Daftar Perubahan Aturan di Piala Dunia 2026: Batas 10 Detik Pergantian Pemain Hingga Larangan Tutup Mulut

Richard Andreas | 2 Juni 2026 06:01
Daftar Perubahan Aturan di Piala Dunia 2026: Batas 10 Detik Pergantian Pemain Hingga Larangan Tutup Mulut
Logo Piala Dunia FIFA 2026 Los Angeles ditampilkan dalam acara media menjelang FIFA World Cup 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, California, Selasa, 12 Mei 2026. (c) AP Photo/Jae C. Hong

Bola.net - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan sejumlah perubahan penting dalam penerapan Video Assistant Referee (VAR). Badan pembuat aturan sepak bola dunia, IFAB, telah menyetujui protokol baru yang memperluas peran VAR dalam pertandingan.

Perubahan tersebut mulai berlaku menjelang turnamen yang dibuka pada 12 Juni 2026. Aturan baru ini tidak hanya memberi VAR kewenangan lebih besar, tetapi juga berpotensi membuat lebih banyak pemain menerima sanksi selama pertandingan.

Advertisement

Bagi seluruh tim peserta Piala Dunia 2026, penyesuaian terhadap regulasi baru ini bisa menjadi faktor penting dalam menentukan jalannya laga. Beberapa kebiasaan yang selama ini dianggap sepele kini berisiko berujung hukuman dari wasit.

1 dari 4 halaman

VAR Kini Punya Wewenang Lebih Luas

VAR Kini Punya Wewenang Lebih Luas

Tampilan umum Stadion Arrowhead yang berganti nama menjadi Kansas City Stadium, Senin, 11 Mei 2026, menjelang pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di Kansas City, Missouri. (c) AP Photo/Charlie Riedel

IFAB menjelaskan bahwa salah satu perubahan utama adalah klarifikasi terhadap protokol VAR. Sistem ini kini dapat digunakan untuk meninjau pelanggaran yang dilakukan tim penyerang sebelum bola dimainkan dalam situasi sepak pojok maupun tendangan bebas.

Pelanggaran tersebut harus memiliki dampak langsung terhadap gol, penalti, atau keputusan disiplin yang diambil wasit. Dengan kata lain, kejadian yang sebelumnya mungkin luput dari perhatian kini bisa kembali diperiksa melalui teknologi VAR.

Sebagaimana aturan sebelumnya, VAR tetap memiliki kewenangan merekomendasikan tinjauan di pinggir lapangan. Keputusan akhir mengenai sanksi atau perubahan keputusan tetap berada di tangan wasit utama.

2 dari 4 halaman

Daftar Perubahan Aturan Jelang Piala Dunia 2026

Daftar Perubahan Aturan Jelang Piala Dunia 2026

Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Beberapa aturan yang berubah menjelang Piala Dunia 2026 meliputi:

  • Pembatasan waktu lemparan ke dalam dan tendangan gawang: Wasit dapat memulai hitungan mundur visual selama lima detik jika menilai pemain sengaja memperlambat permainan. Jika lemparan ke dalam tidak dilakukan hingga hitungan selesai, bola diberikan kepada lawan. Untuk tendangan gawang yang terlambat dilakukan, lawan akan mendapat tendangan sudut.
  • Pergantian pemain dibatasi waktu: Pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan dalam waktu 10 detik setelah pergantian diumumkan. Jika terlambat, pemain pengganti tidak boleh masuk hingga satu menit setelah pertandingan dimulai kembali.
  • Penanganan cedera dan pemeriksaan medis: Pemain yang mendapatkan perawatan atau menyebabkan pertandingan dihentikan karena cedera wajib keluar lapangan dan menunggu satu menit setelah laga dimulai kembali. Wasit juga dapat melarang pemain mendekati area teknis untuk berbicara dengan pelatih saat proses perawatan berlangsung.
  • Kartu merah: VAR kini dapat digunakan untuk meninjau kartu merah yang muncul akibat pemberian kartu kuning kedua yang jelas keliru.
  • Salah identitas pemain: VAR dapat membantu jika wasit menghukum tim atau pemain yang salah sehingga kartu kuning atau kartu merah diberikan kepada orang yang tidak semestinya.
  • Tendangan sudut: VAR dapat digunakan untuk mengoreksi keputusan tendangan sudut yang diberikan secara keliru selama proses peninjauan bisa dilakukan dengan cepat dan tidak menghambat restart pertandingan.
  • Aturan menutupi mulut: Pemain yang menutupi mulut menggunakan tangan atau jersey sambil bersikap agresif kepada lawan akan langsung menerima kartu merah. Namun, tindakan serupa yang dilakukan untuk berkomunikasi dengan rekan setim tidak akan dihukum.
3 dari 4 halaman

Fokus Utama: Mengurangi Buang Waktu

IFAB menyebut perubahan-perubahan aturan tersebut dibuat untuk meningkatkan tempo pertandingan sekaligus mengurangi praktik membuang waktu yang semakin sering terjadi dalam sepak bola modern.

Aturan mengenai lemparan ke dalam, tendangan gawang, pergantian pemain, hingga penanganan cedera menunjukkan fokus besar terhadap efisiensi waktu bermain efektif. Otoritas sepak bola ingin memastikan pertandingan berjalan lebih lancar dan minim gangguan yang tidak perlu.

Dengan ancaman hukuman yang lebih tegas, tim-tim peserta diperkirakan harus menyesuaikan kebiasaan mereka selama pertandingan. Pengelolaan waktu kini menjadi aspek yang semakin diperhatikan oleh regulator sepak bola dunia.

4 dari 4 halaman

Setiap Tim Harus Cepat Beradaptasi

Bagi tim peserta Piala Dunia, perubahan-peruahan di atas memengaruhi cara pemain mengelola situasi bola mati, pergantian pemain, hingga interaksi di lapangan saat pertandingan berlangsung.

Kehadiran VAR yang lebih aktif juga berarti insiden-insiden kecil sebelum sepak pojok atau tendangan bebas berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar dibandingkan sebelumnya. Disiplin taktik dan disiplin perilaku akan menjadi semakin penting.

Aturan baru tersebut akan mulai diterapkan saat Piala Dunia 2026 bergulir. Karena hampir seluruh kompetisi sepak bola di dunia mengacu pada Laws of the Game milik IFAB, perubahan ini kemungkinan juga akan terasa dalam berbagai turnamen dan liga setelah ajang terbesar sepak bola dunia tersebut berlangsung.

LATEST UPDATE