FIFA Raup Rp246,2 Triliun dari Piala Dunia 2026, Rekor Pendapatan Terbesar di Sepak Bola
Asad Arifin | 21 Juli 2026 22:04
Bola.net - Piala Dunia 2026 tak hanya mencetak sejarah di lapangan, tetapi juga dari sisi bisnis. FIFA membukukan pendapatan sebesar US$15,2 miliar atau sekitar Rp246,2 triliun (kurs Rp16.200 per dolar AS) sepanjang turnamen.
Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia. Pendapatan FIFA bahkan hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan edisi Qatar 2022.
Lonjakan pemasukan didorong oleh bertambahnya jumlah pertandingan menjadi 104 laga, peningkatan nilai hak siar, sponsor, serta penjualan tiket. Faktor tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko juga memberi dampak besar terhadap nilai komersial turnamen.
Sebagian besar pendapatan itu disebut akan dialokasikan FIFA untuk mendukung pengembangan sepak bola dunia melalui bantuan kepada asosiasi nasional.
Format Baru Jadi Kunci Lonjakan Pendapatan

Bertambahnya jumlah pertandingan membuka peluang FIFA meningkatkan pendapatan dari berbagai sektor. Hak siar, sponsor, dan penjualan tiket menjadi sumber pemasukan terbesar.
Harga tiket final juga mencerminkan tingginya nilai komersial turnamen. Satu kursi di tribun atas stadion disebut dijual sekitar US$11.700 atau setara Rp189,5 juta.
Sebagai perbandingan, Piala Dunia Qatar 2022 menghasilkan sekitar Rp123,1 triliun, Rusia 2018 sekitar Rp89,1 triliun, Brasil 2014 mencapai Rp76,1 triliun, dan Afrika Selatan 2010 sekitar Rp53,5 triliun.
Data tersebut menunjukkan pertumbuhan bisnis Piala Dunia yang sangat pesat. Turnamen edisi 2026 menjadi yang paling menguntungkan sepanjang sejarah FIFA.
Sempat Diwarnai Kontroversi

Di balik kesuksesan finansialnya, Piala Dunia 2026 juga menghadapi sejumlah tantangan di luar lapangan. Salah satunya terkait persoalan akses masuk Timnas Iran ke Amerika Serikat menjelang turnamen.
Masalah tersebut akhirnya dapat diselesaikan melalui pengaturan perjalanan lintas negara. FIFA mengandalkan pendekatan diplomatik agar kompetisi tetap berjalan sesuai rencana.
Turnamen juga diwarnai kritik terhadap hubungan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Selain itu, muncul sejumlah kontroversi lain, termasuk isu kepemimpinan wasit.
Meski demikian, Piala Dunia 2026 tetap berakhir sebagai turnamen paling sukses dari sisi komersial. Pendapatan sekitar Rp246,2 triliun menjadi bukti bahwa sepak bola kini berkembang sebagai industri olahraga global bernilai sangat besar.
Sumber: AS
Baca Ini Juga
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Jika Cristiano Ronaldo Pensiun, Dampaknya Bagi Portugal Bukan Hanya di Lapangan
Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Perpisahan, 8 Bintang Akhiri Karier di Tim Nasional
Piala Dunia Mengubah Hidup Selamanya: Kisah Para Juara Mengangkat Trofi Impian
Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












