italia
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 05:54
-
Debut Kandang Zidane Bersama Prancis Berakhir Imbang, Donnarumma Jadi Penghalang
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 05:19
-
Hasil Prancis vs Italia: Alessandro Bastoni Gagalkan Kemenangan Les Bleus
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 04:30
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Tak Gentar Manchester United Terancam Masuk Zona Degradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 15:15
-
Live Streaming Juventus vs Napoli: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 1 November 2026, 14:30
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


