Jude Bellingham atau Morgan Rogers? Perdebatan Pemain Inti Inggris di Piala Dunia 2026 Makin Memanas

Ari Prayoga | 8 Juni 2026 17:06
Jude Bellingham atau Morgan Rogers? Perdebatan Pemain Inti Inggris di Piala Dunia 2026 Makin Memanas
Starting XI Timnas Inggris pada laga uji coba melawan Selandia Baru jelang Piala Dunia 2026, 7 Juni 2026 lalu. (c) AP Photo/Chris OMeara

Bola.net - Timnas Inggris masih menyisakan satu laga pemanasan sebelum memulai petualangan mereka di Piala Dunia 2026. Namun, perdebatan mengenai susunan pemain utama sudah menjadi topik hangat, terutama terkait posisi yang akan ditempati Jude Bellingham.

Mantan bek kanan Inggris, Gary Neville, menegaskan bahwa bintang Real Madrid tersebut harus menjadi pilihan utama Thomas Tuchel saat menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup D di Dallas, 17 Juni mendatang.

Advertisement

Menurut Neville, kualitas dan status Bellingham sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini membuatnya tidak layak hanya menjadi pelapis di bangku cadangan.

Dalam pertandingan uji coba terakhir melawan Selandia Baru yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Inggris, Tuchel memberikan kesempatan kepada Morgan Rogers tampil sejak menit awal. Sementara itu, Bellingham baru dimainkan sebagai pemain pengganti, tetapi tetap mampu menunjukkan performa yang menjanjikan.

Situasi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Rogers berpotensi mendapatkan tempat utama ketika Inggris menghadapi Kroasia. Namun, Neville menilai keputusan itu seharusnya tidak menjadi dilema.

"Bellingham bukan pemain cadangan. Dia adalah bintang tim ini. Pemain seperti dirinya harus berada di lapangan sejak awal pertandingan," tegas Neville.

1 dari 3 halaman

Carragher Prediksi Bellingham Cadangan

Carragher Prediksi Bellingham Cadangan

Pemain Real Madrid Jude Bellingham bereaksi pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Minggu, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pandangan berbeda justru datang dari mantan bek Liverpool, Jamie Carragher. Ia menilai Tuchel memiliki keberanian untuk membuat keputusan besar, termasuk kemungkinan mencadangkan Bellingham pada laga pembuka turnamen.

Carragher melihat hubungan antara pelatih dan pemain masih dalam proses penyesuaian. Karena itu, ia tidak terkejut apabila Morgan Rogers kembali dipercaya sebagai starter.

Menurut Carragher, selama Rogers tidak mengalami cedera dalam laga pemanasan terakhir, peluang Bellingham untuk memulai pertandingan dari bangku cadangan masih sangat terbuka.

Prediksi tersebut tentu mengejutkan mengingat Bellingham selama dua tahun terakhir menjadi salah satu figur paling penting di lini tengah Inggris dan tampil konsisten bersama Real Madrid.

2 dari 3 halaman

Tuchel Akui Persaingan Ketat

Tuchel Akui Persaingan Ketat

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel bereaksi di laga melawan Jepang, 1 April 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Di tengah perdebatan yang berkembang, Thomas Tuchel memilih memberikan jawaban diplomatis. Pelatih asal Jerman itu mengakui Bellingham merupakan salah satu pemain inti yang dimilikinya, tetapi tidak menjamin tempat otomatis di susunan sebelas pertama.

Tuchel menjelaskan bahwa skuad Inggris saat ini memiliki sekitar 14 hingga 15 pemain yang layak disebut sebagai starter. Kondisi tersebut membuat persaingan memperebutkan tempat utama berlangsung sangat ketat.

Meski demikian, ia tetap memasukkan nama Bellingham ke dalam kelompok pemain yang dianggap sebagai pilar utama tim.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keputusan akhir kemungkinan baru akan ditentukan mendekati laga melawan Kroasia.

3 dari 3 halaman

Carragher Khawatir Inggris Sulit Melangkah Jauh

Carragher Khawatir Inggris Sulit Melangkah Jauh

Penyerang Timnas Inggris Harry Kane (kanan) merayakan gol bersama John Stones dan Jordan Henderson pada laga persahabatan Inggris vs Selandia Baru di Tampa, Florida, Sabtu, 6 Juni 2026 (c) AP Photo/Chris OMeara

Selain menyoroti persaingan antara Bellingham dan Rogers, Carragher juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap peluang Inggris di Piala Dunia 2026.

Di fase grup, The Three Lions akan menghadapi Kroasia, Panama, dan Ghana. Namun, tantangan yang lebih berat diperkirakan menanti apabila mereka berhasil lolos ke babak gugur.

Carragher menilai ekspektasi publik terhadap Inggris terkadang terlalu tinggi. Ia bahkan meyakini warisan yang ditinggalkan mantan pelatih timnas, Gareth Southgate, akan semakin dihargai dalam beberapa tahun mendatang.

Southgate sebelumnya berhasil membawa Inggris mencapai semifinal Piala Dunia 2018 serta dua final Piala Eropa secara beruntun. Prestasi tersebut, menurut Carragher, tidak mudah untuk diulang.

Ia juga menilai skuad Inggris saat ini memang dihuni banyak pemain berkualitas, tetapi sebagian besar masih berada pada level pemain bagus di Premier League dan belum sepenuhnya membuktikan diri sebagai pemain kelas dunia di panggung internasional.

Karena alasan itu, Carragher mengaku belum terlalu optimistis melihat peluang Inggris pada turnamen kali ini. Meski tetap memiliki kualitas untuk bersaing, ia menilai perjalanan The Three Lions menuju gelar juara tidak akan semulus yang dibayangkan banyak orang.

LATEST UPDATE