Jelang Piala Dunia 2026: Timnas Inggris Disebut Tim Favorit, tapi Ada Satu Titik Lemah

Richard Andreas | 3 Juni 2026 06:55
Jelang Piala Dunia 2026: Timnas Inggris Disebut Tim Favorit, tapi Ada Satu Titik Lemah
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel bereaksi di laga melawan Jepang, 1 April 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Timnas Inggris kembali masuk dalam daftar kandidat kuat juara menjelang Piala Dunia 2026. Kehadiran Thomas Tuchel di kursi pelatih semakin meningkatkan ekspektasi terhadap peluang The Three Lions meraih trofi yang sudah lama dinantikan.

Menariknya, dukungan tersebut datang dari mantan pemain timnas Jerman, Steffen Freund. Pria yang pernah membela Tottenham dan Borussia Dortmund itu menilai Inggris saat ini berada dalam posisi yang lebih baik dibanding negaranya sendiri.

Advertisement

Meski demikian, Freund juga melihat satu faktor yang berpotensi menghambat perjalanan Inggris. Menurutnya, keberhasilan tim asuhan Tuchel tidak hanya akan ditentukan oleh kualitas pemain, tetapi juga kemampuan menjaga keharmonisan skuad selama turnamen berlangsung.

1 dari 3 halaman

Freund Nilai Inggris Punya Kedalaman Skuad Lebih Baik

Freund Nilai Inggris Punya Kedalaman Skuad Lebih Baik

Starting XI Timnas Inggris saat melawan Jepang di laga uji coba, 1 April 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Freund menilai Inggris memiliki peluang lebih besar untuk menjuarai Piala Dunia 2026 dibandingkan Jerman. Salah satu alasan utamanya adalah kedalaman skuad yang dianggap jauh lebih kuat.

Dalam pandangannya, Tuchel memiliki lebih banyak pilihan pemain dibandingkan yang dimiliki tim nasional Jerman saat ini. Situasi tersebut membuat persaingan dalam skuad Inggris menjadi jauh lebih ketat.

"Mereka jelas memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan Piala Dunia dibandingkan Jerman," kata Freund.

"Semua orang di Inggris harus menyadari bahwa sangat sulit bagi Tuchel untuk membuat keputusan akhir mengenai 26 pemain karena Inggris memiliki jauh lebih banyak pilihan pemain."

"Kami masih banyak berdiskusi di Jerman mengenai beberapa pemain. Misalnya apakah Matthias Ginter atau Said El Mala layak masuk skuad. Namun, bagi Thomas Tuchel, situasinya jauh lebih sulit," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Tuchel Diperingatkan Soal Hubungan dengan Pemain

Meski mengakui kualitas Tuchel sebagai pelatih, Freund menyoroti satu aspek yang menurutnya perlu mendapat perhatian khusus. Ia menilai kemampuan mengelola hubungan dengan pemain bisa menjadi faktor penentu bagi Inggris.

Freund mengikuti perjalanan karier Tuchel baik di Bundesliga maupun Premier League. Dari pengamatannya, pelatih asal Jerman itu terkadang menghadapi tantangan dalam membangun hubungan individual dengan pemain.

"Dari sudut pandang Jerman, saya berharap mereka tetap bersatu sebagai tim. Jika ada satu kelemahan yang pernah terlihat dari Tuchel, itu adalah ia terkadang sedikit kesulitan dalam menangani pemain secara individu," sambung Freund.

"Dalam hal itu, Anda bisa merasakan bahwa Kompany melakukan pekerjaan yang lebih baik di Bayern Munchen dibandingkan yang dilakukan Tuchel."

"Aspek ini sangat penting di Piala Dunia, karena Anda bisa bersama selama enam atau tujuh minggu jika mencapai final, sementara tidak mudah ketika semua 26 pemain ingin bermain."

3 dari 3 halaman

Inggris dan Jerman Bersiap Hadapi Tantangan Grup

Jerman akan memulai perjalanan mereka di Grup E bersama Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador. Juara dunia empat kali itu dijadwalkan menghadapi Curacao pada laga pembuka yang berlangsung 14 Juni di Houston.

Sementara itu, Inggris tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Tantangan yang dihadapi The Three Lions dinilai lebih berat, terutama karena harus langsung menghadapi Kroasia pada pertandingan pertama.

Laga melawan Kroasia pada 17 Juni di Texas diperkirakan menjadi pertandingan penting dalam perebutan posisi puncak grup. Hasil pertandingan tersebut berpotensi memberikan gambaran awal mengenai peluang Inggris dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.

LATEST UPDATE