Argentina dan Kontroversi VAR di Piala Dunia 2026, IFAB Akui Kesalahan Aturan
Gia Yuda Pradana | 28 Juli 2026 19:50
Bola.net - Argentina kembali menjadi pusat perhatian setelah keputusan VAR dalam laga melawan Swiss di Piala Dunia 2026 memicu perdebatan. Namun, International Football Association Board (IFAB) akhirnya mengakui bahwa protokol VAR terkait salah identitas pemain telah diterapkan secara keliru.
Kontroversi terjadi saat Swiss kehilangan Breel Embolo akibat kartu kuning kedua dalam pertandingan perempat final melawan Argentina. Keputusan tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan proses penggunaan VAR, terutama karena pelanggaran awal dan simulasi dianggap sebagai dua insiden berbeda.
IFAB kemudian memberikan klarifikasi bahwa aturan tersebut tidak boleh digunakan untuk memberikan hukuman kepada pemain yang melakukan simulasi. Keputusan itu menjadi jawaban atas keluhan Swiss yang merasa dirugikan dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Argentina.
IFAB Akui Kesalahan Penggunaan VAR
IFAB mengirimkan surat edaran pada 27 Juli yang menjelaskan batas penggunaan aturan salah identitas pemain. Badan pembuat aturan sepak bola dunia itu menegaskan bahwa VAR hanya dapat membantu mengoreksi pemain yang menerima hukuman karena kesalahan identitas.
“Kartu kuning yang bukan kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang dihukum; pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau atau diubah.”
Kasus Embolo menjadi contoh utama kesalahan interpretasi aturan tersebut selama Piala Dunia 2026. IFAB menilai penerapan aturan itu mendapat respons positif, tapi penggunaannya untuk kasus simulasi masih belum sesuai regulasi.
Argentina Tetap Lolos dari Kontroversi
Insiden bermula ketika Embolo berduel dengan Leandro Paredes di area tengah lapangan. Wasit Joao Pedro Silva Pinheiro awalnya memberikan pelanggaran kepada Paredes sebelum VAR meminta peninjauan ulang.
Setelah melihat tayangan ulang, wasit mengubah keputusan dan memberikan kartu kuning kepada Embolo karena dianggap melakukan simulasi. Namun, perubahan tersebut tidak sesuai dengan kewenangan VAR karena kedua pemain melakukan jenis pelanggaran yang berbeda.
Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengkritik keputusan tersebut setelah pertandingan berakhir. “Kami dihukum karena aturan yang menurut saya benar-benar tidak bisa dipahami,” ujar Yakin setelah Swiss tersingkir akibat gol tambahan waktu Julian Alvarez.
Klarifikasi Menghentikan Teori Konspirasi
Perjalanan Argentina menuju final Piala Dunia 2026 sempat disertai berbagai teori konspirasi terkait keputusan wasit. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan mempertanyakan keberadaan kepentingan tertentu dalam perjalanan Argentina di turnamen tersebut.
Namun, keputusan IFAB memperlihatkan bahwa masalah utama berada pada kesalahan interpretasi aturan, bukan adanya bukti pengaturan pertandingan. Badan sepak bola tersebut menegaskan evaluasi protokol VAR akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Argentina tetap melanjutkan langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah melewati laga sulit melawan Swiss. Kontroversi VAR memang meninggalkan rasa kecewa bagi lawan, tetapi IFAB memastikan persoalan tersebut berasal dari penerapan aturan yang keliru.
Sumber: Sports Illustrated
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
-
Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Agustus 2026, 15:40
-
Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
Liga Spanyol 7 Agustus 2026, 20:04
LATEST UPDATE
-
Beckham Putra Ingin Berselebrasi di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 11 September 2026, 23:51
-
Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
Liga Spanyol 11 September 2026, 23:11
-
Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
Bola Indonesia 11 September 2026, 22:36
-
Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:50
-
Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:14
-
Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 11 September 2026, 21:10
-
Menpora Erick Thohir Minta Olahraga Dianggap Sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:30
-
Prediksi Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 20:09
-
Balsa Sekulic Tertantang Bobol Gawang Persija Lagi
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:02
-
Teja Paku Alam Siap Tampil di Laga Persija vs Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:36
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Isenmulang FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Borneo FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:16
-
Prediksi Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 11 September 2026, 19:07
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33




