Brasil Jalani Tradisi Khusus Sebelum Terbang ke Piala Dunia 2026, Pesawat Tim Disiram 'Berkah' di Rio de Janeiro

Ari Prayoga | 3 Juni 2026 17:22
Brasil Jalani Tradisi Khusus Sebelum Terbang ke Piala Dunia 2026, Pesawat Tim Disiram 'Berkah' di Rio de Janeiro
Selebrasi Vinicius Junior dan Casemiro dalam laga Brasil vs Panama, Senin (1/6/2026). (c) AP Photo/Bruna Prado

Bola.net - Timnas Brasil memulai perjalanan menuju Piala Dunia 2026 dengan cara yang tidak biasa. Sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk mengikuti turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut, pesawat yang membawa skuad Selecao mendapat prosesi penyambutan sekaligus doa simbolis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro.

Tradisi yang dikenal sebagai "baptisan pesawat" itu dilakukan sesaat sebelum keberangkatan tim menuju Newark, New Jersey. Dalam prosesi tersebut, dua kendaraan pemadam kebakaran bandara menyemprotkan aliran air yang membentuk lengkungan besar di atas lintasan, sementara pesawat tim nasional Brasil melintas di bawahnya.

Advertisement

Ritual semacam ini cukup populer di dunia penerbangan dan biasanya digunakan untuk menandai momen-momen penting, seperti penerbangan perdana sebuah pesawat atau pembukaan rute baru. Namun kali ini, tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan baik bagi perjalanan Brasil menuju Piala Dunia.

Menurut laporan yang beredar, pihak bandara terlebih dahulu berkoordinasi dengan Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk mendapatkan izin sebelum melaksanakan prosesi simbolis tersebut.

1 dari 2 halaman

Ekspektasi Besar Brasil

Ekspektasi Besar Brasil

Para pemain Brasil berpose sebelum pertandingan persahabatan internasional melawan Kroasia, Selasa (31/3/2026). (c) AP Photo/Kevin Kolczynski

Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan beban ekspektasi yang tidak kecil. Meski masih menjadi negara tersukses dalam sejarah turnamen dengan koleksi lima gelar juara dunia, Selecao sudah cukup lama tidak mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola internasional.

Terakhir kali Brasil menjadi kampiun dunia terjadi pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Artinya, sudah 24 tahun berlalu tanpa tambahan gelar bagi tim yang identik dengan permainan atraktif tersebut.

Perjalanan menuju turnamen juga tidak sepenuhnya mulus. Status Brasil kali ini bukan sebagai favorit utama juara, sehingga mereka dituntut tampil konsisten sejak fase grup jika ingin mengakhiri puasa gelar yang panjang.

Sebelum memulai petualangan di Piala Dunia, Brasil masih akan menjalani satu laga uji coba terakhir melawan Mesir. Pertandingan pemanasan itu dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni di Huntington Bank Field, Cleveland, Ohio.

Setelah itu, fokus akan beralih ke fase grup. Brasil yang tergabung di Grup C dijadwalkan menjalani laga perdana melawan Maroko pada 13 Juni di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.

2 dari 2 halaman

Kondisi Neymar

Kondisi Neymar

Selebrasi Neymar setelah mencetak gol untuk Santos (c) Instagram/santosfc

Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari kondisi Neymar. Penyerang yang berstatus sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Brasil dipastikan belum bisa memperkuat tim dalam waktu dekat akibat cedera betis.

Dokter tim, Rodrigo Lasmar, mengungkapkan bahwa Neymar mengalami cedera betis tingkat dua dan diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan sekitar dua hingga tiga pekan sebelum dinyatakan fit untuk kembali bermain.

Absennya Neymar tentu menjadi kehilangan besar bagi Brasil, terutama mengingat pengalaman dan kualitasnya di panggung internasional. Meski demikian, skuad asuhan Brasil tetap berharap dapat mengawali turnamen dengan hasil positif sembari menunggu sang bintang pulih sepenuhnya.

Dengan tradisi penuh harapan yang mengiringi keberangkatan mereka dari Rio de Janeiro, Brasil kini bersiap membuka lembaran baru dalam upaya merebut kembali mahkota juara dunia yang terakhir mereka raih lebih dari dua dekade lalu.

LATEST UPDATE