Beri Andrea Pirlo 3 Detik, Itu Cukup Baginya untuk Membuat Satu Negara Menangis
Gia Yuda Pradana | 31 Maret 2020 17:04
Bola.net - Andrea Pirlo adalah regista terhebat dan paling jenius yang pernah dimiliki Italia. Visi permainannya luar biasa. Dia mampu melihat apa yang tak mampu ditangkap oleh mata orang-orang biasa. Westfalenstadion, Dortmund, Jerman, 4 Juli 2006, menjadi salah satu saksi kehebatannya.
Waktu itu, Piala Dunia telah mencapai babak semifinal. Pertandingan pertamanya, Italia melawan tuan rumah Jerman.
Italia memecah kebuntuan lewat Fabio Grosso di extra time. Dua menit berselang, Azzurri memastikan diri menang 2-0 melalui gol Alessandro Del Piero dan melangkah ke babak final, sebelum kemudian mengalahkan Prancis lewat adu penalti untuk keluar sebagai juara.
Gol Grosso sangat krusial meloloskan Italia ke partai puncak. Namun salah satu gol paling penting dalam sejarah persepakbolaan Italia ini tidak lahir begitu saja. Ada peran penting seorang regista di baliknya, yang hanya dalam tiga detik mampu membuat sebuah negara sepak bola besar seperti Jerman menangis meratapi keagagalan mereka.
Architect

Architect, atau Sang Arsitek, adalah salah satu julukan yang melekat pada diri Pirlo sepanjang kariernya. Itu karena dia memang kerap mengarsiteki terciptanya gol rekan-rekannya, di Brescia, AC Milan, Juventus, New York City, maupun di tim nasional.
Gol Grosso yang mengoyak gawang Jerman di semifinal Piala Dunia 2006, Pirlo juga yang mengarsitekinya.
Pirlo bahkan cuma butuh waktu tiga detik untuk melakukannya. Hanya dalam kurun waktu tiga detik itu, dia membongkar dan meruntuhkan lini pertahanan sekaligus mental baja Jerman.
Dalam waktu hanya tiga detik itu, Pirlo menggabungkan hampir semua kualitas yang ada pada dirinya. Visi, ketenangan, hingga pengambilan keputusan yang brilian dia kombinasikan untuk merancang salah satu assist terbaik dalam sejarah sepakbola.
Jerman Gagal Membacanya
Para pemain Jerman berkonsentrasi untuk menghalau potensi bahaya dari tendangan sudut Alessandro Del Piero. Itu membuat Pirlo tak terjaga di ujung area. Pada titik tersebut, laga yang menguras energi ini sudah berjalan 119 menit tanpa gol, dan adu penalti sepertinya takkan terhindarkan.
Pirlo menyiapkan sebuah skenario berbeda. Pemain-pemain Jerman gagal membacanya.
Setelah corner Del Piero gagal disapu sempurna oleh pasukan Jurgen Klinsmann, bola jatuh di kaki Pirlo. Dalam situasi demikian, wajar jika dia melepas tembakan ke gawang. Namun Pirlo tidak melakukannya.
Dengan wilayah penalti yang penuh orang, Pirlo pasti berpikir kalau shot bukanlah opsi terbaik. Setelah mengontrol bola dengan kaki kiri, dia memindahkannya ke kaki kanan, dan itu membuka kemungkinan untuk operan balik kepada Del Piero di sektor kanan luar. Opsi itu juga tidak diambil oleh Pirlo.
Begitu Sadar, Semua Sudah Terlambat
Pirlo menggiring bola ke arah kanan. Saat itu, tanpa dikomando, empat pemain Jerman memburunya secara serempak. Ruang gerak yang tadinya lebar mendadak jadi sempit. Itu pun sepertinya merupakan bagian dari skenario yang dia siapkan.
Sepersekian detik sebelum kakinya menyentuh bola lagi, penonton bisa melihat sekilas apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh Pirlo. Ketika gerakannya itu memancing Bastian Schweinsteiger dan Cristoph Metzelder, tercipta sebuah celah bagi Grosso di belakang mereka.
Detik itu, Pirlo sebenarnya bisa saja langsung mengoper pada Grosso yang telah lepas dari pengawasan. Namun Pirlo menahan 'godaan' tersebut. Pirlo justru terus bergerak ke sisi kanan. Dia menunggu waktu paling tepat.
Lalu, final pass tanpa melihat pun dilepaskan oleh Pirlo di celah antara Metzelder dan Schweinsteiger yang semakin lebar. Schweinsteiger akhirnya sadar, tapi semua sudah terlambat, sangat terlambat.
3 Detik, Hanya 3 Detik
Grosso menuntaskan operan indah itu dengan tembakan kaki kiri melengkung yang bersarang di tiang jauh tanpa bisa dijangkau oleh kiper Jens Lehmann. Selebrasinya yang sangat emosional membuat momen ini jadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
Dua menit berselang, diawali keberhasilan kapten Fabio Cannavaro memotong serangan Jerman, Italia melancarkan serangan balik yang cepat. Dari Francesco Totti, bola sampai ke Alberto Gillardino di lini depan.
Menunggu waktu yang tepat, Gillardino melepaskan operan terobosan untuk Del Piero yang berlari dari belakangnya. Del Piero menyelesaikannya, dan Lehmann kembali takluk, 2-0 untuk Italia. Jerman kandas. Para pendukungnya berlinang air mata.
Kelolosan Italia ini, yang kala itu sepak bolanya baru saja diguncang skandal Calciopoli, didapatkan salah satunya berkat gol pemecah kebuntuan Grosso.
Gol Grosso itu merupakan pembuka jalan bagi pasukan Marcello Lippi menuju kemenangan. Pirlo arsiteknya. Dia pun cuma butuh waktu tiga detik untuk merancangnya.
Pemain-pemain Jerman membiarkan Pirlo tiga detik menguasai bola di sekitar kotak penalti. Namun, itu adalah sebuah kesalahan besar yang kemudian sangat disesali. Waktu tak bisa diputar kembali.
Karena dalam tiga detik itu, ya hanya dalam tiga detik itu, Pirlo telah membuat satu negara menangis.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Kaka, AC Milan, dan Malam yang Indah di Athena
Javier Zanetti, Nomor 4 Abadi Inter Milan yang Disegani Kawan Maupun Lawan
Francesco Totti, Sang Fantasista dan Gol-gol Indahnya
Kisah Alessandro Lucarelli, Sosok Setia di Balik Reinkarnasi Parma
Zinedine Zidane: Maestro Sepak Bola, Masternya Permainan Elegan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jude Bellingham akui AEK Athens Bikin Real Madrid Kelimpungan
Liga Champions 5 November 2026, 14:27
-
Andoni Iraola Kesal Liverpool Tumbang di Kandang Fenerbahce
Liga Champions 5 November 2026, 14:16
-
Douvikas, Nama Baru yang Mengancam Para Predator Gol Eropa
Liga Champions 5 November 2026, 12:21
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail, 6-8 November
Otomotif 5 November 2026, 19:23
-
Akhir dari Sebuah Era! Cristiano Ronaldo Umumkan Pensiun dari Timnas Portugal
Piala Eropa 5 November 2026, 18:23
-
Menang Tipis atas Leipzig, Erling Haaland Desak Manchester City Berbenah
Liga Champions 5 November 2026, 17:52
-
MU Patah Hati! Unai Emery akan Perpanjang Kontrak di Aston Villa!
Liga Inggris 5 November 2026, 17:32
-
Cesc Fabregas Ungkap Hal yang Membuatnya Marah usai Como Menang 9-1
Liga Champions 5 November 2026, 17:12
-
AZ Alkmaar vs Juventus: Panggung Koopmeiners Bersaudara!
Liga Eropa UEFA 5 November 2026, 17:06
-
AC Milan vs Ferencvaros, Rossoneri Diminta Tidak Jemawa!
Liga Eropa UEFA 5 November 2026, 16:42
-
Liverpool Kalah dari Fenerbahce, Gol Trey Nyoni Jadi Catatan Bersejarah
Liga Champions 5 November 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



