Belanda Terjungkal Saat Garis Akhir Sudah Terlihat
Gia Yuda Pradana | 30 Juni 2026 15:00
Bola.net - Belanda sudah bisa melihat pintu menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026 terbuka di depan mata. Namun, hanya beberapa menit sebelum peluit akhir berbunyi, semuanya berubah.
Keunggulan yang dijaga sepanjang babak kedua lenyap akibat satu sundulan pada masa stoppage time. Setelah itu, pertandingan bergerak menuju perpanjangan waktu dan berakhir dengan drama adu penalti yang memupus harapan Oranje.
Maroko keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Kemenangan itu membawa Atlas Lions melangkah ke babak berikutnya untuk menghadapi Kanada.
Di sisi lain, para pemain Belanda hanya bisa menyaksikan mimpi mereka berakhir di Monterrey. Raut kecewa terlihat jelas karena kekalahan datang ketika kemenangan sudah terasa begitu dekat.
Meski demikian, kapten Virgil van Dijk tidak melihat kegagalan itu sebagai akibat dari strategi yang keliru. Menurutnya, tim sudah berada di jalur yang benar sebelum kehilangan kendali pada momen krusial dan akhirnya terjungkal saat garis akhir sudah terlihat.
Air Mata Gakpo dan Harapan yang Tumbuh

Sepanjang babak pertama, Maroko tampil lebih berbahaya dan memaksa Bart Verbruggen bekerja keras di bawah mistar. Kiper Belanda itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga skor tetap imbang.
Situasi berubah setelah Ronald Koeman memasukkan Wout Weghorst. Kehadiran penyerang bertubuh tinggi itu memberi titik tumpu yang selama ini kurang dimiliki Belanda.
Dampaknya langsung terasa pada menit ke-72. Sebuah serangan yang diawali kerja keras Crysencio Summerville berujung pada penyelesaian satu sentuhan Cody Gakpo yang menggetarkan gawang Maroko.
Gol tersebut menghadirkan momen emosional bagi Gakpo. Beberapa hari sebelumnya, ia dan pasangannya mengalami kehilangan calon buah hati yang masih dalam kandungan.
Saat bola masuk ke gawang, emosi yang selama ini dipendam seakan pecah sekaligus. Rekan-rekannya segera menghampiri untuk memberikan pelukan di tengah selebrasi yang penuh haru.
Ketika Segalanya Berubah dalam Sekejap

Setelah unggul, Belanda terlihat semakin nyaman mengendalikan pertandingan. Van Dijk memimpin lini belakang dengan tenang, sementara Maroko terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
Waktu terus berjalan dan kemenangan semakin dekat. Namun, sepak bola kerap menghadirkan cerita yang sulit diprediksi.
Pada masa tambahan waktu, Chemsdine Talbi mengirim umpan akurat dari sisi kiri lapangan. Issa Diop kemudian melompat lebih tinggi daripada Van Dijk sebelum melepaskan sundulan keras yang mengubah arah pertandingan.
Stadion langsung bergemuruh oleh sorak pendukung Maroko. Gol itu bukan hanya menyamakan skor, tetapi juga menghidupkan kembali harapan yang nyaris padam.
Adu Penalti Mengakhiri Perjalanan Belanda

Perpanjangan waktu berlangsung terbuka dengan peluang hadir di kedua sisi lapangan. Namun, tidak ada tim yang mampu menemukan gol penentu kemenangan.
Nasib pertandingan akhirnya ditentukan dari titik putih. Ketegangan meningkat pada setiap tendangan yang dilepaskan para pemain.
Yassine Bounou menjadi salah satu tokoh utama ketika menggagalkan eksekusi Crysencio Summerville. Kesalahan Quinten Timber pada giliran berikutnya semakin memperberat langkah Belanda.
Ismael Saibari kemudian tampil sebagai penentu kemenangan Maroko. Tendangannya membawa Atlas Lions melaju, sementara Belanda harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari turnamen.
“Rencana permainan berjalan baik. Pada akhirnya, di masa stoppage time, kami terus ditekan. Pertandingan lalu berlanjut ke adu penalti dan kemudian... sayangnya kami tersingkir,” kata Van Dijk.
Kapten Belanda itu mengakui masih ada hal yang dapat diperbaiki. Namun, baginya, evaluasi tersebut tidak mampu menghapus rasa kecewa setelah perjalanan tim berakhir dengan cara yang begitu menyakitkan.
“Pasti selalu ada hal yang bisa lebih baik, tetapi itu tidak membantu kami sekarang,” ujar Van Dijk.
Sumber: Football365
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Maroko dan Magi yang Tak Pernah Hilang
Piala Dunia 30 Juni 2026, 16:00
-
Belanda Terjungkal Saat Garis Akhir Sudah Terlihat
Piala Dunia 30 Juni 2026, 15:00
LATEST UPDATE
-
Inggris yang Masih Penuh Misteri
Piala Dunia 30 Juni 2026, 17:00
-
Maroko dan Magi yang Tak Pernah Hilang
Piala Dunia 30 Juni 2026, 16:00
-
Belanda Terjungkal Saat Garis Akhir Sudah Terlihat
Piala Dunia 30 Juni 2026, 15:00
-
Welcoming Dinner FimelaXclusive Batch 4: Akrab, Hangat, dan Berkesan
Lain Lain 30 Juni 2026, 13:49
-
Jerman dan Akhir Sebuah Mitos
Piala Dunia 30 Juni 2026, 13:21
-
Pertunjukan Ketangguhan Mental Maroko
Piala Dunia 30 Juni 2026, 12:37
-
Bukan Pengecut, Julian Nagelsmann Menolak Mundur dari Timnas Jerman!
Piala Dunia 30 Juni 2026, 12:30
-
Maroko Tendang Belanda, Tantang Kanada di Babak 16 Besar
Piala Dunia 30 Juni 2026, 11:42
-
Man of the Match Belanda vs Maroko: Issa Diop
Piala Dunia 30 Juni 2026, 11:28
-
Kai Havertz: Saya Hanya Bisa Minta Maaf
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:47
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41






