Cetak 18 Gol Tapi Gagal ke Piala Dunia 2026, Morgan Gibbs-White Sebut Tuchel Salah Opini

Afdholud Dzikry | 26 Mei 2026 14:36
Cetak 18 Gol Tapi Gagal ke Piala Dunia 2026, Morgan Gibbs-White Sebut Tuchel Salah Opini
Bintang Nottingham Forest, Morgan Gibbs-White beraksi saat melawan Manchester United di Liga Inggris. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Morgan Gibbs-White akhirnya angkat bicara setelah namanya tidak masuk dalam skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil langsung oleh pelatih Thomas Tuchel menjelang keberangkatan tim ke turnamen, dan langsung memicu perdebatan di publik sepak bola Inggris.

Pencoretan gelandang Nottingham Forest tersebut terasa mengejutkan, mengingat performanya yang stabil sepanjang musim. Tuchel sendiri memilih tetap pada rencana awalnya, dengan menekankan pentingnya kontinuitas skuad yang sudah dibangun sejak akhir tahun lalu.

Advertisement

Tak hanya Gibbs-White, beberapa nama besar lain seperti Cole Palmer dan Phil Foden juga tidak masuk daftar. Keputusan tegas itu membuat kritik terhadap Tuchel semakin menguat di kalangan pengamat dan pendukung Inggris.

Di tengah situasi itu, Gibbs-White kemudian menyampaikan respons yang cukup terbuka. Pernyataannya memberi gambaran soal kekecewaan, sekaligus bagaimana ia memandang posisinya di tim nasional.

1 dari 3 halaman

Statistik Mentereng yang Diabaikan Thomas Tuchel

Statistik Mentereng yang Diabaikan Thomas Tuchel

Ekspresi Morgan Gibbs-White setelah gagal mencetak gol ke gawang MU, Minggu (17/5/2026) (c) AP Photo/Dave Thompson

Musim ini sebenarnya menjadi salah satu yang terbaik dalam karier Gibbs-White. Ia tampil konsisten sebagai motor permainan Nottingham Forest di tengah musim yang tidak selalu mudah bagi klub tersebut.

Momen puncaknya datang saat ia mencetak gol lewat tendangan bebas dalam laga imbang 1-1 melawan Bournemouth. Secara keseluruhan, ia menutup musim dengan 18 gol dan tujuh assist di semua kompetisi.

“Saya tahu betul bahwa saya telah melakukan lebih dari cukup untuk berada di dalam skuad,” ujar Gibbs-White kepada The Times.

“Saya hanya berada di sisi yang salah dari opini seseorang. Saya telah berada di sisi yang salah dari opini orang-orang sepanjang karier saya, jadi saya hanya akan bangkit kembali,” lanjutnya dengan nada kecewa.

2 dari 3 halaman

Alasan Kontinuitas Skuad dan Deretan Bintang Terbuang

Thomas Tuchel mengambil pendekatan yang cukup tegas dalam pemilihan skuad. Ia memprioritaskan pemain yang sudah rutin dipanggil sejak periode internasional September hingga November tahun lalu.

Langkah ini dilakukan demi menjaga stabilitas permainan dan konsistensi taktik di dalam tim. Namun, keputusan tersebut juga membawa konsekuensi besar bagi sejumlah pemain yang sedang dalam performa bagus.

Nama-nama seperti Harry Maguire dan Trent Alexander-Arnold bahkan tidak masuk rencana utama. Mereka harus rela hanya menyaksikan turnamen dari luar lapangan.

Kebijakan ini memunculkan perdebatan baru soal keseimbangan antara kontinuitas dan performa terkini. Banyak yang mempertanyakan apakah stabilitas saja cukup untuk menghadapi tekanan turnamen sebesar Piala Dunia.

3 dari 3 halaman

Peta Persaingan Posisi Gelandang Serang The Three Lions

Di lini tengah, Tuchel memilih opsi yang tidak kalah kompetitif untuk mengisi posisi nomor 10. Peran ini kini menjadi pusat kreativitas utama Inggris dalam membangun serangan.

Jude Bellingham, Eberechi Eze, dan Morgan Rogers dipercaya mengisi sektor tersebut. Sementara di sisi sayap, Inggris mengandalkan deretan pemain cepat seperti Anthony Gordon, Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Noni Madueke.

Kombinasi ini membuat lini serang Inggris terlihat penuh variasi, meski sekaligus menyisakan risiko soal konsistensi. Tuchel dituntut bisa meracik semua potensi itu menjadi produktivitas nyata di turnamen.

Ujian sesungguhnya akan datang saat Piala Dunia 2026 dimulai di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di titik itu, semua keputusan seleksi akan diuji langsung di panggung terbesar sepak bola dunia, termasuk apakah absennya Gibbs-White akan terasa atau justru tidak berpengaruh.

LATEST UPDATE