Inggris, Si Raja Sepak Pojok
Editor Bolanet | 13 Juli 2018 12:57
- Sekitar 80 persen dari gol Inggris di Piala Dunia 2018 datang dari situasi bola mati, sebagian di antaranya berawal dari sepak pojok. Berkat itu, The Three Lions pun disematkan julukan 'raja bola mati' oleh eks pelatih Skotlandia, Andy Roxburgh.
Inggris harus kandas di babak semifinal setelah mereka tumbang di tangan tim kuda hitam, Kroasia, dengan skor 1-2. Sempat unggul di menit kelima melalui tendangan bebas Kieran Trippier, namun Ivan Perisic serta Mario Mandzukic berhasil membalikkan kedudukan.
Meskipun demikian, ada catatan apik yang berhasil ditorehkan oleh pasukan asuhan Gareth Southgate itu. Dari 11 gol mereka ciptakan sebelum laga semifinal, delapan di antaranya datang dari situasi bola mati. (sky/yom)
1 dari 3 halaman
Pentingnya Bola Mati

Inggris pun turut berkontribusi saat menghadapi Swedia, di mana Harry Maguire mencetak gol dengan memanfaatkan umpan dari sepak pojok. Dan berdasarkan itu, Roxburgh meyakini bahwa situasi bola mati sangatlah penting bagi setiap tim.
Dari segi sepak pojok dan tendangan bebas, penyampaian adalah segalanya. Sir Alex Ferguson pernah mengatakan itu, ujar Roxburgh seperti yang dikutip dari Sky Sports.
Dan penyampaiannya di sini sangat berkualitas tinggi, lalu anda mendapatkan pergerakannya, dan juga kemampuan penyelesaian akhirnya, lanjutnya.
2 dari 3 halaman
Si Raja Sepak Pojok

Sang pelatih harus dipuji karena itu, Gareth Southgate misalnya. Saya pikir sembilan dari 12 gol Inggris datang dari situasi bola mati. Mereka hampir menjadi raja sepak pojok di sini. Ini menunjukkan perhatian terhadap hal-hal detail, pungkasnya.
Selain dari sepak pojok, gol Inggris juga kebanyakan tercipta dari titik putih. Harry Kane selaku pencetak gol terbanyak Piala Dunia hingga saat ini punya koleksi enam gol, tiga di antaranya datang dari penalti.
3 dari 3 halaman
Saksikan Juga Video Ini

[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jude Bellingham Ribut dengan Pemain-pemain Argentina
Piala Dunia 16 Juli 2026, 09:33
-
Ditekan Argentina Tanpa Henti, Inggris Perlahan Terkikis
Piala Dunia 16 Juli 2026, 08:39
-
Inggris Tak Mengubah Apa-apa, sedangkan Jalannya Laga Berubah Total
Piala Dunia 16 Juli 2026, 08:33
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
-
Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
Liga Spanyol 6 September 2026, 10:00
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




