Deretan Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026: Dilarang Tutup Mulut hingga VAR bisa Intervensi Sepak Sudut

Asad Arifin | 1 Juni 2026 20:05
Deretan Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026: Dilarang Tutup Mulut hingga VAR bisa Intervensi Sepak Sudut
Selebrasi Deniz Undav dalam laga Jerman vs Finlandia, Senin (1/6/2026). (c) AP Photo/Michael Probst

Bola.net - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan format dan peserta yang lebih banyak. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga akan menjadi panggung penerapan sejumlah aturan baru yang telah disahkan IFAB.

Perubahan regulasi tersebut muncul setelah berbagai kontroversi mewarnai sepak bola dunia dalam 12 bulan terakhir. IFAB bersama FIFA berupaya meningkatkan transparansi, mengurangi penguluran waktu, dan memperkuat kewenangan wasit melalui sejumlah revisi penting.

Advertisement

Beberapa aturan baru diperkirakan akan berdampak langsung pada jalannya pertandingan. Mulai dari proses pergantian pemain, intervensi VAR, hingga sanksi bagi pemain yang dianggap menghambat integritas pertandingan.

Tidak sedikit aturan yang berpotensi memicu perdebatan baru di kalangan pelatih, pemain, maupun suporter. Namun, FIFA berharap regulasi tersebut mampu menciptakan pertandingan yang lebih adil dan efisien sepanjang Piala Dunia 2026.

1 dari 4 halaman

VAR Kini Punya Wewenang Lebih Luas

VAR Kini Punya Wewenang Lebih Luas

Selebrasi Vinicius Junior dan Casemiro dalam laga Brasil vs Panama, Senin (1/6/2026). (c) AP Photo/Bruna Prado

Salah satu perubahan terbesar adalah perluasan kewenangan Video Assistant Referee (VAR). Kini VAR dapat mengoreksi pelanggaran yang terjadi sebelum tendangan sudut atau tendangan bebas dieksekusi apabila berpengaruh langsung terhadap gol yang tercipta.

Aturan ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan praktik blok atau penghalangan pemain yang kerap terjadi saat situasi bola mati. FIFA ingin memastikan setiap gol lahir dari proses yang sesuai dengan hukum permainan.

Selain itu, VAR juga diberikan kewenangan untuk mengoreksi pemberian kartu kuning kedua yang terbukti salah. Namun, VAR tidak dapat merekomendasikan kartu kuning kedua baru yang berujung kartu merah.

Kewenangan VAR juga diperluas untuk mengoreksi kesalahan identitas pemain dan keputusan tendangan sudut yang terbukti keliru. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesalahan yang berdampak besar terhadap hasil pertandingan.

2 dari 4 halaman

Sanksi Tegas untuk Protes dan Tindakan Tidak Sportif

Sanksi Tegas untuk Protes dan Tindakan Tidak Sportif

Selebrasi Christian Pulisic dan Sebastian Berhalter dalam laga Amerika Serikat vs Senegal, Senin (1/6/2026). (c) AP Photo/Scott Kinser

IFAB juga memperkenalkan aturan yang lebih keras terhadap perilaku pemain. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah hukuman kartu merah otomatis bagi pemain yang menutupi mulut dengan tangan atau jersey saat terlibat konfrontasi di lapangan.

Aturan tersebut muncul setelah sejumlah insiden kontroversial yang sulit dibuktikan karena percakapan antar pemain tertutup dari kamera. FIFA ingin meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap interaksi di lapangan.

Selain itu, pemain yang sengaja meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit juga akan langsung menerima kartu merah. Regulasi ini dirancang untuk menjaga kewibawaan perangkat pertandingan.

Tidak hanya pemain, pelatih juga bisa mendapatkan kartu merah apabila terbukti mendorong pemain melakukan aksi protes dengan meninggalkan lapangan. FIFA menilai tindakan tersebut berpotensi menciptakan kekacauan dan merusak jalannya pertandingan.

3 dari 4 halaman

FIFA Perangi Penguluran Waktu

FIFA Perangi Penguluran Waktu

Pemain Jepang Ritsu Doan (kiri) dan pemain Islandia Kristian Hlynsson berebut bola pada laga persahabatan internasional antara Jepang vs Islandia di Tokyo, Minggu, 31 Mei 2026 (c) AP Photo/Eugene Hoshiko

Perang terhadap praktik penguluran waktu menjadi fokus utama dalam revisi aturan kali ini. IFAB secara resmi melarang apa yang dikenal sebagai "jeda taktis" yang sering terjadi saat penjaga gawang mendapat perawatan medis.

Dalam situasi tersebut, pemain lain tidak lagi diperbolehkan menuju area teknis untuk menerima instruksi dari pelatih. Mereka harus tetap berada di lapangan atau mengikuti arahan wasit selama pertandingan dihentikan.

Aturan pergantian pemain juga diperketat. Pemain yang ditarik keluar kini hanya memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan melalui titik terdekat setelah pergantian diumumkan.

Jika pemain terlalu lama keluar lapangan, penggantinya tidak bisa langsung masuk dan harus menunggu satu menit. Akibatnya, tim tersebut akan bermain dengan jumlah pemain yang berkurang untuk sementara waktu.

4 dari 4 halaman

Aturan Tambahan yang Berlaku di Piala Dunia 2026

Aturan Tambahan yang Berlaku di Piala Dunia 2026

Tampilan umum Stadion Arrowhead yang berganti nama menjadi Kansas City Stadium, Senin, 11 Mei 2026, menjelang pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di Kansas City, Missouri. (c) AP Photo/Charlie Riedel

IFAB turut menetapkan beberapa regulasi tambahan untuk mendukung kelancaran pertandingan. Salah satunya adalah kewajiban bagi pemain yang mendapatkan perawatan medis di lapangan untuk meninggalkan lapangan selama minimal satu menit, kecuali penjaga gawang.

Aturan ini bertujuan mengurangi praktik pemain yang sengaja memperlambat tempo pertandingan dengan meminta perawatan ringan. FIFA berharap pertandingan dapat berjalan lebih efektif tanpa gangguan yang tidak perlu.

Sanksi yang lebih berat juga menanti tim yang terbukti menyebabkan pertandingan dihentikan. Dalam kondisi tertentu, tim tersebut dapat langsung dinyatakan kalah sesuai hasil investigasi dan keputusan perangkat pertandingan.

Selain itu, setiap babak pertandingan di Piala Dunia 2026 akan memiliki jeda hidrasi selama tiga menit. Waktu pelaksanaannya akan ditentukan langsung oleh wasit sesuai kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.

LATEST UPDATE