Cape Verde Buktikan Sepak Bola Bukan Milik Negara Itu-Itu Saja
Richard Andreas | 16 Juni 2026 08:15
Bola.net - Hasil imbang tanpa gol antara Cape Verde dan Spanyol pada Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kejutan terbesar di awal turnamen. Bertanding di Atlanta, tim debutan itu mampu meredam juara Eropa sekaligus menunjukkan daya saing mereka di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Pencapaian tersebut hadir di tengah perdebatan mengenai format baru Piala Dunia yang kini diikuti 48 negara. Sejak diumumkan, perluasan peserta turnamen mendapat kritik dari sebagian kalangan yang menilai kualitas kompetisi akan menurun.
Bagi Cape Verde, hasil melawan Spanyol menjadi bukti bahwa negara-negara yang selama ini dianggap kecil juga memiliki hak dan kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.
Pelatih Pedro Leitao Brito pun menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi tim-tim semacam itu untuk meminta maaf atas kehadiran mereka di turnamen.
Cape Verde Jawab Keraguan terhadap Format 48 Tim

Usai pertandingan, Leitao Brito memberikan apresiasi kepada tim-tim yang selama ini kerap dianggap sebagai peserta pelengkap. Menurutnya, pencapaian mereka merupakan hasil dari proses panjang dan kerja yang terorganisasi.
"Saya pikir kita harus memberi selamat kepada tim-tim yang disebut 'kecil' atas organisasi mereka dan pekerjaan yang telah mereka lakukan bersama tim nasional masing-masing," ungkap Brito.
"Dunia sekarang lebih terbuka, dan tim nasional yang lebih kecil memiliki hak yang lebih besar untuk menghadapi tim-tim dengan level yang lebih tinggi."
Perdebatan mengenai format baru Piala Dunia semakin mengemuka karena sejumlah negara besar gagal lolos, sementara beberapa debutan justru tampil di turnamen. Salah satu contoh yang sering disorot adalah kegagalan Italia lolos ke putaran final, berbanding terbalik dengan kehadiran negara-negara yang baru mencicipi Piala Dunia.
Kritik juga muncul dari laporan media Slovenia, Zurnal 24, yang menyebut Presiden UEFA Aleksander Ceferin menilai format baru menghasilkan "jumlah pertandingan yang sangat banyak dan sama sekali tidak menarik."
Negara-Negara Kecil Bersatu Menolak Kritik
Menanggapi pandangan tersebut, seluruh 10 wakil Afrika yang tampil di Piala Dunia 2026 bersama Curacao, Haiti, dan Uzbekistan menandatangani pernyataan bersama.
Mereka menegaskan penolakan terhadap anggapan bahwa hanya negara tertentu yang layak berada di panggung terbesar sepak bola.
Dalam pernyataan itu, mereka menegaskan bahwa "sepak bola bukan milik sekelompok negara tertentu." Sikap tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap anggapan bahwa perluasan peserta menurunkan kualitas turnamen.
Bagi Leitao Brito, manfaat terbesar dari keberhasilan Cape Verde mencapai Piala Dunia adalah tumbuhnya keyakinan dalam diri para pemain. Ia pernah membela tim nasional Cape Verde sebanyak 21 kali antara 1989 hingga 2005, jauh sebelum negaranya mampu lolos ke Piala Afrika untuk pertama kalinya pada 2013.
Awal Positif Wakil Afrika di Piala Dunia
Hingga lima hari pertama turnamen, negara-negara Afrika menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Dalam enam pertandingan yang telah dijalani, mereka membukukan satu kemenangan dan tiga hasil imbang.
Selain hasil mengejutkan Cape Verde melawan Spanyol, Pantai Gading berhasil mengalahkan Ekuador 1-0 dan menghentikan rangkaian 19 pertandingan tanpa kekalahan lawannya. Sementara itu, Mesir bermain imbang 1-1 melawan Belgia pada pertandingan yang berlangsung di Seattle.
Cape Verde juga menjadi tim debutan pertama yang berhasil meraih poin di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Haiti kalah 0-1 dari Skotlandia dan Curacao takluk 1-7 dari Jerman, sementara Uzbekistan baru akan menjalani laga debut mereka melawan Kolombia.
Jangan Lewatkan!
Man of the Match Arab Saudi vs Uruguay: Federico Valverde
Hasil Arab Saudi vs Uruguay: Duel Sengit Berakhir Imbang, Grup H Makin Panas
Tangisan Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi, Vozinha Pahlawan Cape Verde
Membedah Alasan Belanda Gagal Menang Lawan Jepang: Salah Ronald Koeman?
Virgil van Dijk Kritik Aturan Water Break di Piala Dunia 2026, Apa Masalahnya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lamine Yamal Raih Kopa Trophy 2026, Cetak Hattrick Bersejarah
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 05:36
-
Luis de la Fuente Puji Comeback Spanyol saat Tekuk Kroasia 2-1
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 06:40
-
Hasil Kroasia vs Spanyol: Merino Cetak Brace, La Roja Comeback Dramatis
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 04:01
-
Prediksi Kroasia vs Spanyol 7 Oktober 2026
Piala Eropa 6 Oktober 2026, 09:28
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Fiorentina vs Juventus 9 November 2026
Liga Italia 9 November 2026, 00:36
-
Link Streaming Atletico vs Barcelona 9 November 2026
Liga Spanyol 9 November 2026, 00:24
-
Hasil Genoa vs AC Milan: Rossoneri Menang 2-1 di Luigi Ferraris
Liga Italia 8 November 2026, 23:10
-
Hasil Crystal Palace vs Liverpool: The Reds Amankan 3 Poin Tandang
Liga Inggris 8 November 2026, 22:59
-
Link Streaming Inter vs Como 9 November 2026
Liga Italia 8 November 2026, 21:49
-
Nonton Siaran Langsung Man United vs Aston Villa Hari Ini - Premier League 2026/2027
Liga Inggris 8 November 2026, 21:49
-
Link Streaming Man United vs Aston Villa 8 November 2026
Liga Inggris 8 November 2026, 20:46
-
Link Streaming Crystal Palace vs Liverpool 8 November 2026
Liga Inggris 8 November 2026, 19:40
-
Link Streaming Sunderland vs Chelsea 8 November 2026
Liga Inggris 8 November 2026, 19:36
-
Link Streaming Genoa vs AC Milan 8 November 2026
Liga Italia 8 November 2026, 19:03
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Berpeluang Mewarisi Nomor 7 Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal
Editorial 6 November 2026, 20:51
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03






