Fabio Cannavaro, Kapten yang Antarkan Italia Juara Piala Dunia 2006
Serafin Unus Pasi | 6 Oktober 2022 19:07
Bola.net - Fabio Cannavaro menjadi karang yang tangguh selama pagelaran Piala Dunia 2006. Ia menjadi aktor penting timnas Italia saat menjadi juara Piala Dunia 2006 usai mengalahkan Prancis lewat adu penalti di partai puncak.
Menariknya, kunci keberhasilan Italia untuk merengkuh trofi Piala Dunia 2006 saat itu tidak terletak pada barisan penyerang. Padahal, Gli Azzurri saat itu memiliki barisan penyerang kelas dunia, seperti Luca Toni, Alberto Gilardino, Alessandro Del Piero, hingga Vincenzo Iaquinta.
Akan tetapi, sosok yang menjadi kunci keberhasilan Italia terletak pada kapten Gli Azzurri, yakni Fabio Cannavaro. Aksinya yang tangguh menggalang lini pertahanan Gli Azzurri dan hanya kebobolan dua gol selama turnamen, ia pun dijuluki sebagai “Tembok Berlin”.
Catatan tersebut jelas membuat Cannavaro menjadi bek tengah terbaik dalam kompetisi tersebut. Padahal, usia pemain Juventus saat itu bisa dibilang sudah tidak muda karena telah menginjak umur 33 tahun.
Diakui Sebagai Legenda
Dalam sebuah wawancara, Cannavaro menyampaikan bahwa dirinya mengaku sangat gembira bisa mengantarkan Italia meraih trofi Piala Dunia 2006. Bahkan, Cannavaro mengaku kini menjadi legenda sepak bola hanya karena memenangi Piala Dunia.
"Saat itu ada euforia dan kegilaan melewati garis finis. Anda tidak bisa langsung menerima semuanya dan bertahun-tahun kemudian, Anda dapat menghargai bahwa sejarah sedang ditulis." ucap Cannavaro dilansir FIFA+.
"Peristiwa itu mengubah kami dari pemain biasa menjadi legenda, itu sebabnya kami bersemangat tentang hal itu, bahkan hari ini," ujar Cannavaro melanjutkan.
Meraih Ballon d'Or
Cannavaro menjalani musim 2005/06 dengan cara yang fantastis, bersama skuat Juventus, ia berhasil merengkuh dua scudetto. Kemudian, dia juga menjadi kapten timnas Italia saat meraih juara di Piala Dunia 2006.
Lalu, karier Cannavaro berlabuh ke klub raksasa Spanyol yaitu memperkuat Real Madrid dan kemudian memenangkan Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun itu. Dia mengumpulkan 498 poin pada dan berhasil mengalahkan pemain hebat seperti Zinedine Zidane dan kompatriotnya, Gianluigi Buffon.
Pada 27 November 2006, pemain Italia itu menjadi bek ketiga dalam sejarah sepakbola yang memenangkan penghargaan Ballon d'Or. Sampai sekarang, dia adalah bek terakhir yang memenangkan Ballon d'Or.
Ingin Menghadapi Prancis Kembali
Ketika ditanya pertandingan mana yang akan dia pilih untuk diputar ulang jika dia memiliki kesempatan, dia menjawab tentu tidak akan mengulangi pertandingan melawan Jerman karena itu sempurna, dan untuk melakukannya lagi persis seperti yang terjadi adalah tidak mungkin.
“Sebaliknya, saya akan memutar ulang pertandingan melawan Prancis. Kami terlalu tegang, baik sebelum dan selama pertandingan, bahkan lelah, jujur saja. Dan kami tidak bermain sebaik itu. Tapi kami menang dan itu yang terpenting. Namun demikian, saya ingin menghadapi mereka lagi dan memenangkannya dalam waktu regular,” ujarnya.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
Waduh, Pilar Utama Timnas Inggris Berpotensi Absen di Piala Dunia 2022
Skenario Terbaik untuk Lionel Messi: Juara Piala Dunia 2022, The GOAT!
Lautaro Martinez Hanya Punya Dua Prioritas Sampai Akhir Tahun 2022, Tidak Termasuk Cari Klub Baru
Membedah Kekuatan Amerika Serikat di Piala Dunia 2022: Dihuni Banyak Talenta Muda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Arsenal vs Everton: 2 Bek Tengah Cetak Gol, The Gunners Kunci Kemenangan
Liga Inggris 24 Oktober 2026, 22:55
-
Michael Carrick Dipastikan Masih Pimpin MU Lawan Bournemouth
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 22:12
-
Staf Media MU Melarang Bruno Fernandes Bicara Bahasa Italia, Ada Masalah Apa?
Liga Champions 22 Oktober 2026, 19:43
-
Como Terlihat Bermain dengan '12 Orang' saat Bantai MU 4-1
Liga Champions 22 Oktober 2026, 18:55
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




