
Bola.net - Maroko kembali membuat dunia sepak bola menoleh ke arah mereka. Di Philadelphia, Atlas Lions menyingkirkan Belanda melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Bagi banyak orang, hasil itu terasa seperti pengulangan cerita dari empat tahun lalu. Maroko kembali lolos lewat adu penalti, kembali menumbangkan negara besar, dan kembali menghadirkan perayaan yang dipenuhi air mata kebahagiaan.
Namun, ada satu hal yang berbeda dari tim ini. Maroko yang melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 bukan lagi tim yang hidup dari pertahanan rapat dan serangan balik cepat seperti di Qatar 2022.
Mereka kini tampil dengan keberanian baru. Mereka tidak lagi menunggu permainan datang kepada mereka, tetapi mengambil alih kendali sejak peluit pertama berbunyi.
Dari Tim Bertahan Menjadi Penguasa Lapangan

Empat tahun lalu, Maroko membuat sejarah dengan disiplin bertahan yang luar biasa. Di bawah Walid Regragui, mereka bertahan dalam blok rendah dan menghukum lawan lewat transisi cepat.
Kini, di tangan Mohamed Ouahbi, wajah Atlas Lions berubah total. Saat menghadapi Belanda, mereka menguasai 70 persen bola dan memaksa lawan bermain di bawah tekanan hampir sepanjang pertandingan.
Statistik hanya mempertegas cerita yang terjadi di lapangan. Maroko menciptakan lima peluang besar, sedangkan Belanda hanya memiliki satu peluang berbahaya.
Ronald Koeman bahkan sampai menambah pemain bertahan demi membendung gelombang serangan lawan. Itu menjadi gambaran betapa besar rasa hormat yang diberikan Belanda kepada permainan Maroko.
Seandainya Bart Verbruggen tidak tampil luar biasa di bawah mistar gawang, pertandingan mungkin sudah selesai jauh sebelum adu penalti. Kiper Belanda itu berkali-kali menggagalkan peluang emas yang diciptakan Atlas Lions.
Saat Karakter Lama Kembali Muncul

Ironisnya, Belanda justru unggul lebih dahulu melalui serangan langsung yang sangat efisien. Hanya dalam beberapa sentuhan, bola bergerak dari Bart Verbruggen menuju Wout Weghorst sebelum akhirnya diselesaikan Cody Gakpo.
Gol itu terasa seperti kilas balik dari identitas lama Maroko. Cepat, sederhana, dan mematikan.
Ketika waktu terus berjalan dan papan skor masih menunjukkan keunggulan Belanda, ancaman eliminasi mulai terasa nyata. Akan tetapi, di momen seperti itulah karakter terbaik Maroko kembali muncul.
Tim ini tidak panik. Mereka tetap bermain dengan keyakinan yang sama hingga akhirnya menemukan celah pada masa tambahan waktu.
Umpan silang Chemsdine Talbi disambut sundulan Issa Diop untuk mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut bukan hanya menyelamatkan Maroko, tetapi juga menghidupkan kembali harapan seluruh pendukung mereka.
Bounou, Air Mata, dan Kenangan 2022

Adu penalti menghadirkan panggung yang sudah sangat akrab bagi Maroko. Di sinilah mereka pernah menyingkirkan Spanyol pada 2022, dan di sinilah mereka kembali menemukan pahlawan.
Yassine Bounou sekali lagi tampil sebagai tokoh utama. Penyelamatan penentunya mengunci kemenangan dan mengirim Atlas Lions ke babak berikutnya.
“Kami merasa sudah mempersiapkan diri untuk situasi ini. Kami sepenuhnya mendominasi tim ini,” ujar Mohamed Ouahbi kepada beIN Sports.
Setelah kemenangan dipastikan, yang tersisa hanyalah luapan emosi. Para pemain berhamburan ke lapangan, memeluk keluarga mereka, dan menikmati malam yang akan lama dikenang.
Ismael Saibari menjadi salah satu gambaran paling menyentuh dari momen itu. Ia berlari menuju tribune untuk memeluk ibunya di tengah perayaan yang berlangsung meriah.
Kanada kini menanti di babak 16 besar. Jika perjalanan mereka berlanjut, kemungkinan pertemuan dengan Prancis di perempat final dapat membuka kembali kenangan dari kisah hebat Maroko pada 2022.
Bedanya, kali ini, mereka datang dengan wajah baru. Maroko mungkin telah berubah cara bermain, tetapi magi yang membuat mereka begitu berbahaya ternyata masih tetap hidup.
Sumber: Sports Mole
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 13 Agustus 2026 05:18Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
-
Asia 12 Agustus 2026 23:23Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
-
Liga Spanyol 12 Agustus 2026 11:513 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
-
Piala Dunia 12 Agustus 2026 07:06Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 14 Agustus 2026 21:09Community Shield 2026, Manchester City Siap Gasak Arsenal
-
Liga Inggris 14 Agustus 2026 18:50Beruntungnya Manchester United Bisa Dapatkan Andrey Santos
-
Tim Nasional 14 Agustus 2026 18:44Dugaan Pengaturan Skor Mencuat, Integritas Piala AFF 2026 Diuji
-
Liga Inggris 14 Agustus 2026 18:26Bos Manchester City Kibarkan Bendera Putih untuk Transfer Enzo Fernandez?
-
Liga Inggris 14 Agustus 2026 18:02Lewis Hall Sulit, Manchester United Bakal Impor Bek Kiri dari Jerman?
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 13 Agustus 2026 05:18Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
-
piala dunia 12 Agustus 2026 11:21Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
-
piala dunia 12 Agustus 2026 07:06Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
-
piala dunia 11 Agustus 2026 15:40Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
-
piala dunia 10 Agustus 2026 08:12Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
SOROT
-
Liputan6 14 Agustus 2026 20:20Prabowo: OJK Lakukan Reformasi Terbesar dalam Sejarah Bursa Saham Indonesia
-
Liputan6 14 Agustus 2026 20:10Prabowo Usulkan Dwi Kewarganegaraan Terbatas, Peluang Baru untuk Timnas Indonesia
-
Liputan6 14 Agustus 2026 19:59Infografis 8 Prioritas RAPBN 2027
-
Liputan6 14 Agustus 2026 19:58
IHSG Hari Ini Melambung 1,5% ke 6.401, Begini Kata Analis
-
Liputan6 14 Agustus 2026 19:35Prabowo Sebut 3 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Digitalisasi Bansos
-
Liputan6 14 Agustus 2026 19:10Kejar Swasembada Daging Sapi, Prabowo Bakal Pakai Teknologi Kloning
MOST VIEWED
Surat Lionel Messi untuk Mendiang Ayahnya: Duka Sang Legenda hingga Keraguan Melanjutkan Karier
Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323914/original/089450400_1786680755-pid6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555681/original/096709400_1776178844-1000313605.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324507/original/068703000_1786712477-bbd23685-f65d-418b-835c-9d30f6abf495.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324501/original/005678300_1786710890-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_7.22.19_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324042/original/070127600_1786688841-pra3.jpg)
