
Bola.net - Belanda harus puas berbagi poin dengan Jepang (2-2) setelah gagal mempertahankan keunggulan dalam laga Grup F Piala Dunia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tim asuhan Ronald Koeman masih memiliki pekerjaan rumah dalam menghadapi lawan yang bertahan disiplin.
Sebelum pertandingan, Jepang memang dikenal sebagai salah satu tim dengan organisasi pertahanan terbaik di Asia. Mereka datang dengan catatan hanya kebobolan tiga gol dalam 10 pertandingan pada putaran ketiga kualifikasi zona Asia.
Kekuatan itu kembali terlihat saat menghadapi Belanda. Dengan susunan lima pemain di lini belakang ketika bertahan, Jepang mampu membuat lawan kesulitan menemukan celah sepanjang sebagian besar pertandingan.
Belanda Terlalu Lama Menemukan Cara Membongkar Pertahanan Jepang

Pada babak pertama, sebagian besar serangan Belanda dibangun melalui sisi kiri lapangan. Bola berulang kali diarahkan kepada Cody Gakpo yang ditempatkan dekat garis tepi lapangan.
Namun, bentuk pertahanan Jepang membuat mereka mampu dengan mudah menggandakan penjagaan terhadap Gakpo. Situasi itu memaksa pemain sayap Belanda tersebut sering mengembalikan bola ke belakang karena ruang geraknya sangat terbatas.
Masalah lain muncul karena Micky van de Ven yang dimainkan sebagai bek kiri tidak banyak memberikan dukungan ofensif. Bek Tottenham Hotspur itu lebih sering mengalirkan bola kepada Gakpo yang sudah berada dalam tekanan tanpa membantu meregangkan struktur pertahanan Jepang.
Baru pada menit ke-27 Belanda menemukan pola yang lebih efektif. Van de Ven melakukan pergerakan tanpa bola, bertukar umpan dengan Gakpo, lalu masuk ke ruang di belakang pertahanan Jepang sebelum mengirim umpan silang berbahaya ke kotak penalti.
Perubahan Babak Kedua Membuat Serangan Lebih Hidup
Pola permainan Belanda terlihat berbeda setelah jeda. Pergerakan tanpa bola lebih sering dilakukan sehingga serangan mereka menjadi tidak mudah ditebak.
Beberapa menit setelah babak kedua dimulai, Ryan Gravenberch melakukan pergerakan menusuk dari lini kedua dan berhasil menembus pertahanan Jepang. Situasi itu menjadi gambaran bagaimana dukungan pemain lain membantu membuka ruang yang sebelumnya sulit ditemukan.
Pergerakan pendukung tersebut juga berperan dalam terciptanya gol kedua Belanda. Saat Crysencio Summerville menerima bola, Denzel Dumfries melakukan overlap yang memaksa bek Jepang Keito Nakamura bergeser lebih lebar.
Ruang yang tercipta dimanfaatkan Summerville untuk bergerak ke dalam sebelum melepaskan penyelesaian dengan kaki kiri. Gol itu menunjukkan efektivitas variasi pergerakan yang sebelumnya jarang terlihat pada babak pertama.
Keunggulan Lepas, Belanda Dapat Peringatan untuk Laga Berikutnya
Selain mencoba bermain lebih agresif, Belanda juga menerapkan pendekatan yang lebih aman dalam membangun serangan. Kiper Bart Verbruggen kerap mengirim umpan panjang ke arah Gakpo untuk memanfaatkan keunggulan duel udara dan mempertahankan dominasi wilayah permainan.
Peran Frenkie de Jong juga menarik perhatian. Gelandang Barcelona itu sering turun lebih dalam dan membentuk lini belakang berisi lima pemain ketika timnya kehilangan bola untuk membantu menutup ruang di area pertahanan.
Saat unggul 2-1 pada akhir pertandingan, Koeman memilih menambah pemain bertahan dengan memasukkan Nathan Ake menggantikan Gravenberch. Namun keputusan itu tidak berjalan sesuai rencana setelah Belanda kebobolan melalui situasi bola mati pada menit-menit akhir.
Hasil imbang ini menjadi catatan yang kurang menyenangkan bagi Belanda karena untuk pertama kalinya mereka memimpin dua kali dalam pertandingan Piala Dunia tetapi gagal meraih kemenangan.
Meski peluang lolos ke fase gugur masih terbuka lebar, Belanda dituntut lebih cepat menemukan jawaban atas tantangan taktis ketika menghadapi Swedia pada laga berikutnya.
Jangan Lewatkan!
- Efek Instan dalam 23 Detik, Romelu Lukaku Bantu Belgia Paksa Hasil Imbang dengan Mesir
- Donald Trump Dapat Izin Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026, Bahkan Ikut Selebrasi di Podium
- Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde, Kejutan Besar Pertama Piala Dunia 2026
- Kontroversi Piala Dunia 2026: FIFA Selidiki Gestur Shaun Evans, Wasit Australia yang Pernah Berkarier di Liga Indonesia
- Fakta Unik Piala Dunia 2026: FIFA Tutupi Ribuan Logo Sponsor di Stadion
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:45Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
-
Liga Spanyol 6 Oktober 2026 10:252 Wajah Denzel Dumfries
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 1 November 2026 12:13Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
-
Otomotif 1 November 2026 11:43Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
-
Bola Indonesia 1 November 2026 11:18Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
-
Bola Indonesia 1 November 2026 10:14Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Inggris 1 November 2026 09:10Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
-
Liga Inggris 1 November 2026 09:00Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
piala dunia 27 Oktober 2026 08:15Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:41Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Feminin 2026, Sempurnakan Comeback
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
SOROT
-
Liputan6 1 November 2026 09:46Ketua Kadin Lapor Prabowo, Investasi Dalam Negeri Rp 2.000 Triliun
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9387417/original/023061600_1793502653-erick-lapangan-kerja-f8e2f6.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9387406/original/067213100_1793501415-atlet-suram-88e80b.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474423/original/065994600_1768476612-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
