
Bola.net - Nama Vozinha mendadak menjadi perbincangan dunia setelah membantu Cape Verde menahan imbang Spanyol tanpa gol (0-0) di Piala Dunia 2026. Namun, bagi masyarakat negaranya, sang kiper sebenarnya sudah lama berstatus legenda.
Penampilan gemilang Vozinha menjadi faktor utama di balik salah satu hasil paling mengejutkan pada turnamen sejauh ini. Tujuh penyelamatan penting yang ia lakukan membuat Spanyol gagal memanfaatkan dominasi mereka sepanjang pertandingan.
Di balik performa tersebut, tersimpan perjalanan panjang seorang pemain yang sempat diremehkan, hampir pensiun dari tim nasional, hingga akhirnya menjadi simbol kebangkitan sepak bola Cape Verde di panggung dunia.
Tujuh Penyelamatan dan Air Mata di Akhir Pertandingan

Vozinha tampil sebagai pemain terbaik pertandingan saat Cape Verde menahan Spanyol 0-0. Selain tujuh penyelamatan krusial, ketenangan dan kepemimpinannya membantu tim tetap percaya diri menghadapi tekanan lawan.
Kiper yang baru berusia 40 tahun beberapa pekan sebelum turnamen dimulai itu juga mencatat sejarah tersendiri. Ia menjadi pemain tertua kedua yang menjalani debut di Piala Dunia dan yang tertua untuk tim yang tampil pertama kali di ajang tersebut.
Usai peluit panjang berbunyi, Vozinha tidak mampu menahan emosinya. Ia menangis sebelum dipeluk erat oleh Stopira, mantan pemain senior Cape Verde yang kembali dari masa pensiun karena pengaruh emosionalnya terhadap skuad.
"Ia menangis karena saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya dan mereka tidak bisa berada di sini. Mereka sudah meninggal dunia," kata Vozinha setelah pertandingan.
Ibu saya juga tidak bisa hadir karena masalah visa dan biaya yang harus kami keluarkan. Kami tidak sempat menyelesaikannya tepat waktu."
Nama yang Menyimpan Kisah Masa Kecil

Nama asli Vozinha adalah Josimar Jose Evora Dias. Nama Josimar dipilih ayahnya sebagai penghormatan kepada bek kanan Brasil, Josimar, yang mencuri perhatian pada Piala Dunia 1986.
Saat masih muda di Pulau Sao Vicente, Cape Verde, ia kerap diabaikan oleh pelatih karena dianggap terlalu kecil. Kesempatan mulai datang setelah tubuhnya mengalami pertumbuhan pesat pada akhir masa remajanya.
Karier profesional Vozinha baru dimulai saat usianya memasuki pertengahan 20-an. Ia meninggalkan kampung halamannya untuk bergabung dengan klub Angola, Progresso, sebelum berkarier di Siprus, Slovakia, Moldova, dan Portugal.
Debut internasionalnya terjadi pada 2012. Hingga kini, hanya Ryan Mendes yang memiliki jumlah penampilan lebih banyak untuk Cape Verde, dan keduanya menjadi bagian dari seluruh turnamen besar yang pernah diikuti negara tersebut, termasuk empat edisi Piala Afrika dan Piala Dunia 2026.
Perjalanan Panjang Vozinha
Perjalanan menuju putaran final Piala Dunia 2026 ini tidak berjalan mulus. Vozinha sempat kehilangan tempat di tim nasional selama kualifikasi Piala Afrika terakhir dan mulai mempertimbangkan untuk mengakhiri karier internasionalnya.
"Itu masa yang sangat sulit. Saya berpikir untuk berhenti dari tim nasional. Semua rekan setim berbicara kepada saya dan mendorong saya untuk bertahan karena Piala Dunia. Saya bertahan karena itu, karena itu adalah mimpi saya dan mimpi kami semua," katanya kepada Goalkeeper.com.
Keputusan tersebut akhirnya berbuah manis. Penampilan heroiknya membantu Cape Verde mencatat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia sekaligus membuktikan bahwa tim-tim yang dianggap kecil mampu bersaing di level tertinggi.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Juli 2026 19:31Mitchell Baker Pimpin Daftar Top Skor Piala AFF 2026
-
Tim Nasional 31 Juli 2026 19:19Man of the Match Timor Leste vs Indonesia: Shayne Pattynama
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Juli 2026 08:22Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
SOROT
-
Liputan6 31 Juli 2026 19:14Ribuan Personel Kawal Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Besok
-
Liputan6 31 Juli 2026 18:53Infografis Daftar Kenaikan Tukin Prajurit TNI
-
Liputan6 31 Juli 2026 18:29Kepala BGN soal Putusan MK: Anggaran MBG Urusan Kemenkeu
-
Liputan6 31 Juli 2026 18:22Misteri 13 Jam Terakhir Sutrimo
-
Liputan6 31 Juli 2026 18:15Prabowo Ingatkan Kadin, Semua Negara Gagal Disebabkan Elitnya Ribut
MOST VIEWED
Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Hantam Timnas Italia
Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
Zinedine Zidane Ambil Alih Prancis, Nasib Kylian Mbappe Jadi Perhatian
Kembali ke Timnas Italia, Roberto Mancini Minta Maaf soal Keputusannya Pergi ke Arab Saudi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312485/original/068653900_1785498847-b2f8323a-166a-445d-9eb1-b20b3f3f932d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312462/original/075432400_1785494670-email-attachment_2026_07_31_ariefhakim-at-klyid_prabowo-subianto-sebut-semua-negara-gagal-karena-elitnya-ribut_1000393889.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310396/original/000680700_1785315998-email-attachment_2026_07_29_windanelfira-at-klyid_bgn-luncurkan-pusat-pelayanan-terpadu-layani-aduan-soal-mbg-lewat-call-center-whatsapp_IMG_2956.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308334/original/005435400_1785137531-64336.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312461/original/030286400_1785494655-email-attachment_2026_07_31_ariefhakim-at-klyid_prabowo-subianto-sebut-semua-negara-gagal-karena-elitnya-ribut_1000393888.jpg)

