Ini Empat Keputusan Pemberian Kartu Merah Paling Aneh Dalam Sejarah Sepak Bola
Dimas Ardi Prasetya | 13 April 2020 07:57
Bola.net - Kartu merah adalah hal yang wajar dalam olah raga sepak bola akan tetapi ada insiden pemberian hukuman tersebut yang bisa dirasa janggal.
Pada Premier League musim ini, 36 kartu merah telah keluar dari kantong wasit. Suporter akan memaklumi keputusan wasit tersebut jika pemain melakukan pelanggaran buruk, diving, maupun perilaku brutal terjadi.
Namun, kadang-kadang sejumlah wasit memilih untuk mengeluarkan kartu merah kepada pemain karena alasan yang benar-benar aneh. Jika itu yang terjadi, kontroversi biasanya akan menjadi sorotan media selama berminggu-minggu.
Fans biasanya akan menjadikan wasit sebagai sasaran kekesalan. Bahkan para penggemar kerap melabeli para wasit berat sebelah atau menjadi pendukung tim yang diuntungkan.
Lantas seperti apa keputusan kartu merah paling aneh dalam sejarah sepak bola? Simak selengkapnya di bawah ini.
Edin Dzeko
Insiden kartu merah ini terjadi di laga Yunani Vs Bosnia di Kualifikasi Piala Dunia 2018. Saat itu, Bosnia memimpin 1-0 atas tim lawan dan pertandingan menyisakan 10 menit.
Dzeko sempat bersitegang dengan bek Yunani, Sokratis Papadopoulos, setelah berduel. Sokratis berusaha mengambil bola dari Dzeko yang direspons dengan sangat mengejutkan.
Dzeko secara spontan menarik turun celana sang lawan. Wasit membuat keputusan tegas dengan mengusir kedua pemain dari lapangan. Namun, menurut Dzeko keputusan wasit tersebut cukup aneh di matanya.
Eden Hazard
Insiden ini terjadi di laga Swansea Vs Chelsea di ajang Piala Liga tahun 2013 silam. Eden Hazard bukan tipikal pemain yang emosional, namun sang pemain kehilangan kesabarannya dan menerima kartu merah.
Anehnya bukan karena melanggar pemain lawan, Hazard mendapat kartu merah karena menendang ballboys. Pemain berpaspor Belgia itu berusaha mengambil bola, namun, sang ballboys justru mengulur waktu.
Kesal dengan ulah sang anak, Hazard menendang untuk mendapatkan bola dan wasit menggangap itu sebagai kejahatan. Ternyata, sang ballboys merupakan anak dari pemegang saham terbesar Swansea City.
Neymar
Kartu merah itu diberikan pada Neymar di laga Santos Vs Colo Colo di ajang Copa Libertadores 2011 silam.
Saat mencetak gol brilian menghadapi Colo Colo di Copa Livertadores 2011, Neymar melakukan selebrasi unik. Ia mengenakan topeng dengan motif wajahnya namun dalam kondisi terbalik.
Selebrasi Neymar, menurut wasit menyalahi aturan dan mengeluarkan kartu kuning. Apesnya, ini merupakan kartu kuning kedua Neymar pada pertandingan tersebut yang otomatis menjadi kartu merah.
Kieran Gibbs
Ia dikertu merah di laga Chelsea Vs Arsenal di pentas Premier League 2013-2014. KIeran Gibbs diusir keluar lapangan tanpa melakukan kesalahan sama sekali. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Nampaknya wasit keliru membedakan Kieran Gibbs dengan Alex Oxlade-Chamberlain. Nama terakhir ini dengan sengaja menggunakan tangan di kotak penalti untuk menggagalkan peluang Eden Hazard.
Ia pun pantas mendapat kartu merah dan Chelsea mendapat hadial penalti. Namun, wasit malah menunjuk Gibbs sebagai tersangka handsball. Masalahnya kedua pemain memiliki kemiripan dalam bentuk gaya rambut yakni botak.
Sumber Asli: Sportskeeda
Disadur dari Bola.com/Penulis Hanif Sri Yulianto/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 12 April 2020
Baca Juga:
- Jalani Lockdown, Eden Hazard Mengaku Sulit Tahan Godaan Manisnya Roti
- Lima Kolektor Assist Terbanyak Real Madrid, Ronaldo Kalah dari Benzema
- Yuk Berkenalan Dengan Anna Modler, Tambatan Hati Terbaru Alexis Sanchez
- Wah, Ibunda Neymar Kencani Pemuda yang Masih Berusia 22 Tahun dan Juga Fans Madrid
- Rayakan Paskah di Tengah Pagebluk Corona, Leo Tupamahu Tetap Bersyukur
- Coba Cek, Sudah Pernah Baca Kisah-Kisah Virgil Van Dijk Berikut Ini Atau Belum?
- Amunisi-Amunisi Tepat yang Bisa Bikin Serangan MU Makin Dahysat
- Melihat Ronaldo, Messi, Mourinho, dan Klopp dengan Wajah Perempuan, Siapa Lebih Cantik?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Media Vietnam Mengulas Babak Baru Timnas Indonesia Bersama John Herdman
Tim Nasional 14 Januari 2026, 20:52
-
Era Baru Timnas Indonesia: John Herdman Tekankan Peran Liga Lokal
Tim Nasional 14 Januari 2026, 17:04
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




